Atmosfer adalah lapisan gas yang menyelubungi bumi. Dalam sfera ini, berbagai fenomena alam seperti cuaca, suhu, angin, radiasi matahari, pembentukan awan, kelembapan udara, dan hujan berlangsung. Lapisan atmosfer memiliki peranan yang sangat vital bagi kelangsungan hidup. Di lapisan inilah terdapat udara yang kita gunakan untuk bernapas. Selain itu, atmosfer juga berfungsi sebagai media perambatan berbagai gelombang elektromagnetik yang memungkinkan kita menikmati layanan radio, internet, dan siaran televisi.
Atmosfer memiliki pengaruh terhadap kondisi iklim dan cuaca di suatu daerah. Hal ini kemudian berkontribusi pada adanya keanekaragaman sumber daya alam, jenis tumbuhan dan hewan (flora dan fauna), serta pola aktivitas dan budaya masyarakat setempat. Akan tetapi, perlu diingat bahwa aktivitas manusia juga dapat memberikan dampak pada atmosfer. Pemanasan global dan perubahan iklim adalah salah satu contoh nyata dari pengaruh tersebut. Beberapa bencana alam yang berkaitan dengan perubahan pada lapisan-lapisan udara termasuk hujan badai dan tornado.
Sebagai lapisan gas yang mengelilingi planet bumi, atmosfer, atau yang juga dikenal sebagai selubung gas, berada di atas permukaan bumi. Jika diukur dari titik nol permukaan bumi, ketinggian lapisan atmosfer mencapai sekitar 500 kilometer atau 321 mil.
Atmosfer tersusun dari berbagai gas, di antaranya adalah nitrogen, oksigen, argon, karbondioksida, dan unsur-unsur lainnya. Nitrogen (sekitar 78,08%) dan oksigen (sekitar 20,95%) merupakan komponen gas utama penyusun atmosfer. Salah satu peran penting lapisan atmosfer adalah melindungi kehidupan di bumi dari bahaya radiasi ultraviolet, serta tumbukan meteor, komet, asteroid, dan benda-benda langit lainnya.
Lapisan tersebut terdiri atas berbagai macam gas dengan presentase volume dan kepadatan atau density yang berbeda-beda.
1. Nitrogen (N2) sebanyak 78,08%
2. Oksigen (O2) sebanyak 20,95%
3. Argon (Ar) sebanyak 0,95%
4. Karbon dioksida (CO2) sebanyak 0,034%
5. Unsur-unsur lain, seperti neon (Ne), helium (He), ozon (O3), hidrogen (H2), kripton (Kr), metana (CH4), dan xenon (Xe).
Selain itu terdapat unsur penting dalam atmosfer salah satunya merupakan uap air. Uap air (H2O) sangat penting dalam proses perubahan iklim. Uap air juga dapat berubah wujud menjadi padat atau gas evaporasi, prespitasi2, dan kondensasi. Uap air yang berasal dari penguapan air laut dan air permukaan lainnya serta proses transpirasi oleh mahluk hidup.
Sifat fisik atmosfer:
1. Berada di ketinggian 0 km di atas permukaan tanah sampai dengan 560 km di atas permukaan tanah.
2. Terdiri atas beberapa unsur, seperti gas, debu, dan uap air.
3. Tidak berwarna, tidak berwujud, tidak berbau, serta bisa dirasakan dalam bentuk angin.
4. Dapat menyebabkan tekanan karena memiliki berat.
5. Dapat mengembang dan menyusut (dinamis).
6. Terdiri dari lapisan-lapisan udara.