Proses Pembuatan
Pembuatan tenun songket dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah penenunan kain dasar dengan konstruksi tenunan rata atau polos. Caranya benang benang yang akan dijadikan kain dasar (ditenun) dihubungkan ke paso. Posisi benang yang membujur ini oleh masyarakat Pandai Sikek disebut “benang tagak”. Setelah itu, benang-benang tersebut direnggangkan dengan alat yang disebut palapah. Pada waktu memasukkan benangbenang yang arahnya melintang, benang tagak direnggangkan dengan alat yang disebut palapah. Pemasukkan benang-benang yang arahnya melintang ini menjadi relatif mudah karena masih dibantu dengan pancukia dengan hitungan tertentu menurut motif yang akan dibuat. Setelah itu, pengrajin menggerakkan karok dengan menginjak salah satu tijak-panta untuk memisahkan benang sedemikian rupa, sehingga ketika benang pakan yang digulung pada kasali yang terdapat dalam skoci atau turak dapat dimasukkan dengan mudah, baik dari arah kiri ke kanan (melewati seluruh bidang karok) maupun dari kanan ke kiri (secara bergantian). Benang yang posisinya melintang itu ketika dirapatkan dengan karok yang bersuri akan membentuk kain dasar.
Tahap kedua adalah pembuatan ragam hias dengan benang emas. Caranya agak rumit karena untuk memasukkannya ke dalam kain dasar mesti melalui perhitungan yang teliti. Dalam hal ini bagian-bagian yang menggunakan benang lusi ditentukan dengan alat yang disebut pancukie yang terbuat dari bambu. Konon, pekerjaan ini memakan waktu yang cukup lama karena benang lusi/lungsin itu harus dihitung satu persatu dari pinggir kanan kain hingga pinggir kiri menurut hitungan tertentu sesuai dengan contoh motif yang akan dibuat. Setelah jalur benang emas itu dibuat dengan pancukie, maka ruang untuk meletakkan turak itu diperbesar dengan alat yang disebut palapah. Selanjutnya, benang emas tersebut dirapatkan satu demi satu, sehingga membentuk ragam hias yang diinginkan.
Sedangkan Christyawaty dan Ernatip (2009: 42-43) membagi proses pembuatan tenun menjadi tiga tahap, yakni tahap persiapan yaitu menyiapkan seluruh benang yang akan digunakan sesuai dengan motif yang akan dibuat, tahap pengerjaan sampai pada tahap terakhir yakni tahap penyelesaian. Lama tidaknya pembuatan suatu tenun songket, selain bergantung jenis pakaian yang dibuat dan ukurannya, juga kehalusan dan kerumitan motif songketnya. Semakin halus dan rumit motif songketnya, akan semakin lama pengerjaannya. Pembuatan sarung dan atau kain misalnya, bisa memerlukan waktu kurang lebih satu bulan. Bahkan, seringkali lebih dari satu bulan karena setiap harinya seorang pengrajin rata-rata hanya dapat menyelesaikan kain sepanjang 5-10 cm. Dalam pemeliharaan kain songket tidak boleh dilipat akan tetapi digulung dengan kayu bulat yang berdiameter 5 cm. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar bentuk motifnya tetap bagus dan benang emas-nya tidak putus, sehingga songketnya tetap dalam keadaan baik dan rapi dan bertahan lama .
Youtube
Proses pembuatan songket
Cara membuat songket
Cara membuat songket
Proses Sederhana Pembuatan
1. Persiapan Bahan
Pewarnaan Benang yaitu benang-benang (biasanya sutra, kapas, katun, atau bahan lain) diwarnai sesuai dengan desain yang diinginkan. Penjejakan yaitu benang lungsi (benang dasar) diatur dan ditenun untuk membentuk dasar kain.
2.Pemasangan Benang Lungsi
Benang lungsi (benang vertikal) dihubungkan ke alat tenun tradisional, disebut "pasi". Benang lungsi direnggangkan dengan alat yang disebut "palapah". Benang disusun di palantai (alat penyusun lungsin), biasanya dilakukan oleh ibu-ibu penenun dengan sangat hati-hati.Lungsin disusun sejajar secara vertikal dan direntangkan ke alat tenun.Proses ini disebut "mamalantai" dan bisa memakan waktu beberapa hari tergantung panjang kain.
3. Pembuatan Motif (Tenun)
Penambahan Benang Pakan yaitu benang emas dan perak (atau benang lain yang sesuai) dimasukkan secara silang dengan benang pakan untuk menciptakan motif.Teknik tenun yaitu proses tenun dilakukan dengan hati-hati untuk menciptakan motif yang rumit dan detail. Penenun menggerakkan benang pakan (horizontal) secara bolak-balik, membentuk dasar kain.Bagian ini bisa menggunakan warna polos atau bermotif lembut sebagai latar belakang songket.Diperlukan konsistensi ketegangan benang agar kain tidak bergelombang.
4.Penyelesaian
Perapian dan Finishing yaitu setelah kain selesai ditenun, dilakukan perapian dan finishing untuk memastikan keindahan dan kualitas kain. Setelah selesai, kain diperiksa: apakah ada benang longgar, motif tidak rapi, atau kekusutan.Kain kemudian disetrika, digunting rapi, dan disimpan di tempat kering agar tidak rusak.Dalam beberapa kasus, kain juga diberi aroma khas atau rempah untuk menjaga kualitasnya.
5.Pelabelan dan Pengemasan
Untuk produk UMKM atau modern, songket diberi label merek, tag informasi motif, dan kemasan khusus.Siap dipasarkan secara lokal, nasional, atau ekspor.Proses pembuatan songket Pandai Sikek adalah proses yang membutuhkan keahlian, kesabaran, dan ketelitian. Hasilnya adalah kain songket yang indah,mewah,dan memiliki nilai budaya yang tinggi.