APOTEK HIDUP
Tanaman Obat Keluarga ( TOGA )
APOTEK HIDUP
Tanaman Obat Keluarga ( TOGA )
LENGKUAS
Lengkuas, laos atau kelawas (bahasa Karo) (Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Lengkuas adalah salah satu jenis rempah-rempah yang banyak ditanam di Asia, seperti India, Arab, Cina, Sri Lanka, dan Indonesia.[3] Umumnya masyarakat memanfaatkannya sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional. Pemanfaatan lengkuas untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang kemudian dicelupkan begitu saja ke dalam campuran masakan, sedangkan untuk pengobatan tradisional yang banyak digunakan adalah lengkuas merah.
Lengkuas dapat tumbuh di tempat yang terbuka; di bawah sinar matahari penuh atau yang sedikit terlindung. Lengkuas dapat tumbuh dengan baik di tanah yang lembab dan gembur dan akan kesulitan tumbuh di tanah yang becek. Lengkuas tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut. Di Indonesia, lengkuas banyak ditemukan tumbuh liar di hutan jati atau di semak belukar.[4]
Kandungan gizinya pun tidak jauh berbeda dengan rempah jahe. Lengkuas sebanyak 100 gram mengandung energi dan zat gizi di bawah ini.
Energi: 26 kkal
Protein: 1 gram
Lemak: 0,3 gram
Karbohidrat: 4,7 gram
Serat: 1,1 gram
Vitamin A: 5.000 mikrogram
Tiamin (vitamin B1): 0,08 miligram
Riboflavin (vitamin B2): 0,06 miligram
Niasin (vitamin B3): 0,3 miligram
Vitamin C: 50 miligram
Kalsium: 50 miligram
Fosfor: 50 miligram
Zat besi: 2 miligram
Natrium: 24 miligram
Kalium: 137 miligram
Zinc: 0,3 miligram
Lengkuas juga merupakan sumber berbagai antioksidan dan zat fitokimia yang berguna bagi tubuh. Beberapa di antaranya yaitu beta-sitosterol, galangin, emodin, quercetin, dan polifenol.
Berbagai manfaat lengkuas bagi kesehatan
Lengkuas tak hanya membuat masakan terasa lezat, tapi juga berpotensi memberikan tubuh Anda khasiat di bawah ini.
Bumbu-bumbu seperti jahe, lengkuas, dan kunyit telah sejak lama digunakan sebagai obat diare alami. Pasalnya, bumbu dan rempah yang Anda gunakan ketika memasak biasanya mengandung zat tertentu yang bersifat antimikroba atau antibakteri.
Zat antibakteri tersebut juga ada pada lengkuas. Menurut sebuah penelitian pada 2018, ekstrak lengkuas dengan konsentrasi tinggi dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Ini merupakan bakteri utama yang menjadi penyebab diare.
Sifat antimikroba pada lengkuas juga dapat menghalau bakteri lain. Beberapa penelitian di laboratorium menyebutkan bahwa tanaman ini mampu mematikan bakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus yang kerap menginfeksi manusia.
Menambahkan rimpang ke dalam masakan juga bisa menurunkan risiko infeksi bakteri yang berasal dari kerang mentah. Beberapa studi lain pun menunjukkan potensi bumbu ini dalam menghalau jamur dan parasit, tapi para ahli perlu mengkajinya lebih lanjut.
Lengkuas mengandung beragam antioksidan yang berpotensi menurunkan risiko tumor dan kanker. Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa galangin, zat aktif pada tumbuhan ini, bisa mematikan sel kanker dan mencegahnya bertumbuh.
Para ahli menemukan bahwa galangin khususnya ampuh dalam mematikan sel kanker usus besar. Tidak berhenti di situ, penelitian lain pun menunjukkan potensi zat ini dalam melawan sel kanker kulit, hati, saluran empedu, hingga payudara.
Seperti kebanyakan bumbu dan rempah, lengkuas juga membantu meredakan radang yang disebabkan oleh penyakit di dalam tubuh. Sifat ini berasal dari HMP, zat fitokimia yang potensi antiradangnya telah terbukti dalam sejumlah studi terhadap hewan.
Selain itu, banyak tumbuhan dari keluarga rimpang juga mengandung galangal. Zat ini membantu meredakan nyeri yang merupakan salah satu gejala peradangan, misalnya akibat radang sendi. Namun, khasiat ini masih perlu dikaji lebih lanjut.
Berkat khasiat lengkuas dalam meredakan radang, para ahli menduga bahwa bumbu ini mungkin dapat membantu meringankan gejala asma. Pasalnya, gejala asma muncul karena peradangan dan pembengkakan pada saluran napas.
Tumbuhan ini juga memiliki efek antispasmodik sehingga mampu melebarkan saluran bronkus pada paru-paru. Penggunaan lengkuas mungkin juga dapat mengurangi dahak sehingga dapat melegakan pernapasan saat asma menyerang.
Masyarakat India sering menggunakan bumbu ini untuk meredakan nyeri dada, suara serak, dan sakit tenggorokan secara alami. Caranya dengan mencampurkan beberapa sendok kecil lengkuas bubuk dengan air panas, lalu meminum larutannya secara rutin.
Akar rimpang ini mungkin dapat melegakan keluhan tersebut karena sifatnya sebagai ekspektoran alias pengencer dahak. Sifat antiradangnya kemungkinan juga membantu meringankan gejala batuk atau sakit tenggorokan.
Zat antiradang dan pereda nyeri pada tanaman rimpang memiliki khasiat yang luas, salah satunya membantu mengobati luka bakar ringan. Untuk menggunakan bahan ini sebagai obat luka bakar alami dan dapat memperoleh manfaatnya, coba tumbuk beberapa iris lengkuas dan oleskan pada kulit yang bermasalah.
Sumber : https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-lengkuas-kesehatan/