"Perjalanan ini hanyalah sebuah perjalanan, bukan untuk menetap dan diam."
Sedikit bercerita tentang perjalanan sederhana yang medadak menjadi perjalanan perpisahan. Ya akhir bulan Agustus 2021 lalu, Saya dan @strbagass (Seorang kakak laki-laki dari satu adik laki-laki dan satu adik perempuan) sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk bersepeda di kota Bandung, alhasil kami memulainya si daerah Soreang, sebuah daerah di selatan kota Bandung bersama akang @ramadhanr_photography sebagai seorang photographer alam bagian sunda halus yang ramah lingkungan.
Bermula dengan gowes-gowes kecil di area kanal sekitar Soreang diwaktu senja. Tempat tersebut merupakan tempat yang unik dengan pemandangan pegunungan kota Bandung dan sungai disekitarnya seperti di kartun-kartun Jepang (biasanya ketika tokoh utama sedang kehilangan semangat sambil berjalan pulang kerumah), kami pun memulai obrolan pemuda yang bingung akan masa depannya.
Kemudian dilanjutkan beristirahat di Situ Cileunca pada malam harinya. Sebuah danau syahdu dengan suara burung dan serangga hutan diatara kabut-kabut embun diatas air. Obrolan malam dan setengah mengantuk yang kami lakukan disana menghasilkan destinasi yang sangat random yaitu sebuah spot pantai didaerah Garut Selatan.
Sesampainya di pantai kami langsung menjajakan pedal dan ban sepeda kami di sebuah bukit yang tidak tahu apa namanya tapi yang jelas pemandangan sore yang disuguhkan disana sangat hangat dan istimewa. Namun sayang masih terdapat sampah-sampah plastik yang tidak seharusnya berdiam disana.
Beristirahat, rehat dari perjalanan yang cukup jauh dari kota Bandung. Sambil menunggu tenggelam matahari di ufuk barat, kami mencoba memindahkan plastik-plastik sesuai kemampuan dan kapasitas trashbag kami. #ngepitmungutsampah
Spot terakhir adalah tebing pasir yang kami jajakan di pagi harinya. Tempat yang sangat cocok untuk menyaksikan terbitnya matahari di ufuk timur. Suasana tenang dan sepi hanya terdengar suara ombak dari arah Samudera Hindia. Semakin lama semakin terang menandakan kami harus segera pulang dan bertemu orang-orang tersayang, karena perjalanan ini hanyalah sebuah perjalanan. Bukan untuk menetap dan diam.