Project Penguatan Pendidikan Budi Pekerti (PPPB) adalah kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang dirancang untuk menumbuhkan dan membiasakan nilai-nilai karakter melalui pengalaman nyata. Dalam proyek ini, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep tentang karakter, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Tujuan utama PPPB adalah membentuk peserta didik yang memiliki karakter mulia melalui pembelajaran yang aktif, kontekstual, kolaboratif, dan reflektif.
Mengembangkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai budi pekerti.
Membiasakan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Melatih kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung jawab.
Berpusat pada peserta didik, memberi ruang untuk aktif mencari solusi.
Kontekstual, mengangkat permasalahan nyata di lingkungan sekitar.
Kolaboratif, melibatkan guru, teman, orang tua, dan masyarakat.
Reflektif, peserta didik mengevaluasi pengalaman dan perkembangan karakternya.
Disiplin dan Tanggung Jawab.
Kejujuran dalam Kehidupan Sehari-hari.
Peduli Lingkungan Sekolah.
Budaya Antiperundungan (Anti-Bullying).
Etika Bermedia Sosial.
Gaya Hidup Sehat.
Kepedulian Sosial dan Gotong Royong.
Literasi dan Budaya Membaca.
Kampanye disiplin hadir tepat waktu.
Program "Sekolah Bersih Tanpa Sampah".
Gerakan Jumat Berbagi.
Pembuatan video edukasi tentang etika digital.
Bakti sosial kepada masyarakat sekitar.
Program "Teman Peduli Teman" untuk mencegah perundungan.
Lebih disiplin.
Lebih bertanggung jawab.
Lebih jujur.
Lebih peduli terhadap orang lain.
Mampu bekerja sama.
Memiliki sikap hormat dan sopan santun.
Berdasarkan konteks pilar Pendidikan Budi Pekerti di SMK Wijaya Putra Surabaya, Project Penguatan Pendidikan Budi Pekerti dapat diintegrasikan dengan 6 Pilar Pendidikan Budi Pekerti yang telah menjadi budaya sekolah, yaitu:
Dapat Dipercaya (Trustworthiness)
Tanggung Jawab (Responsibility)
Menghormati (Respect)
Peduli (Caring)
Sportif (Fairness)
Warga Negara yang Baik (Citizenship)
Dengan pendekatan ini, setiap proyek tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga menguatkan pembiasaan karakter sesuai pilar-pilar yang dikembangkan di sekolah. Misalnya, proyek "Sekolah Bersih" menekankan nilai Peduli dan Tanggung Jawab, sedangkan proyek "Kampanye Anti Hoaks" menguatkan nilai Dapat Dipercaya, Menghormati, dan Warga Negara yang Baik.