Diatas sepeda lintas Bogor - Jakarta.
Enam pemuda, Lima fixed gear, Satu MTB ban 26. Bertemu dipersimpangan jalan layang Pasar Rebo. Pukul 06.00 pagi dini hari. Menyebrangi jalur kereta dan berjalan menyusuri jalan aspal yang terbentang dari Bogor sampai Jakarta. Dengan tempo yang sama kami mengayuh pedal-pedal sepeda dan memainkan gerakan-gerakan unik khas fixed gear yang tidak memiliki sistem pengereman, biasa disebut "Brakeless."
Tetibanya di Kebun Raya Bogor kami meneruskan perjalanan menuju arah Surya Kencana untuk mencari santapan pagi dan berdikusi terkait destinasi selanjutnya. Cek-cek ban dan cek-cek rantai, hal ini perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kerusakan pada sepeda akibat perjalanan jauh. Minum beberapa teguk air, kemudian perjalanan dilanjutkan.
Destinasi yang terpilih adalah Rumah Kopi Ranin, cafe dengan tema alam yang menyuguhkan minuman dari variasi dari biji kopi terbaik dan beberapa makanan ringan. Tanjakan-turunan jadi santapan diawal perjalanan menuju Ranin, lokasi dibelakang kampus IPB Dramaga Bogor membuat hiburan berupa pemadangan di sepanjang jalur sangat indah, berupa persawahan dan pepohonan rindang.
Istirahat beberapa saat dan menunggu hujan reda. Membicarakan tentang prospek persepedahan dikedepannya, karena terlalu banyak yang berubah disaat pandemi terjadi diawal 2020. Ada rencana yang menjadi rusak atau justru ada sebuah skena yang terbentuk yang berpeluang untuk berkembang. Diskusi ringan yang dalam menghangatkan suasana hujan di sore hari itu.
Ketika hari mulai gelap dan hujan mulai pergi, jas hujan jadi opsi, perjalanan panjang ini diteruskan menuju tujuan utama yaitu pulang dengan selamat. Jalur yang berbeda menjadi opsi, ya Jalan Raya Parung. Beradu dengan truk dan beton basah akibat hujan deras, cukup tangguh untuk menurunkan kecepatan berkendara kawan-kawan fixed gear. Pelan-pelan akhirnya sampai juga di kota tercinta, Jakarta. Kembali dalam keadaan sehat dan bersemangat.
"Semoga bermanfaat, semoga Allah beri keamanan dan kesehatan saudara-saudarakuh"