Penjelasan singkat VIDEO Gr DMS di Dolok Nauli 1917-1924
Sejarah Singkat Op. Ronitua dan Peran dalam Pendidikan
Op. Ronitua Doli atau Gr. D.M. Siahaan adalah ayah dari Ephorus Ds. G.H.M. Siahaan (menjabat 1974-1986).
Pada tahun 1917, Kantor Misionaris Jerman RMG (Rheinische Missions Gesellschaft), yang juga pendiri HKBP 1861 di Sipirok, menugaskan Gr. D.M. Siahaan untuk mengajar di sekolah di Dolok Nauli, Lumban Lobu, dekat Porsea Toba. Beliau bertugas di Dolok Nauli dari 1917 sampai 1924. Saat itu kepala bagian dari pendidikan dan yang menandatangani surat tugas op. Ronitua adalah Ds. Jonathan Nommensen, anak paling kecil dari istri pertama yg sakit keras di pearaja dan meninggal di Jerman,
Atas kiri-kanan:... ?; Roslina Siahaan (putri Ds. GHM Siahaan (Ephorus '74-'86); Nai Tahoma; Nai Arifin. Dolok Nauli 1980an. Di seb. kanan terlihat sedikit bagian rumah Gr. DM Siahaan 1917 dulu.
Atas: Gereja Dolok Nauli 1980an. Dibangun oleh Gr. DM Siahaan untuk menyatukan 3 desa. Juga tempat kelahiran Ds. GHM Siahaan (Ephorus '76-'86), anak dari Gr. DMS 1917
Kanan: Rumah kelahiran Ds. GHM Siahaan. anak dari Gr DM Siahaan (Op. Ronitua), Guru Zending HKBP-RMG Dolok Nauli 1917-1924. Sebelum menjadi perpustakaan.
Rumah kelahiran Ds. GHM Siahaan (ephohrus '74-'86) di Dolok Nauli 1917 setelah di pugar jadi perpustakaan 2021. Terima Kasih!
Ds.GHMS (ephorus) adalah putra dari Gr. DM Siahaan (op. Ronitua) saat bertugas di Dolok Nauli 1917-1924
Visi Pendidikan Nommensen dan Buta CALISTUNG (baca tulis hitung) Masyarakat Batak
Perlu diketahui bahwa strategi Ephorus Dr. Nommensen telah berubah sejak Sinode Godang (rapat tahunan) HKBP-RMG tahun 1865. Fokus utamanya beralih pada pendirian lebih banyak sekolah, termasuk sekolah guru MULO Sipoholon, sekolah guru Op Ronitua dahulu.
Visi Nommensen adalah membangun gereja Batak, namun beliau menyadari bahwa hal itu sulit terwujud jika masyarakat Batak masih banyak buta CALISTUNG (baca, tulis, hitung).
Dalam buku biografinya beliau mengatakan pada tahun 1865: "Bagaimana mungkin batak dapat membaca alkitab dan dapat mengelola keuangan gereja jika buta CALISTUNG (baca tulis hitung)?"
Diperkirakan, tingkat buta CALISTUNG di Batak Silindung dan Toba saat Nommensen pertama kali mendirikan sekolah katekisasi di Saitnihuta Tarutung 1864 buta calistung mencapai 99%. Angka ini sangat tinggi, mengingat tingkat buta huruf nasional di Indonesia pada tahun 1947 masih 94%, yang mendorong Presiden Soekarno memulai gerakan pemberantasan buta huruf pada tahun tersebut.
Peran Gr. D.M. Siahaan di Dolok Nauli 1917-1924
Selama masa tugasnya di Dolok Nauli, dari tahun 1917 hingga 1924, Op. Ronitua Doli berhasil menyatukan jemaat di 3 desa di Dolok Nauli menjadi satu gereja / sekolah. Berkat usahanya, mereka kini memiliki satu tempat sekolah dan gereja.
Hal ini sangat penting mengingat terbatasnya jumlah guru dan pendeta saat itu 1917. Meski terbatas tetapi minat masyarakat Batak terhadap sekolah-sekolah dasar HKBP-RMG Jerman semakin tinggi.
Ephorus pertama Dr IL Nommensen berkeyakinan bahwa pendidikan dan kemampuan CALISTUNG akan modernisasi batak dan membuka peluang pekerjaan yang layak , misal sebagai krani administrasi (pegawai kantoran, juru tulis hitung), bukan lagi sebagai buruh kasar perkebunan atau yang terpaksa dijual sebagai budak.
Google Map gereja Dolok Nauli dan perpustakaan Ds. GHM Siahaaan
(Bawah)
Rumah Kelahiran Ephorus Ds. G.H.M. Siahaan menjadi perpustakaan gereja
Ephorus Ds. G.H.M. Siahaan lahir di Dolok Nauli pada tahun 1917. Beliau adalah putra dari ibunda Hermina br. Batubara, yang juga dikenal sebagai Op. Ronitua Boru. Saat ini, rumah tempat kelahiran Ephorus Siahaan telah diabadikan dan difungsikan sebagai Perpustakaan Ds. G.H.M. Siahaan. Terima Kasih!
Bagian Dalam Perpustakaan
Di dalam perpustakaan ini, pengunjung akan menemukan koleksi buku-buku serta fasilitas akses Wi-Fi untuk internet. Selain itu, terdapat pula foto-foto para perintis dan pendeta awal gereja. Salah satu foto paling awal yang dipajang adalah foto Op. Ronitua Doli.
Namun, selama puluhan tahun, identitas nama op. Ronitua TIDAK diketahui. Hal ini disebabkan keterbatasan akses informasi dan kemudahan komunikasi pada masa lalu, yang sangat berbeda dengan era digital saat ini. Atau beliau sendiri yang tidak ingin diketahui kecuali dari catatan pribadinya.
Informasi mengenai nama lengkap dan foto beliau baru dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp kepada pendeta Dolok Nauli pada tahun 2023. Menurut keterangan dari pihak pendeta, informasi ini akan diumumkan (di ting-ting kan/ di umumkan) di gereja.
Penjelasan op Ronitua menyatukan 3 jemaat desa mejadi satujemaat gereja dolok nauli 1917-1924
Pdt Frando Hutauruk pada tahun 2022 menjelaskan latar belakang perpustakaan di beri nama Ds. GHM Sihaaan (Ephorus 1974-1986). Dan beliau juga menjelaskan peranan Gr. DM Siahaan (ayah dr Ds. GHMS) dalam menyatukan 3 desa menjadi satu gereja dolok nauli pada periode 1917-1924 dahulu. Mengingat keterbatasan tenaga pengajar HKBP-RMG dan keterbtaasn pendeta.
klik link di bawah:
Klik link dibawah:
https://youtu.be/Bxnxkdxr56I?si=P8XwcTLXbm2WgLWe
https://youtu.be/Bxnxkdxr56I?si=P8XwcTLXbm2WgLWe
dibuat oleh www.youtube.com/@palitonametmet Terima Kasih!
Foto2 dan nama para Perintis awal dan pendeta awal di dalam perpustakaan Ds. GHMS
Video dibuat mkn tahun 2022 shg belum ada informasi ttg op. Ronitua diketerangan foto foto pelayan awal di dolok nauli. Tapi pd 2023 Foto dan nama lengkap sudah di kirim dan di umumkan di gereja. Berkat informasi dari youtube channel polito nametmet . Terima Kasih!
KLIK Video link: https://youtu.be/Bxnxkdxr56I?t=851
Klik gambar di atas untuk akses video youtube.
dibuat oleh www.youtube.com/@palitonametmet
Video udara Gereja Dolok Nauli oleh @Hervin Karo Karo
Video Drone udara gereja Dolok Nauli ini. Klik link di bawah ini:
https://youtu.be/I2FKSPa7RuI?si=NFu4gpCNSIx5_9FA
Terima Kasih!
Klik gambar bawah
Video di atas dibuat oleh www.youtube.com/@HervinKarokaro
Video di bawah ini mengisahkan sejarah Gereja Dolok Nauli sejak dirintis oleh Op. Gr. D.M. Siahaan 1917 - 1924. Selain itu, video ini juga menampilkan rumah kelahiran Ephorus Ds. G.H.M. Siahaan yang kini telah bertransformasi menjadi perpustakaan keluarga Siahaan. Patut dicatat, usia gereja ini telah melampaui 100 tahun dan diperkirakan akan mencapai 125 tahun dalam beberapa tahun mendatang. Selamat menonton youtube video.
Bagi yg ingin membantu gereja silahkan lihat informasi nya di deskripsi video youtube di bawah.
klink link di bawah ini