PROF. DR. C. SNOUCK HURGROUNJE
Teori ini mengatakan bahwa tidak mungkin Islam masuk ke Indonesia tanpa melalui ajaran tasawuf yang berkembang di Gujarat, India. Teori ini menyebutkan bahwa Islam sampai di Samudra Pasai pada abad ke-13 Masehi. Bukti dari teori ini adalah batu nisan Sultan Malik As-Saleh dan Fatimah binti Maimun.
PROF. DR. SLAMET MULJANA
Teori ini didasarkan pada Kronik Klenteng Sam Po Kong yang menyatakan bahwa Sultan Trenggana, Sunan Ampel dan Sunan Gunung Jati memiliki nama Cina yang artinya keturunan dari Cina. Namun teori ini lemah karena beberapa nama tempat dan nama orang yang bukan dari negeri Cina juga ditulis menurut bahasa Cina.
PROF. DR. BUYA HAMKA
Buya Hamka mengacu pada "Berita Cina Dinasti Tang" yang ditemukan pemukiman saudagar Arab di wilayah pantai barat Sumatera sehingga beliau berpendapat bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi. Hal ini diperkuat dengan didirikan Kerajaan Samudera Pasai pada abad ke-13 Masehi yang artinya tidak mungkin kedatangan Islam sama dengan didirikannya kerajaan tersebut.
PROF. DR. HUSEIN DJAJADININGRAT
Menurut teori ini, Islam masuk dari Persia dan bermazhab Syi'ah yang didasari sistem pengejaan huruf al-Quran khususnya di wilayah Jawa Barat yang menggunakan ejaan Persia. Namun faktanya mayoritas muslim Jawa Barat bermazhab Syafi'i yang berpaham ahlussunnah wal jama'ah, bukan Syi'ah.
N.A. BLOSCH
Teori ini menyatakan bahwa Islam datang melalui jalur perdagangan laut antara Timur Tengah, India dan Cina. Melalui jalur ini, Islam dikenalkan di sepanjang jalur niaga pantai-pantai tempat persinggahannya pada abad ke-7 Masehi atau abad ke-1 Hijriyah. Proses pengenalan ini berlangsung hingga abad ke-12 Masehi dan melakukan proses pengembangan dimulai dari Aceh pada abad ke-9 Masehi.