Video Sejarah Reformasi Martin Luther tahun 1517 (durasi 2 jam) terdiri dari bebrapa bagian pendahuluan:
Pendahuluan - perayaan 500 tahun protestatn di Jerman (1517-2017) sleama 5 menit
Kunjungan persahabatan Pimpinan gereja Protestatn Jerman ke Paus Francis Katholik dalam rangak 500 thn HUT protestant (konflik)
Martin Luther disambar petir sehingga pindah sekolah dari fakultas hukum ke Theologia dna menjadi Pendeta.
Gereja dan makan Martin Luther di Wittenberg Jerman 2017
Film Martin Luther , Wittenberg, Jerman 1517 - 1.5 jam
Ringkasan Video Reformasi Martin Luther (1517) di Wittenberg: Akar Protestanisme
Pergeseran Pemahaman Agama: Dari Dogma ke Diskusi
Singkatnya, Reformasi Protestan membawa perubahan signifikan dalam cara orang memahami agama. Sebelumnya, ajaran agama lebih bersifat dogma satu arah; hanya Paus dan para pendeta yang berhak menafsirkan isi Alkitab. Kondisi ini membuka peluang bagi praktik korupsi, seperti penjualan indulgensi (surat pengampunan dosa), atau penentuan tarif untuk doa-doa terkait panen, pernikahan, kematian, dan lain-lain.
Namun, semua itu berubah setelah Martin Luther berani berargumen menggunakan pendekatan 5W1H (What Why Where Who When & How- Apa, Mengapa, Kapan, Di mana, Siapa, & Bagaimana) dalam menafsirkan Alkitab.
Pendekatan Diksusi argumen (anti Dogma) ini kemudian diterapkan oleh Ephorus Nommensen dalam penginjilan di Tanah Batak. Metode tersebut sangat sesuai karena masyarakat Batak dikenal suka berargumen dan menganalisis dengan 5W1H. Mereka sangat menolak dogma dan selalu mendambakan kemerdekaan berpikir.
Tetapi agar kualitas diksusi menjadi baik orang batak harus dapat CALISTUNG (baca tulis hitung). Sementara pada 1864 tingkat buta huruf batak mkn 99%!! karena itu strategi Nommensen bergeser mejadi Prioritas pelayanan Sekolah dan Kesehatan kemudian penginjilan. (Tingkat buta huruf Indonesia 1947 masih tinggi 94% saat bung Karno canangkan gerakan basmi buta calistung (baca tulis hitung))
Latar Belakang dan Kontroversi Indulgensi (Penjualan Surat Pengampunan Dosa)
Pada awal abad ke-16, Gereja Katolik Roma sangat dominan. Kristen hanya satu yaitu Katholik! Namun, praktik penjualan indulgensi (surat pengampunan dosa) menuai kritik. Indulgensi (surat pengampunan dosa) ini disebut sebagai "penghapusan hukuman dosa" yang bisa didapat lewat sumbangan finansial.
Praktik ini makin meresahkan saat Paus Leo X (menjabat 1513-1521) mengeluarkan indulgensi (surat pengampunan dosa) besar-besaran di Eropa untuk mengumpulkan dana pembangunan Basilika Santo Petrus.
Martin Luther dan 95 Tesisnya
Martin Luther (1483-1546), seorang biarawan dan profesor teologi di Universitas Wittenberg, merasa sangat terganggu. Baginya, keselamatan adalah anugerah (hadiah) murni Tuhan yang diperoleh melalui iman (sola fide) kepada Yesus Kristus, bukan sesuatu yang bisa dibeli.
Pada 31 Oktober 1517, Luther memakukan 95 Tesis-nya di pintu Gereja All Saints di Wittenberg. Tesis ini mempertanyakan otoritas Paus dalam pengampunan dosa melalui indulgensi (surat pengampunan dosa) dan motivasi finansial di baliknya. Tesis ini segera diterjemahkan dan menyebar luas berkat mesin cetak, memicu perdebatan di seluruh Eropa.
Gagasan Inti dan Dampak Reformasi
Reaksi Gereja Katolik awalnya berusaha membungkam Luther, namun ia menolak menarik ajarannya, yang menyebabkan ia dikucilkan (ekskomunikasi) pada tahun 1521. Peristiwa ini, bersama penolakan Luther di Sidang Worms tahun 1521, secara resmi menandai pecahnya Reformasi Protestan.
Gagasan inti Luther diringkas dalam "Lima Sola":
1 Sola Scriptura (Hanya Alkitab): Alkitab adalah satu-satunya sumber otoritas ilahi yang tak bisa salah dalam hal iman dan praktik Kristen. Ini menolak gagasan bahwa manusia atau keputusan Paus memiliki otoritas setara atau lebih tinggi dari Alkitab.
2 Sola Fide (Hanya Iman): Keselamatan hanya diperoleh melalui iman (percaya) kepada Yesus Kristus semata, bukan melalui perbuatan baik, sakramen, sumbangan, ziarah, membeli atau jasa-jasa manusia. Martin Luther terkenal keras memberi perumpamaan: "Jika pengampunan dosa dapat di beli, mari kita bunuhi saudara dan orang tua kita, setlah itu kita beli surat pengampunan dosa". Kalimat dan tulisan Prof. Dr . Martin Luther terkenal berlogika lasan kuat dan kasar ke Paus saat itu yang dianggap korup duniawi. Roma 1:17.
3 Sola Gratia (Hanya Anugerah): Keselamatan adalah anugerah (hadiah) murni dari Tuhan, bukan hasil dari usaha manusia seperti sumbangan, ziarah2, atau lainnya.
4 Solus Christus (Hanya Kristus): Hanya Yesus Kristus yang menjadi perantara tunggal antara Tuhan dan manusia.
5 Soli Deo Gloria (Hanya untuk Kemuliaan Tuhan): Segala sesuatu yang dilakukan umat Kristen haruslah untuk memuliakan Tuhan semata.
Sumber:
Sejarah Gereja: Philip Schaff's History of the Christian Church, atau Justo L. Gonzalez's The Story of Christianity.
Biografi Martin Luther: Roland Bainton's Here I Stand: A Life of Martin Luther.
Peran indulgensi (surat pengampunan dosa) dan Paus Leo X dalam memicu protes Luther menjadi titik balik yang mengawali era baru dalam sejarah Kekristenan. Yaitu menganalisis dengan 5W1H (kebabasan ber opini/ demokrasi). Dan dampak kebebasan ber opini-nya masih terasa hingga kini di berbagai gereja Protestan, termasuk di Batak Tapanuli.
Inilah yang mengawali perang besar 30 tahun antara agama Katholik dan Protestant di eropa (1618-1648 - https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Tiga_Puluh_Tahun). Bahkan konflik 400 tahun di Republik Irlandia (Kahotlik) dan Provinsi Irlandia Utara (Protestant Inggris). Tetapi sudah resmi berdamai pada 1992 dg nama Good Friday Agreement 1998 di fasilitasi oleh perdana menteri Inggris Tony Blair.
Wanita Eropa mulai membuka kerudung 1517 paska Reformasi Protestant Martin Luther 1517. bahkan wanita di Eropa mulai menuntut hak kesetaraan dengan pria. Ingin opini nya (5w1h) nya di dengar dan laksanakan. Perjuangan kesetaraan wanita dan pria di eropa ini sangat lama. Dimuali dengan BERANI membuka kerudung dan mulai mengikuti trend mode pakaian modern.
Baru 400 tahun kemudian pada 1920an, wanita diberi hak konstitusi untuk ijin ikut PEMILU di Amerika. Foto bawah para wanita eropa berkerudung menyaksikan saat Luther menempelkan 95 thesis alasan anti penjualan surat pengampunan dosa di gereja Schlosskirche, Wittenberg 1517.
Penjelasan foto di bawah:
Saat Martin Luther menempeolkan 95 THesis alasannya (5w1H) nya melawan surat pengampunan dosa, di Wittenberg Jerman 1517. Para wanita di Eropa masih memakai kerudung. Tetapi muali melepas dan mengikuti trend pakaian2 modern.
Video Reformasi Prof. Dr. Martin Luther 1517
Klik link video Luther dibawah:
https://drive.google.com/file/d/19au0siQm3RRr78zAL3JGnqOeuQyOvrSV/view?usp=sharing
atau
Klik gambar di bawah ini
Video lain nya terkait Martin Luther
Video: Penjelasan Sejarah Reformasi Luther
Video ini Menjelaskan Reformasi Luther 1517 dan timbulnya aliran lain protestan setetelah Luther.
Link untuk langsung ke Youtube video:
Video: Napak Tilas Martin Luther 1517 (in the footstep of Martin Luther)
Menjelaskan napak tilas dari tempat kelahiran dan masa Kecil martin Luther serta perjalanan hidupya.
Link langsung ke Youtube video:
Penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada abad ke-15 merupakan tonggak sejarah yang krusial, terutama bagi penyebaran pengetahuan dan gagasan. Mesin ini terbukti sangat membantu Martin Luther dalam menyebarkan Alkitab yang telah ia terjemahkan ke dalam bahasa Jerman.
Dengan adanya mesin cetak, Alkitab terjemahan Luther dapat diproduksi dalam jumlah besar dan dengan biaya yang lebih murah. Hal ini memungkinkan rakyat Jerman untuk memiliki akses langsung ke teks suci, baik untuk dibaca sendiri maupun dibacakan oleh mereka yang melek huruf. Akibatnya, ketergantungan masyarakat pada pendeta sebagai satu-satunya perantara untuk memahami isi Alkitab menjadi berkurang.
Ini adalah perubahan besar, mengingat Alkitab Perjanjian Baru aslinya ditulis dalam bahasa Yunani (bukan Latin) pada era Konstantinopel sekitar abad ke-4 sampai era reformasi Martin Luther 1517. Luther terjemahkan alkitab menjadi bahasa Jerman. Seperti Nommensen terjemahkan Alkitab da buku ende ke bahasa batak 1880.
Kemampuan untuk membaca dan memahami Alkitab dalam bahasa ibu mereka sendiri memberdayakan umat dan menjadi salah satu faktor kunci yang mempercepat penyebaran gagasan Reformasi Protestan.
Dampak Mesin Cetak Gutenberg pada Reformasi Luther
Sebelum mesin cetak fleksibel Gutenberg, mencetak buku sangatlah lama dan mahal. "Master" buku diukir pada kayu selama 3-5 tahun, lalu dicetak. Namun, penemuan Gutenberg di Jerman mengubah segalanya. Kini, 500 buku bisa dicetak dalam sebulan.
Dampak pada Reformasi Protestan Martin Luther sangat besar. Alkitab terjemahan Luther dalam bahasa Jerman (bukan Latin) dapat tersebar cepat dan luas di Jerman. Ini memungkinkan pembaca untuk mengakses firman Tuhan langsung, tidak lagi bergantung sepenuhnya pada interpretasi gereja. Meskipun buta huruf masih tinggi di Eropa abad ke-16, penyebaran Alkitab vernakular ini krusial dalam memberdayakan individu dan menyebarkan gagasan Reformasi.
Meski mesin cetak Gutenberg sudah ada, pembaca awal abad ke-16 kesulitan menavigasi buku. Untuk mempermudah, Martin Luther dan pengikutnya memperkenalkan nomor halaman dan daftar isi sekitar tahun 1520-an.
Inovasi ini memungkinkan pembaca melacak posisi dan mencari topik dengan mudah. Ini sangat penting untuk penyebaran Alkitab terjemahan Luther dan teks Reformasi lainnya. Dengan demikian, pemahaman isi Alkitab menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat umum, mengurangi ketergantungan pada perantara dan mempercepat revolusi informasi yang dibawa oleh percetakan.
Link langsung ke YouTube vide:
Museum Bible Cetak pertama di Mainz, Jerman.
Penemu mesin cetak buku, Gutenberg dilahirkan di Mainz Jerman. Di musem inilah disimpan alat cetak buku Bible cetak pertama di dunia. serta Bible cetak pertama disimpan disini juga.
Tapi alkitab mesin cetak pertama ini belum memakai nomor halaman dan daftar isi. Halaman dan bab Alkitab masih cara dulu yaitu memakai gambar lukisan seperti jenis jenis bunga.
Link ke Youtube Video:
https://youtu.be/EUs41MWsFhE
Pada abad ke-16, buta huruf di Eropa masih sangat tinggi. Akses Alkitab amat terbatas karena Gereja Katolik Roma melarang penerjemahan ke bahasa lokal, mengharuskan penggunaan Latin.
Alkitab harus dalam bahasa Latin yg sulit di mengerti rakyat eropa. Hal ini karena sejak Alkitab di ciptakan di kota Nice Byzantium (Turki) pada tahun 300an. Alhasil, orang harus datang ke pasar untuk mendengarkan ayat-ayat Alkitab dibacakan oleh mereka yang bisa membaca. https://id.wikipedia.org/wiki/Vulgata
Namun, Martin Luther mengubah ini dengan menerjemahkan Alkitab ke bahasa Jerman 1520. Penemuan mesin cetak Gutenberg di Jerman sangat mendukung upaya ini, memungkinkan produksi Alkitab dalam jumlah besar, cepat, dan murah. Meski buta huruf masih tinggi, ketersediaan Alkitab dalam bahasa Jerman memicu banyak orang untuk belajar membaca. Ini menjadi langkah penting dalam menyebarkan gagasan Reformasi Protestan dan memberdayakan individu memahami iman sendiri.
Karena tingkat buta huruf sangat tinggi di eropa 90% pada abad 16 dulu, maka Alkitab Luther di bacakan oleh orang yg sanggup membaca di panggung pasar becek Jerman. Alkitab dalam bahasa Jerman ini membaut rakyat mudah mengerti isi alkitab bahwa pengampunan dosa, doa panen dan lannya tidak harus membayar atau memberikan uang kepada pendeta2.
Bawah
Video penemuan mesin cetak alkitab Jerman dan pembacaaan Alkitab terjemahan Luther bagi para buta huruf eropa, dalam bahasa Jerman di pasar becek Jerman abad 16 dulu. Membuat rakyat Jerman berani melawan Katholik yang saat itu masih di ROMA bukan Vatican.
VIDEO - Luther di sambar Kilat di desa Stooternheim saat pulang dari rumah ayahnya
Hal ini membuat dia jauth dari kudanya dan ketakutan dan berjanji pada Tuhan akan menjadi pendeta jika tidak mati.
(video bawah)
VIDEO- Prof Tyndale di hukum bakar mati karena terjemahkan Alkitab ke bahasa Inggris 1528
Awal inggris keluar dari Katholik dan menjadi Protestan Anglikan.
(video bawah)
Video Lagu Ciptaan Martin Luther Kidug
KJ 250. Allah benteng ku teguh.
Ein feste Burg is unsere Gott.
"Allah Bentengku Teguh" ("Ein feste Burg ist unser Gott") adalah salah satu himne paling terkenal yang diciptakan Martin Luther sekitar tahun 1527. Mengadaptasi Mazmur 46, lagu ini merupakan ekspresi iman yang kuat dan keberanian di tengah gejolak Reformasi.
Liriknya menegaskan bahwa Tuhan adalah perlindungan yang tak tergoyahkan melawan segala kejahatan. Dengan melodi yang kuat dan mudah diingat, himne ini dengan cepat menjadi simbol ketahanan dan perjuangan umat Protestan. Hingga kini, "Allah Bentengku Teguh" tetap menjadi salah satu himne Protestan paling dicintai, mewakili semangat Reformasi dan keyakinan akan kedaulatan Tuhan.