a. Ki Hajar Dewantara adalah salah satu tokoh pendidikan nasional, sekaligus bapak pendidikan Indonesia. Ki Hajar Dewantara selalu menawarkan solusi ilmiah dan rasional guna perbaikan pendidikan yang mengarah pada pendidikan yang memanusiakan manusia. Pendidikan sebagai usaha menuntun segenap kekuatan kodrat yang ada pada anak baik sebagai individu maupaun anggota masyarakat. Semboyan Ing Ngarso Sung tulodo, ing madyo mangun karso Tut wur Handayani yang mengajarkan banyak hal terkait pendidikan dan pengajaran.
b. Pemikiran KHD terkait penndidikan dan pengajaran lebih pada upaya meningkatkan kemerdekaan murid yang memiliki budi pekerti dalam belajar mengeksplorasi kompetensi diri seuai latar belakang sosial dan emosional. seperti di sekolah saya sebagian besar pembelajaran masih berpusat pada guru dan guru memiliki otoritas dalam setiap kegiatan pembelajaran. siswa hanya mengikuti perintah dan interuksi yang diberikan oleh guru sehingga merdeka belajar yang diharapkan belum tercapai sepenunya. Namun ada bebrapa kelas yang sudah menerapkan merdeka belajar dikelasnya.
c. pelaksanaan pemikiran Ki hajar Dewantara merdeka belajar merupakan gebrakan baru dari kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang dimana memberikan kebebasan kepada guru dan peserta didik untuk menjalankan proses belajar mengajar. realita di sekolah saya ada yang masih berpusat pada guru dan ada yang sudsh menerpakan berpusat pada siswa sehingga merdeka belajar muncul. Seiring dengan berjalannya waktu beberapa kelas sudah mulai aktif menerapkan studen center.
2.Harapan dan ekspektasi
setelah mempelajari modul ini saya berharap kedepannya ada perubahan pada diri saya terutama dalam hal meningkatkan kualitas diri , kesadaran akan lebih peka terhadap siswa, dapat menciptakan inovasi dan ide - ide cemerlang .
harapan saya setelah mempelajari modul ini saya dapat menciptakan suasan kelas yang menyenagkankan berpusat pasa siswa serta siswa belajar tanpa adanya tekanan layaknya merdeka belajar
harapan saya bisa menerpakan pemikiran Ki haajar dewantara di dunia nyata.
1. Apa makna kata 'menuntun' dalam proses pendidikan anak bagi saya? Pendidik sebagai 'pamong' dalam memberi tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya, tanpa mengubah kodrat alam dan kodrat zamannya. Seorang 'pamong’ berperan sebagai motivator dan fasilitator agar anak dapat mencapai tujuan Pendidikan, yaitu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 2. Bagaimana kata “menuntun” saya maknai dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkan pendidikan anak yang relevan dengan konteks sosial budaya di daerah saya? Saya berusaha melakukan pembelajaran sesuai dengan kondisi soaial budaya yang ada di daerah, sebagai wujud menuntun anak sesuai dengan kodrat alamnya, dengan memperkenalkan norma-norma yang ada di masyarakat tempat tinggal murid. 3. Mengapa pendidikan murid (anak) perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman? Agar anak memiliki kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan dimana dia tinggal, mengenal nilai-nilai sosial budaya di daerahnya dan tidak ketinggalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan, hingga anak akan mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setingginya baik di tempatnya berada maupun sesuai dengan perkembangan zaman
Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik? Relevansi pemikiran KHD mengenai Pendidikan yang berhamba pada anak dengan peran saya sebagai pendidik adalah proses pembelajaran yang saya lakukan harus berorientasi pada siswa, atau berpusat pada murid. Memberikan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi murid melalui media pembelajaran yang menarik dan relevan, memberikan layanan Pendidikan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, minat, dan bakatnya.
Tujuan Pembelajaran Khusus: Peserta mampu menemukenali nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat.
Bapak dan Ibu Calon Guru Penggerak (CGP)
Ruang Kolaborasi memberikan ruang perjumpaan bagi Anda untuk berkolaborasi sesama CGP dalam menemukenali nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat untuk menebalkan laku murid dan menuntun kekuatan kodrat murid yang dapat diimplementasikan pada konteks lokal (budaya) daerah asal Anda. Hasil kolaborasi dalam menemukenali nilai-nilai luhur kearifan budaya menjadi dasar pengetahuan dan pengalaman baru dalam merefleksikan pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid.
Anda bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 5 orang untuk mengeksplorasi nilai-nilai luhur sosial budaya di daerah asal Anda dalam upaya menebalkan konteks diri (kekuatan kodrat) murid sebagai manusia dan anggota masyarakat. Indonesia memiliki keberagaman sosial budaya yang dapat menjadi kekuatan.
Peserta mampu membuat kesimpulan dan refleksi pengetahuan dan pengalaman baru yang dipelajari dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara.
Dalam pembelajaran ini, kita akan mengelaborasi pemahaman kita mengenai Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hadjar Dewantara. Namun sebelum melakukan elaborasi pemahaman bersama instruktur, Anda diminta untuk menuangkan berbagai pertanyaan mengenai materi Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional - Ki Hadjar Dewantara yang masih ingin digali lebih lanjut pada aktivitas ini.
Peserta mampu mendokumentasikan kontribusi nyata penerapan pemikiran Ki Hadjar Dewantara di kelas dan sekolah sebagai pusat pengembangan karakter.
Sebagai tahapan terakhir dari siklus pembelajaran MERDEKA, Aksi Nyata memberikan ruang bagi Bapak/Ibu CGP menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam satu rangkaian modul. Aksi Nyata dimaksudkan sebagai proses pengembangan profesionalisme berkelanjutan, di mana ia dilihat sebagai kesatuan antara proses pembelajaran dan implementasi. Dengan demikian, aksi nyata perlu dijalankan secara terus menerus, bahkan hingga Program Pendidikan Guru Penggerak telah Anda selesaikan. Dalam modul ini, Aksi Nyata Anda merupakan perwujudan dari perubahan konkret dalam proses pembelajaran sesuai dengan pemikiran KHD dan konteks sosial dan budaya di daerah Anda.
Untuk mendukung pengembangan berkelanjutan, sepanjang proses penerapan ini Anda dapat melakukan refleksi, salah satunya dengan menulis jurnal refleksi. Jurnal refleksi yang ditulis secara rutin merupakan media untuk mendokumentasikan perasaan, gagasan dan pengalaman serta praktik baik yang telah dilakukan sehingga memberikan kontribusi nyata penerapan pemikiran Ki Hadjar Dewantara di kelas dan sekolah sebagai pusat pengembangan karakter. Dengan memiliki rekam jejak yang berkelanjutan seperti ini, Anda akan terdorong untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang Anda latih dan uji cobakan.