Kayu yang digunakan untuk membuat kendang biasanya adalah kayu nangka karena memiliki kualitas yang baik dibandingkan dengan kayu lainnya.
Tali rotan digunakan untuk mengikat tebokan bem dan kempyang pada urung, serta berfungsi untuk menyetem suara kendang dengan cara mengencangkan atau mengendurkan kekuatan ikatannya.
Kulit hewan digunakan sebagai bahan pada bagian tebokan. Kulit hewan yang umumnya digunakan adalah kulit sapi, kerbau, dan kambing. Kulit kerbau dan sapi biasanya dipasang pada tebokan bem yang menghasilkan bunyi rendah. Sedangkan kulit kambing biasanya dipasang pada tebokan kempyang yang dapat menghasilkan bunyi tinggi.
Tebokan kempyang : tebokan yang ukuran permukaannya kecil
Tebokan bem : tebokan yang ukuran permukaannya besar