Silahkan Simak Video Penjelasan Hukum Hess
HUKUM HESS :
“Δ H reaksi tidak bergantung pada jalannya reaksi tetapi bergantung pada keadaan awal dan akhir reaksi”
Kegunaan :
Hukum Hess digunakan dalam perhitungan kalor reaksi yang tidak dapat ditentukan secara eksperimen di laboratorium.
Misal reaksi A menjadi B tidak dapat dilakukan secara eksperimen, tetapi kita ingin mengetahui nilai perubahan entalpi dari reaksi tersebut
A --> B ΔH1 = ?
Maka dengan reaksi yang berbeda tetapi hasil akhir reaksi sama , misal
A --> C ΔH2 = b Kkal
C --> B ΔH3 = c Kkal
setelah kedua reaksi diatas dijumlahkan menjadi:
A + C --> C + B ΔH = b + c
sesuai hukum Hess ΔH untuk reaks A --> B ΔH1 = ΔH2 + ΔH3 = b + c
PENENTUAN ΔH REAKSI MELALUI:
1.Menggunakan Hukum Hess
a.Menggunakan rumus Hess
∆H reaksi = ∑ ∆Hfo product - ∑ ∆Hfo reactan
∆H reaksi = ∑ ∆Hfo kanan - ∑ ∆Hfo kiri
b. Mengubah reaksi-reaksi yang diketahui kemudian
menjumlahkannya.
2. Menggunakan kalorimeter
silahkan masuk ke percobaan kalorimeter secara virtual
3. Menggunakan data energi ikatan.
∆H reaksi = ∑energi ikat pemutusan - ∑ energi ikat pembentukan
∆H reaksi = ∑energi ikat kiri - ∑ energi ikat kanan