Asal usul
Songket merupakan salah satu kreasi tenun yang banyak dihasilkan di berbagai daerah di Indonesia. Proses dalam menghasilkan sebuah tenunan songket tidaklah mudah, melainkan suatu proses yang rumit, teliti dan membutuhkan waktu yang cukup lama, oleh karenanya dibutuhkan ketelitian serta ketekunan. Salah satu daerah tempat pengrajin kain songket adalah nagari Pandai Sikek di daerah Sumatera Barat. Meskipun tidak hanya di nagari Pandai Sikek, melainkan juga terdapat di beberapa nagari seperti, Silungkang, Koto Gadang, di daerah Kubang, Tanjung Sungayang dan Batipuh. Akan tetapi kerajinan tenun di Pandai Sikek telah ada dan berkembang sejak tahun 1850. Ketrampilan menenun songket di Nagari Pandai Sikek masih dimiliki oleh generasi tua sampai generasi mudanya. Ketrampilan ini tidak bisa diwariskan kepada generasi yang bukan dari daerah Pandai Sikek, karena ini merupakan pesan nenek moyang mereka.
Kerajinan tenun songket yang terdapat di Sumatera Barat tidak hanya terdapat di Nagari Pandai Sikek, melainkan terdapat di beberapa daerah seperti, Silungkang, Koto Gadang, di daerah Kubang, Tanjung Sungayang dan Batipuh. Akan tetapi menurut tulisan Jasper dan Mas Pirngadie dalam buku De Islandsche Kunstryverheid in Nederlandech Indie Deel II pada tahun 1912 pusat kerajinan tenun di Minangkabau antara lain terdapat di Pandai Sikek. Sesuai dengan tulisan itu kerajinan tenun di Pandai Sikek.
Songket Pandai Sikek memiliki sejarah yang kaya dan erat kaitannya dengan budaya Minangkabau di Sumatera Barat. Tradisi menenun songket ini diwariskan secara turun-temurun, menjadi simbol kemewahan dan status sosial, serta digunakan dalam berbagai acara adat dan upacara.songket Pandai Sikek adalah bagian penting dari identitas budaya Minangkabau, dengan sejarah yang panjang, keahlian yang diwariskan, dan fungsi yang beragam dalam kehidupan masyarakat.Tidak ada catatan resmi mengenai kapan tradisi tenun songket di Pandai Sikek dimulai, namun ada yang menyebutkan dibawa oleh nenek moyang bangsa Austronesia atau Malayo-Polynesia.Songket Pandai Sikek merupakan warisan budaya Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun, dengan keahlian menenun yang dikuasai oleh masyarakat asli Pandai Sikek.
Sejarah Kain Songket. Secara historis, penenunan kain Songket dikaitkan dengan wilayah dan budaya Palembang dan Minangkabau yang berasal dari pulau Sumatera. Menurut Hikayat Palembang, asal mula Songket bermula dari kemahkotaan Sriwijaya.Songket Pandai Sikek adalah kain songket khas Pandai Sikek, Sumatera Barat. Bahan pembuatannya adalah benang berwarna emas dan perak. Pola motifnya terbagi menjadi dua jenis yaitu cukie dan sungayang. Songket Pandai Sikek memiliki tiga motif wajib yaitu motif pohon pinang, motif biji bayam, dan motif jalinan lidi.
Dalam proses mewariskan, mereka tetap menggunakan cara-cara yang sudah diajarkan oleh nenek moyang mereka selama ratusan tahun yang lalu, yakni dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Tulisan ini ingin menjelaskan tentang sejarah lahirnya tenunan songket Pandai Sikek, proses dan teknik pembuatannya dan nilai-nilai yang terkandung di dalam motif yang dihasilkan dalam tenun songketnya.
Terdapat satu aturan atau sumpah dalam proses pewarisan bertenun songket yang diyakini oleh masyarakat Nagari Pandai Sikek, yakni bahwa kepandaian bertenun hanya boleh diwariskan kepada anak cucu yang berasal dari rumah gadang, seandainya sumpah itu dilanggar maka hidup mereka bak “ka bawah indak baurek, ka ateh indah bapucuak, di tangah-tangah digiriak kumbang, yang artinya bagi yang melanggar sumpah .