Gambar Democritus
(sumber : https://penemu.co/demokritus-kisah-pencetus-teori-atom-pertama-di-dunia/)
Seorang filsuf Yunani yang bernama Democritus berpendapat bahwa jika suatu benda dibelah terus menerus, maka pada saat tertentu akan didapat bagian yang tidak dapat dibelah lagi. Bagian seperti ini oleh Democritus disebut atom. Istilah atom berasal dari bahasa yunani ―a‖ yang artinya tidak, sedangkan ―tomos‖ yang artinya dibagi. Jadi, atom artinya tidak dapat dibagi lagi. Pengertian ini kemudian disempurnakan menjadi, atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak dapat dibelah lagi namun masih memiliki sifat kimia dan sifat fisika benda asalnya. Atom dilambangkan dengan Z, X, A, dimana A = nomor massa (menunjukkan massa atom, merupakan jumlah proton dan neutron), Z = nomor atom (menunjukkan jumlah elektron atau proton). Protonbermuatan positif, neutron tidak bermuatan (netral), dan elektron bermuatan negatif. Massa proton = massa neutron = 1.800 kali massa elektron. Atom-atom yang memiliki nomor atom sama dan nomor massa berbeda disebut isotop, atom-atom yang memiliki nomor massa sama dan nomor atom berbeda dinamakan isobar, atom-atom yang memiliiki jumlah neutron yang sama dinamakan isoton.
Hipotesis yang menjadi dasar berkembangnya kimia modern. Hipotesis Dalton tentang atom secara ringkas adalah sebagai berikut:
Unsur tersusun atas partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi yang disebut dengan "atom".
Atom-atom yang menyusun suatu unsur adalah identik, baik massa, ukuran, dan sifatnya sama, sedangkan atom dari unsur yang berbeda mempunyai ukuran, massa, dan sifat yang berbeda.
Senyawa tersusun dari atom-atom yang terdiri dari dua unsur atau lebih dengan perbandingan tetap dan tertentu.
Atom tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan. Pada reaksi kimia terjadi penataan ulang atom atom atau berpisahnya penyusun senyawa dan kemudian bergabung kembali dengan komposisi yang berbeda.
Konsep Tentang atom yang dikemukakan oleh John Dalton lebih rinci dan lebih jelas dibanding yang dikemukakan oleh Democritus. Dari hipotesis yang pertama, sebenarnya John Dalton juga tidak bisa menjelaskan secara rinci seperti apakah bentuk atom. Akan tetapi, Dalton lebih realistis dengan menunjukkan bahwa atom dari unsur yang berbeda mempunyai ukuran dan sifat yang berbeda, misalnya ditunjukkan oleh perbedaan sifat antara unsur hidrogen dan oksigen, karena keduanya disusun dari atom yang berbeda. Hipotesis yang kedua lebih menjelaskan bahwa bila dua atom yang berbeda bergabung dengan perbandingan jumlah atom yang berbeda akan menghasilkan senyawa yang berbeda pula.
Gagasan tersebut memberikan penjelasan kepada Hukum Perbandingan Tetap atau Hukum Proust yang dikemukakan oleh Joseph Proust (1754 - 1826) pada tahun 1799. Hipotesis Dalton ini mendorong para ilmuwan pada waktu itu untuk terus bereksperimen tentang atom.
Berikut beberapa perkembangan model atom :
John Dalton adalah salah satu orang ahli kimia yang memperkenalkan teori atom ke dalam ilmu kimia. (https://www.merdeka.com/teknologi/john-dalton-ilmuwan-buta-warna-yang-sukses-di-bidang-kimia.html
Model atom dalton
Teori atom dalton dikemukakan berdasarkan dua hukum, yaitu hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap. adapun teori menurut atom dalton yaitu:
a) Atom adalah bagian terkecil yang tidak dapat dibagi lagi
b) Materi tersusun dari partikel-partikel yang disebut dengan atom
c) Semua atom dari suatu unsur mempunyai massa dan sifat yang sama,tetapi atom-atom dari suatu unsur berbeda dengan atom-atom dari suatu unsur lain, baik massa maupun sifat-sifatnya yang bebeda
d) Dua atom atau lebih akan membentuk suatu molekul, misalnya : H2O
Ada beberapa kelemahan dari argumentasi yang disampaikan oleh John Dalton. Argumentasi-argumentasi itu membuat teori dari Dalton bisa terbantahkan.
Teori Dalton menjadi teori atom tertua yang ada di dunia ini, oleh karena itu teori Dalton bisa saja terbantahkan karena adanya perkembangan teknologi. Salah satu contohnya adalah ketika atom bisa berubah unsur ketika direaksikan dengan nuklir.
Adanya isotop yang bisa membuat atom tidak sama lagi. Isotop bahkan menunjukkan bahwa setiap atom hanya sama nomor atomnya saja, sedangkan massa dari atom tersebut bisa berbeda.
Tidak bisa menjelaskan mengapa sebuah atom bisa menjadi penghantar arus listrik, padahal listrik adalah sebuah elektron yang bergerak.
Seiring dengan perkembangan zaman, telah ditemukan berbagai macam senyawa yang memiliki perbandingan bilangan yang sedikit rumit karena tidak bulat. Hal itu menyebabkan argumen dari teori Dalton yang mengatakan bahwa perbandingan antar senyawa adalah bulat.
Joseph John Thomson ialah seorang ilmuwan yang lahir di Cheetham Hill, di mana ia diangkat sebagai profesor fisika eksperimental sejak 1884. Penelitiannya membuahkan penemuan elektron. Thomson mengetahui bahwa gas mampu menghantar listrik. Ia menjadi perintis ilmu fisika nuklir. (
2. Model JJ Thomson
Joseph John Thomson ialah seorang ilmuwan yang lahir di Cheetham Hill, di mana ia diangkat sebagai profesor fisika eksperimental sejak 1884. Penelitiannya membuahkan penemuan elektron. Thomson mengetahui bahwa gas mampu menghantar listrik. Ia menjadi perintis ilmu fisika nuklir
Percobaan Thomson tentang konduksi listrik melalui gas-gas dalam tabung Crookes, menghasilkan suatu pendapat bahwa sinar katode terdiri atas partikel-partikel bermuatan negatif yaitu elektron. Selain itu logam-logam dengan pengaruh sinar UV atas panas dapat membebaskan partikel bermuatan negatif. Sehingga Thomson menyimpulkan bahwa elektron-elektron adalah partikel yang berasal dari atom.
Thomson menganggap atom selain terdapat elektron juga terdapat muatan positif, sehingga teorinya menyatakan atom sebagai suatu bola pejal bermuatan positif dan di permukaannya terdapat elektron-elektron atau lebih dikenal dengan model kue kismis. Selain roti kismis, teori atom thomson dapat diumpamakan sebagai semangka. Daging buah yang berwarna merah melambangkan ruang yang bermuatan posituf, sedangkan biji yang tersebar di dalamnya adalah elektron yang bermuatan negatif.
Ernest Rutherford, 1st Baron Rutherford of Nelson adalah seorang fisikawan kelahiran Selandia Baru yang bekerja sama meneliti atom dengan J.J. Thomson di Universitas Cambridge.
(sumber : https://blogmipa-kimia.blogspot.com/2018/04/model-atom-rutherford.html)
3. Model Atom Rutherford
Rutherford berhasil menangkap adanya nukleus di dalam atom.Ernest Rutherford mengungkapkan teori atom modern yang dikenal sebagai model atom Rutherford.
Atom tersusun dari:
Inti atom yang bermuatan positif.
Elektron-elektron yang bermuatan negatif dan mengelilingi inti.
Semua proton terkumpul dalam inti atom, dan menyebabkan inti atom bermuatan positif.
Sebagian besar volume atom merupakan ruang kosong. Hampir semua massa atom terpusat pada inti atom yang sangat kecil. Jari-jari atom sekitar 10–10 m, sedangkan jari-jari inti atom sekitar 10-15 m.
Jumlah muatan inti sama dengan jumlah muatan elektron yang bersifat netral.
Dengan percobaan ini, Thomson sampai pada kesimpulan bahwa ketika atom-atom bahan gas di dalam tabung dikenai tegangan tinggi, elektronnya terlepas dan diarahkan ke pelat positif.
Akibat penemuannya ini, Rutherford dinilai telah berjasa atas pengenalan konsep lintasan atau kedudukan elektron yang kelak disebut dengan kulit atom.
Niels Bohr adalah seorang ahli fisika yang pernah meraih hadiah Nobel Fisika pada tahun 1922.
( sumber : https://www.kompas.com/skola/read/2020/06/26/185308369/model-atom-bohr)
4. Model atom Bohr
Pada tahun 1913, berdasarkan analisis spektrum atom dan teori kuantum yang dikemukakan oleh Max Plank, Niels Bohr mengajukan model atom hidrogen, yaitu atom yang hanya mengandung satu elektron. Menurut Bohr elektron beredar mengitari intinya pada tingkat-tingkat energi tertentu, bagaikan planet-planet mengitari matahari dan elektron dapat berpindah dari tingkat energi satu ke tingkat energi yang lain.
Menurut Bohr, hanya terdapat orbit dalam jumlah tertentu, dan perbedaan antar orbit satu dengan yang lain adalah jarak orbit dari inti atom. Keberadaan elektron baik di orbit yang rendah maupun yang tinggi sepenuhnya tergantung oleh tingkatan energi elektron. Sehingga elektron di orbit yang rendah akan memiliki energi yang lebih kecil daripada elektron di orbit yang lebih tinggi.
Bohr menghubungkan elektron yang mengorbit dan pengamatan terhadap spektrum gas melalui sebuah pemikiran bahwa sejumlah energi yang dikandung dalam elektron dapat berubah, dan karena itu elektron dapat mengubah orbitnya tergantung dari perubahan energinya. Dalam situasi pemakaian arus listrik melewati gas bertekanan rendah, elektron menjadi de-eksitasi dan berpindah ke orbit yang lebih rendah. Dalam perubahan ini, elektron kehilangan sejumlah energi yang merupakan perbedaan tingkat energi kedua orbit. Energi yang dipancarkan ini dapat dilihat dalam bentuk sebuah photon cahaya yang panjang gelombangnya berdasar pada perbedaan tingkat energi kedua orbit.
Model Atom Bohr mempunyai beberapa kelemahan:
Teori atom Bohr hanya dapat menerangkan spektrum atom yang saderhana, misal Hidrogen, dan tidak dapat menerangkan yang lebih rumit (nomor atom > 1)
Teori Bohr tidak dapat menjelaskan pengaruh medan magnet dalam atom hidrogen. Oleh karena itu, tidak mungkin membayangkan elektronberedar mengitari inti menuirut suatu orbit berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu.Kekurangan model atom Bohr disempurnakan dengan model atom mekanika kuantum. Model Atom Bohr : menyerupai sistem tata surya
Foto Erwin Schrodinger
(https://cerdika.com/teori-atom-mekanika-kuantum/)
5. Teori Atom Modern atau yang dikenal sebagai Teori Atom Mekanika Kuantum
Model atom mekanika kuantum didasari oleh prinsip yang disebut model atom mekanika kuantum. Pada skala atomik, sebuah elektron dapat ditinjau sebagai gejala gelombang yang tidak mempunyai posisi tertentu di dalam sebuah ruang. Posisi elektron diwakili oleh peluang paling besar yang dapat ditemukannya elektron yang ada di dalam sebuah ruang. Gejala gelombang merupakan gambaran dari gerak elektron. Untuk menjelaskan gejala gelombang tersebut digunakan persamaan dinamika Newton dan digantikan oleh persamaan Schrodinger yang menyatakan mengenai fungsi dari gelombang yang dibuat elektron.
Teori atom mekanika kuantum sendiri muncul setelah model atom Bohr.Berikut beberapa perbedaan model atom bohr dengan model atom mekanika kuantum.
Pada model atom Bohr: elektron mengelilingi inti atom melalui lintasan dan memiliki tingkat energi tertentu. Model atom mekanika kuantum: elektron mengitari inti atom melalui orbital tertentu yang membentuk kulit atom.
Pada model atom Bohr: elektron bergerak pada lintasannya dan membuat bentuk lingkaran seperti halnya pergerakan planet yang mengelilingi matahari. Model atom mekanika kuantum: elektronnya bergerak di dalam orbital dan melakukan gerakan gelombang.
Pada model atom Bohr: posisi sebuah elektron yang bergerak mengitari atom sendiri dapat ditentukan. Model atom mekanika kuantum: posisi dari sebuah elektronnya bergerak mengelilingi inti atom tersebut tidak dapat ditentukan secara pasti.
Pada teori atom Bohr: tidak mampu menjelaskan mengenai pengaruh dari medan magnet dalam atom hidrogen seperti pada contohnya mengapa spektrum hidrogen memiliki garis tambahan ketika diberikan pengaruh oleh medan magnet. Model atom mekanika kuantum: menjelaskan sifat atom serta molekul yang berelektron lebih dari satu, serta berdasarkan kenyataannya dapat dilihat dengan teliti, spektrum gas hidrogen yang ada tidak terdiri dari hanya satu garis, namun beberapa garis yang memiliki jarak yang saling berdekatan. Berdasarkan hal tersebut, lintasan yang ada memiliki sublintasan dimana tempat elektron ditemukan.