RADEN RAHMAT
SEJARAH SINGKAT
Berasal dari Kerajaan Champa (Anak dari Maulana Malik Ibrahim yang menikah dengan Putri Champa)
Datang ke Pulau Jawa sekitar tahun 1443 M dan tinggal di Surabaya
Istri: Nyai Ageng Manila
Anak: Putri Ageng Maloka, Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang), Syarifudin (Sunan Drajat), dan Syarifah.
Wafat pada tahun 1481 M.
Kondisi masyarakat:
Pada saat beliau datang, perang terjadi dimana-mana sehingga kondisi masyarakat menjadi kacau dan etika rusak. Kertawijaya meminta para sunan untuk mendidik atau mengembalikan etika dan perilaku masyarakat Majapait. Dan dari situlah Sunan Ampel membangun pemukiman untuk mengajar, mereka diberikan pemahaman tentang kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam dan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya masuk Islam.
Ajaran yang terkenal adalah moh limo artinya tidak mau 5 perkara, yaitu:
moh main (tidak mau main judi);
moh ngombe (tidak mau mabuk);
moh maling (tidak mau mencuri);
moh madat (tidak mau mencandu obat-obatan);
moh madon (tidak mau main perempuan).
PESAN DAMAI
Sunan Ampel mengajarkan Islam dengan cara yang lembut, tidak ada pemaksaan, tidak ada kekerasan
Ajaran Islam sangat dinamis dan bersifat memudahkan bagi pemeluknya maupun yang bukan pemeluknya.
Islam mampu beradaptasi dengan kebudayaan setempat.
PENINGGALAN
MASJID AMPEL
VIDEO PEMBELAJARAN