PERSAMAAN TERMOKIMIA
Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi yang mengikutsertakan perubahan entalpinya.
Karena entalpi reaksi bergantung pada wujud zat yang terlibat dalam reaksi, maka wujud atau keadaan zat harus dinyatakan, yaitu dengan membubuhkan indeks s (zat padat) , l (zat cair) , g (zat gas) dan aq (zat larutan).
Contoh :
1). Reaksi 1 mol gas metana dengan 2 mol gas oksigen membebaskan kalor sebesar 802,3 kJ pada temperatur 298 K dan tekanan 1 atmosfer. Persamaan termokimianya dapat dituliskan sebagai berikut:
CH4 (g) + 2 O2 (g) --> CO2 (g) + 2 H2O (g) ΔH = -802,3 kJ/mol
2) Reaksi antara karbon dan gas hydrogen membentuk 1 mol C2H2 pada temperatur 298 K dan tekanan 1 atmosfer membutuhkan kalor sebesar 226,7 kJ. Persamaan termokimianya dapat dituliskan sebagai berikut:
2C (s) + H2 (g) --> C2H2 (g) ΔH = +226,7 kJ/mol
Entalpi adalah banyaknya energi yang dimiliki sistem (U) dan kerja (PV) sehingga bisa dituliskan H = U + PV.
Sedangkan perubahan entalpi yaitu kalor reaksi dari suatu reaksi pada tekanan tetap.
Supaya entalpi dapat dihitung, maka pengukurannya harus dilakukan pada suhu serta tekanan tertentu.
Menurut para kimiawan, suhu 25°C dan tekanan 1 atm adalah ukuran yang tepat untuk menilai entalpi.
Perubahan entalpi standar
Perubahan entalpi reaksi yang diukur pada temperatur 25oC (298 K) dan tekanan 1 atm disepakati sebagai perubahan entalpi standar, dinyatakan dengan simbol ΔHo
Jenis-jenis perubahan entalpi standar.
1. Perubahan entalpi pembentukan standar (ΔHof),
2. Perubahan entalpi penguraian standar (ΔHod),
3. Perubahan entalpi pembakaran standar ( ΔHoc).
1) Perubahan Entalpi Pembentukan Standar (ΔHof)
Perubahan entalpi pembentukan standar (ΔHof), adalah kalor yang dikeluarkan atau diserap pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsure-unsurnya pada suhu 25oC (298 K) dan tekanan 1 atmosfer.
Contoh :
H2 (g) + ½ O2 (g) --> H2O (l)ΔHof = -285,8 kJ/mol
H2 (g) + ½ O2 (g) --> H2O (g)ΔHof = -241,8 kJ/mol
Berdasarkan perjanjian, perubahan entalpi untuk unsur-unsur dalam bentuk paling stabil dinyatakan sebesar 0 kj/mol.
Contoh :
ΔHof C = 0 ΔHof N2= 0 ΔHof O2= 0
ΔHof H2= 0 ΔHof Fe = 0
2) Perubahan Entalpi Penguraian Standar ΔHod
Perubahan entalpi penguraian standar merupakan kebalikan dari perubahan entalpi pembentukan standar, yaitu kalor yang dikeluarkan atau diserap pada penguraian 1 mol senyawa dari unsure-unsurnya pada suhu 25oC (298 K) dan tekanan 1 atmosfer.
Oleh karena itu, perubahan entalpi penguraian suatu senyawa menjadi unsure-unsurnya sama besar dengan perubahan entalpi pembentukan, tetapi berlawanan tanda. Jika perubahan entalpi bertanda negative (eksoterm), maka perubahan entalpi penguraian bertanda positif (eksoterm) dengan harga yang sama.
Contoh :
H2 (g) + ½ O2 (g) --> H2O (l)ΔHof = -285,8 kJ/mol (Eksoterm)
H2O (l) --> H2 (g) + ½ O2 (g)ΔHod = +285,8 kJ/mol (Endoterm)
3) Perubahan Entalpi Pembakaran Standar ( ΔHoc)
Perubahan entalpi pembakaran standar (ΔHoc), adalah kalor yang dilepaskan dan atau diserap pada proses pembakaran 1 mol zat dalam keadaan standar (diukur pada temperature 298 K dan tekanan 1 atmosfer).
Contoh :
C (s) + O2 (g) --> CO2 (g) ΔHoc = -393,5 kJ/mol
CH4 (g) + 2 O2 (g) --> CO2 (g) + 2 H2O (l) ΔHoc = -889,5 kJ/mol