Kota Palu adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah yang terletak di pesisir barat Pulau Sulawesi. Berjuluk "Mutiara di Khatulistiwa" dan "Kota Lima Dimensi" (pegunungan, lembah, sungai, teluk, dan lautan), kota ini memiliki luas wilayah
395,06 km2395 comma 06 km squared
395,06 km2 dan pernah mengalami gempa besar pada 2018. Palu berkembang menjadi pusat ekonomi dan pemerintahan, meski memiliki sejarah sebagai kota pertanian kecil dan terletak di atas Sesar Palu-Koro.
Sejarah
Awalnya kota pertanian kecil yang menjadi pusat Kerajaan Palu. Menjadi ibu kota provinsi pada 1953. Asal usul nama "Palu" berasal dari kata "Topalu'e" yang artinya tanah yang terangkat karena awalnya lautan, atau dari bahasa Kaili "Volo" yang berarti bambu. Mengalami gempa besar pada 28 September 2018 yang menyebabkan tsunami dan fenomena "liquefaction" atau pencairan tanah, menghancurkan infrastruktur kota, termasuk Jembatan Kuning.
Cagar Budaya
Souraja (Banua Oge)
Deskripsi: Rumah adat dan istana Kerajaan Palu yang menjadi tempat tinggal para raja dan keluarganya secara turun-temurun sejak abad ke-19.
Lokasi: Jalan Pangeran Hidayat, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat.
Karakteristik
Terbuat dari kayu ulin (jenis kayu ulin dari Kalimantan). Memiliki struktur yang dirancang tahan gempa. Dominasi warna kuning melambangkan kebesaran, sementara warna hijau melambangkan kehidupan dan kesuburan. Terdapat benda pusaka seperti senjata tradisional suku Kaili, Guma, dan Kaliavo sebagai tameng di gerbang masuk.