Masalah non-demografi adalah masalah yang tidak berkaitan langsung dengan perubahan jumlah, struktur, atau distribusi penduduk. Masalah ini lebih terkait dengan faktor-faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan yang mempengaruhi kehidupan masyarakat, tetapi tidak secara langsung mempengaruhi karakteristik kependudukan seperti kelahiran, kematian, atau migrasi.
Masalah demografi terdiri atas 5 perkara :
Kemiskinan ( Tingkat kemiskinan yang tinggi dapat menyebabkan masalah lain seperti kurangnya akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan ekonomi, yang pada akhirnya dapat menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. )
Pendidikan yang rendah ( Kualitas pendidikan yang rendah dapat menyebabkan kurangnya keterampilan dan pengetahuan, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia. )
kesehatan penduduk rendah (Dengan pendapatan rendah, keluarga miskin jadi sulit menjangkau makanan bergizi, layanan kesehatan yang layak, dan pendidikan yang berkualitas. Akibatnya, tingkat kesehatan penduduk jadi rendah karena gizi buruk dan penyakit mudah menyebar. Begitu juga dengan pendidikan rendah karena anak-anak terpaksa putus sekolah untuk membantu ekonomi keluarga atau memang tidak ada biaya.)
pendapatan penduduk rendah (Kalau banyak yang menganggur atau kerjanya serabutan dengan upah kecil karena persaingan ketat, otomatis pendapatan penduduk secara keseluruhan jadi rendah. Uang yang beredar di masyarakat jadi sedikit.
Pengangguran ( pengangguran adalah jumlah pencari kerja lebih banyak dari lowongan kerja yang tersedia. Ini sering diperparah oleh ledakan penduduk yang menambah angkatan kerja dengan cepat, sementara pertumbuhan ekonomi lambat menciptakan sedikit lapangan kerja baru. Akibatnya, banyak orang tidak punya penghasilan, mendorong kemiskinan, menurunkan daya beli, membatasi akses ke kesehatan dan pendidikan, serta menekan pendapatan rata-rata dan PDB per kapita secara keseluruhan. Pengangguran menghambat potensi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.)