APOTEK HIDUP
Tanaman Obat Keluarga ( TOGA )
APOTEK HIDUP
Tanaman Obat Keluarga ( TOGA )
Bawang daun (Allium fistulosum L.; bahasa Inggris: Welsh onion atau Japanese bunching onion) adalah sejenis bawang perennial. Nama lain dalam bahasa asing untuk tumbuhan ini termasuk green onion, spring onion, scallion, escallion, dan salad onion. Nama-nama ini dapat berarti jamak, karena dipakai untuk sejumlah tumbuhan serupa, atau tumbuhan bawang berdaun yang lain dari genus Allium. Spesies ini sangat mirip bau dan rasanya dengan bawang bombai yang paling umum dipakai, Allium cepa, dan sudah ada hibrida di antara kedua tumbuhan ini. Bawang daun tidak membentuk bulb, dan daun-daunnya berongga di tengahnya ("fistulosum" artinya "berongga") dan scapes. Varietas luas bawang daun menyerupai bawang prei, sedemikian sehingga dipakai kata Jepang 'negi', sedangkan varietas yang lebih sedikit menyerupai chive. Banyak bawang daun dapat berbiak dengan membentuk clump perennial evergreen
Kandungan gizi pada daun bawang
Berikut ini adalah kandungan nutrisi yang bisa ditemukan dalam 100 gram daun bawang:
Air: 89.83 gram (g)
Protein: 1.83 g
Lemak total: 0.19 g
Karbohidrat: 7.34 g
Serat: 2.6 g
Kalsium: 72 miligram (mg)
Zat besi: 1.48 mg
Magnesium: 20 mg
Fosfor: 37 mg
Kalium: 276 mg
Natrium: 16 mg
Seng: 0.39 mg
Tembaga: 0.083 mg
Mangan: 0.16 mg
Asam askorbat (Vitamin C): 18.8 mg
Thiamin (Vitamin B1): 0.055 mg
Riboflavin (Vitamin B2): 0.08 mg
Niasin (Vitamin B3): 0.525 mg
Asam pantotenat (Vitamin B5): 0.075 mg
Vitamin B6: 0.061 mg
Vitamin A: 50 µg
Dari berbagai kandungan gizi tersebut, ada banyak manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi daun bawang, seperti berikut:
Daun bawang memiliki kandungan serat yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Hal ini juga terbukti dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2019 lalu.
Penelitian tersebut menyatakan bahwa kadar kolesterol LDL bisa turun jika Anda rutin mengonsumsi makanan berserat, salah satunya adalah daun bawang.
Bahkan, tak hanya itu, penggunaan daun bawang juga bisa membantu Anda mengurangi dosis penggunaan obat-obatan statin beserta efek samping penggunaannya.
Daun bawang memiliki kandungan mineral yang ternyata memberikan manfaat dalam menjaga kesehatan jantung. Ya, kandungan kalium, magnesium, dan kalsium dalam daun bawang ternyata dapat menjaga tekanan darah yang dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.
Tak hanya itu, kadar kalium yang memadai pada tubuh juga penting dalam membantu perpindahan sinyal listrik pada sistem saraf dan jantung.
Tak heran jika rutin mengonsumsi makanan tinggi kalium seperti daun bawang dapat melindungi Anda dari masalah detak jantung yang tidak beraturan.
Daun bawang memiliki kandungan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan dan memiliki manfaat dalam mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes. Bila terjadi terus menerus, gula darah tinggi dapat meningkatkan potensi terjadinya stres oksidatif.
Stres oksidatif adalah kondisi saat tubuh tidak mampu melawan zat beracun, seperti radikal bebas, yang dapat mendorong perkembangan dari penyakit diabetes itu sendiri.
Oleh sebab itu, mengonsumsi daun bawang yang kaya akan antioksidan dapat membantu Anda mencegah radikal bebas sekaligus mengontrol kadar gula dalam darah atau diabetes.
Kandungan quercetin dan flavonoid yang terdapat pada daun bawang memiliki manfaat untuk mencegah kanker. Dukungan terhadap pernyataan ini juga melalui sebuah penelitan Curtin University pada tahun 2017.
Penelitian tersebut menyatakan bahwa quercetin dan flavonoid yang terdapat pada daun bawang memiliki sifat anti-inflamasi, antimikroba, dan antikanker sehingga dapat membantu tubuh melawan pembentukan sel kanker.
Dalam prakteknya, penggunaan ekstrak daun bawang dianggap memiliki efektivitas yang lebih tinggi, jika Anda ingin menggunakannya sebagai salah satu upaya pencegahan kanker.
Selain membantu melawan kanker, ternyata kandungan quercetin yang terdapat pada daun bawang juga memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya peradangan atau inflamasi.
Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2020 menyatakan bahwa quercetin memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Di samping itu, kandungan vitamin C yang juga terdapat di dalam daun bawang memberikan manfaat sebagai antioksidan yang berperan aktif dalam memerangi peradangan.
Percaya atau tidak, kandungan antioksidan yang terdapat pada daun bawang memberikan manfaat dalam meningkatkan kepadatan tulang. Selain itu, flavonoid yang terdapat dalam daun bawang memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan tulang secara menyeluruh.
Hal tersebut juga dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Nutrition in Gerontology and Geriatrics yang dilakukan pada tahun 2014 lalu.
Bahkan, penelitian tersebut menyatakan bahwa flavonoid memiliki dampak yang lebih besar terhadap kesehatan tulang, jika dibandingkan dengan vitamin D dan kalsium.
Daun bawang juga mengandung vitamin A yang memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan mata. Menurut American Optometric Association, vitamin A dapat membantu memperlambat progres perkembangan penyakit miopi atau rabun jauh, khususnya pada remaja dan anak muda.
Selain itu, kandungan lain dalam daun bawang, yaitu vitamin C, juga memberikan manfaat untuk mencegah kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan katarak. Oleh sebab itu, mengonsumsi daun bawang secara rutin juga dapat membantu menjaga kesehatan mata.
Sumber : https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-daun-bawang/