Dua tahun terakhir adalah masa yang tak akan terlupakan oleh manusia di seluruh dunia. Masa yang memaksa manusia mengubah tatanan dan kebiasaannya. Masa yang mengubah seluruh sisi kehidupan. ekonomi, sosial, alam, agama, bahkan pendidikan. Dunia seolah sedang direset diganti dengan tatanan baru.
Dalam dunia pendidikan, sistem dan kebiasaan pun berubah. Hanya sekolah yang mampu berinovasi dan masif bergerak mengikuti perubahanlah yang akan mampu bertahan bahkan menjadi pemenang. Sekolah Islam Cendekia Muda menjawab semua keadaan tersebut dengan inovasi yang luar biasa. SD Islam Cendekia Muda melakukan suatu sistem pembelajaran yang mampu mewadahi siswa secara daring dan tatap muka dalam waktu yang bersamaan (Hybrid Learning).
Fieldtrip merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar sekolah. Kegiatan ini dilakukan 2 kali dalam satu semester. fieldtrip menjadi ruang bagi guru untuk melihat pemahaman siswa mengenai materi yang sudah dipelajari di kelas sekaligus menjadi ruang aplikasi pembelajaran yang sudah dipelajari siswa. selain itu, kegiatan ini juga dapat dipakai sebagai pembuka tema seperti teaser pembelajaran yang akan dipelajari 1 bulan ke depan. Kegiatan fieldtrip biasanya merupakan kolaborasi antar mata pelajaran yang dikemas menarik, kreatif, dan aktif.
Assembly merupakan sebuah kegiatan pembelajaran yang unik. Kegiatan ini merupakan sebuah konsep pembelajaran yang menyenangkan karena dirancang dalam sebuah pertunjukan drama musikal, menari, bernyanyi, dan menampilkan pertunjukan lainnya yang menjadi potensi atau baka siswa dan siswi. Siswa-siswa dalam kegiatan Assembly akan dilibatkan dalam semua hal, persiapan, latihan, syuting, bahkan membuat kostum dll. Tema yang ditampilkan pada Assembly merupakan representasi dari hasil belajar siswa berupa pemahaman mereka mengenai materi yang akan, sedang, atau sudah dipelajari. Maka, kegiatan ini sangat unik, karena siswa akan dididik secara akademis, emosi, sikap, kerjasama, keberanian, kepemimpinan, kepedulian dan pemahaman tentang kekuasaan Allah.
SPC (simple project colaboration) adalah sebuah pembelajaran berbadis proyek sederhana yang dirancang supaya siswa mampu mengeluarkan kreativitas sekaligus mengaplikasikan pemahaman yang sudah dipelajari dalam sebuah kegiatan yang nyata. Proyek dilakukan secara kolaborasi dari setiap mata pelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap menghargai proses, bertangging jawab, mandiri, dan pantang putus asa. Produk produk yang dihasilkan merupakan karya yang dapat menggambarkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari sekaligus menjadi bahan evaluasi guru.
Munaqosyah adalah ujian akhir siswa manakala siswa telah menuntaskan pembelajaran Al Quran dengan metode ummi mulai dari jilid pembinaan 1 s.d 6 ditambah tadarus Quran, waqaf ibtida, gharib dan tajwid. Ujian tersebut dilakukan oleh pihak Ummi Foundation. Selain munaqosyah Tartil tahun ini juga ada munaqosyah tahfizh juz 30.
Sama seperti Ujian Nasional, munaqosyah adalah tolak ukur keberhasilan siswa dan lembaga dalam pembelajaran Al Quran metode ummi. Tentu bagi kita sebagai muslim yang mempunyai pandangan Al quran sebagai petunjuk hidupnya dan menjadikan keberhasilan pembelajaran Al Quran sebagai salah satu parameter keberhasilan mendidik anak, maka munaqosyah akan menjadi suatu tahapan pembelajaran yang sangat dinantikan bukan hanya penting tapi sangatlah penting.