Produk Kami
Clumo - Smart Living, smart buying
Clumo - Smart Living, smart buying
Di era serba digital dan otomatisasi seperti sekarang, banyak aktivitas sehari-hari yang mulai dibuat lebih praktis dengan bantuan teknologi. Salah satu aktivitas sederhana namun sering merepotkan adalah mematikan atau menyalakan lampu tidur, terutama saat seseorang sudah merasa lelah atau mengantuk.
Beberapa orang masih menggunakan lampu tidur mini yang langsung dicolokkan ke stopkontak. Hal ini bisa terasa tidak praktis karena pengguna harus bangun, meraba-raba dalam gelap, dan mencabut colokan secara manual. Pengalaman seperti ini dapat mengganggu kenyamanan istirahat, terutama jika dilakukan setiap malam.
Konsep Produk
Nama Produk IoT yang kami pilih adalah Clumo. Berasal dari bahasa Inggris "Clap" yang artinya tepuk dan "Lumo" yang artinya Cahaya dalam bahasa latin.
Clumo menggunakan sensor suara. Alat akan mendeteksi suara tepuk tangan dari pengguna dan ketika suara terdeteksi, sistem akan mengaktifkan atau mematikan lampu tersebut. Lampu menggunakan energi daya rendah agar hemat energi dan tidak terlalu menyilaukan saat malam hari (balance untuk tidur)
Produk ini terdiri dari sistem elektronik yang dirancang untuk merespon suara secara otomatis dan mengendalikan aliran daya pada sumber pencahayaan. Rangkaian terdiri dari unit pemroses utama, sensor pendeteksi suara, modul pengendali arus, serta media perantara antar komponen. Semua elemen dirakit pada papan sirkuit sementara dan terhubung melalui kabel penghubung dengan sistem catu daya eksternal.
Komponen Clumo
LED 5 Watt
Papan Kayu
Sensor Suara
Arduino Nano
Kabel Jumper
Relay
Breadboard
Benang Wol
Kabel Steker
Biaya Produksi
Soal
Usaha Satu Arah Lighting memproduksi lampu tidur bulan otomatis dengan sensor suara (tepuk tangan).
Pada awal bulan, Satu Arah Lighting memiliki persediaan sebagai berikut:
Persediaan bahan baku mentah sebesar Rp 95.000
Persediaan bahan setengah jadi sebesar Rp 150.000
Persediaan lampu tidur siap jual sebesar Rp 100.000
Untuk proses produksi pada bulan tersebut, Satu Arah Lighting melakukan pembelian bahan baku langsung sebesar Rp 260.000.
Selain itu, terdapat biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 200.000 dan biaya overhead pabrik sebesar Rp 45.000.
Pada akhir bulan, diketahui sisa persediaan sebagai berikut:
Sisa bahan baku mentah sebesar Rp 30.000
Sisa bahan setengah jadi sebesar Rp 50.000
Sisa lampu tidur siap jual sebesar Rp 25.000
Berapakah Harga Pokok Produksi (HPP) dari Satu Arah Lighting pada bulan tersebut?
JAWABAN & LANGKAH PERHITUNGAN
Harga Pokok Produksi (HPP)
Perhitungan Bahan Baku yang Digunakan
Persediaan awal bahan baku mentah
= Rp 95.000
Pembelian bahan baku langsung
= Rp 260.000
Total bahan baku tersedia
= Rp 95.000 + Rp 260.000
= Rp 355.000
Dikurangi persediaan akhir bahan baku mentah
= Rp 30.000
Bahan baku yang digunakan
= Rp 355.000 − Rp 30.000
= Rp 325.000
Perhitungan Total Biaya Produksi
Bahan baku yang digunakan
= Rp 325.000
Biaya tenaga kerja langsung
= Rp 200.000
Biaya overhead pabrik
= Rp 45.000
Total biaya produksi
= Rp 325.000 + Rp 200.000 + Rp 45.000
= Rp 570.000
Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP)
Total biaya produksi
= Rp 570.000
Ditambah persediaan awal barang setengah jadi
= Rp 150.000
Dikurangi persediaan akhir barang setengah jadi
= Rp 50.000
Harga Pokok Produksi (HPP)
= Rp 570.000 + Rp 150.000 − Rp 50.000
= Rp 670.000
(Opsional) Harga Pokok Penjualan (HPPn)
(Jika diminta sampai barang terjual)
Harga pokok produksi
= Rp 670.000
Ditambah persediaan awal barang jadi
= Rp 100.000
Dikurangi persediaan akhir barang jadi
= Rp 25.000
Harga Pokok Penjualan
= Rp 670.000 + Rp 100.000 − Rp 25.000
= Rp 745.000