Songket Pandai Sikek memiliki sekitar 90 motif yang telah terinventarisasi. Motif-motif tersebut terdiri dari dua pola utama, yaitu "cukie" dan "sungayang". Motif cukie digunakan untuk mengisi bagian-bagian kain seperti tepi, kepala, badan, dan pembatas antara motif.
Berikut beberapa contoh motif dari Songket Pandai Sikek
Sumber: Andiamd(westsumatra360.com)
Motif pucuak rabuang (pucuk rebung) pada tenun songket Pandai Sikek memiliki makna sakral bagi masyarakat Minangkabau. Motif ini melambangkan harapan dan doa untuk pertumbuhan dan perkembangan yang baik, seperti rebung yang tumbuh menjadi bambu yang kuat dan bermanfaat dan juga untuk melambangkan teakad hati dalam mempunyai tujuan yang digunakan dengan baik dalam bermasyarakat untuk masa yang akan datang. Pucuk rebung yang tumbuh dengan cepat dan kokoh diartikan sebagai simbol harapan untuk pertumbuhan dan kemakmuran bagi keluarga dan masyarakat. Motif ini juga dikaitkan dengan keberuntungan dan kesuburan, karena rebung merupakan tanda awal dari pertumbuhan tanaman bambu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Sumber: IGkatalogjambiberkah(westsumatra360.com)
Bungo Melati adalah motif yang melambangkan keindahan dan kesucian dalam filosofi orang Minang. Melati, sebagai bunga yang harum dan cantik, menjadi simbol keanggunan dan kelembutan. Motif ini sering digunakan dalam upacara adat Minangkabau, seperti pernikahan, sebagai simbol kebahagiaan dan kesuksesan.
Sumber: Padang Expo(westsumatra360.com)
Motif Siriah Balai juga kerap digunakan pada kain songket yang melambangkan kehidupan yang penuh kebahagiaan dan keberhasilan. Dalam budaya Minangkabau, balai adalah tempat berkumpulnya keluarga dan kerabat, tempat berbagi cerita dan membangun hubungan yang erat. Motif ini juga menggambarkan kedamaian dan kehangatan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: Pelajarindo.com(westsumatra360.com)
Rangkiang adalah rumah tradisional Minangkabau yang memiliki keindahan arsitektur yang khas. Motif Rangkiang dalam Kain Songket Pandai Sikek melambangkan kestabilan, keberhasilan, dan kekuatan. Rangkiang juga merupakan simbol kebersamaan dan persaudaraan dalam budaya Minangkabau
Sumber: 3D warehouse
Maknanya yaitu seorang gadis akan pulang sebelum larut malam layaknya itik yang pulang ke kandang bila hari sudah petang dengan sendirinya, dan jika diabaikan maka akan menjadi aib dan membuat keluarga dan lingkungan si anak gadis menjadi malu.
Sumber: Padang Expo.com
Kaluk paku (gulungan pucuk pakis muda) pada ukiran rumah gadang melambangkan tanggung jawab seorang lelaki dalam adat Minangkabau kepada generasi penerus, sebagai ayah dari anak-anaknya dan sebagai mamak dari kemenakan (keponakan).
Sumber: studiozet.blogspot.com
Saluak laka" merupakan salah satu motif wajib dalam songket Pandai Sikek, sebuah kain tenun khas Sumatera Barat yang terkenal. Motif ini berbentuk seperti rantai berpilin dan memiliki makna penting tentang menjaga silaturahmi. Selain itu, songket Pandai Sikek memiliki ciri khas berupa motif yang padat, berisi, dan rapat, serta penggunaan benang emas atau tembaga yang membuatnya sangat berat.