Adapun tokoh sentral yang paling berperan mengubah kondisi pendidikan di Indonesia, tiada lain adalah guru. Dia laksana ujung tombak sekaligus garda terdepan bagi pendidikan bangsa. Jika ingin melihat kualitas dan pendidikan sebuah bangsa, maka lihat dulu kualitas gurunya. Pasalnya, apapun sistem, software, dan hardware pendidikan sebuah bangsa, tanpa didukung oleh kualitas dan profesionalisme gurunya, maka kecil kemungkinan pendidikan bangsa yang bersangkutan akan mencapai keberhasilan. Demikian pula sebaliknya.
Mutu sekolah dapat dilihat dari budaya yang hidup dan dikembangkan warga sekolah. Budaya sekolah adalah sekumpulan nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan symbol-simbol yang dipraktekkan oleh kepala sekolah, guru, petugas administrasi, siswa dan masyarakat sekitar sekolah. Nilai-nilai dalam budaya sekolah mencakup: kebiasaan hidup, etika, kejujuran, kasih sayang, mencintai belajar, bertanggung jawab, menghormati hukum dan peraturan, menghormati orang lain, mencintai pekerjaan, suka menabung, suka bekerja keras, tepat waktu. Tahapan pengembangan model budaya sekolah meliputi: nilai, pengembangan tataran teknis, pengembangan tataran sosial, pengembangangan budaya sekolah di kalangan siswa, dan evaluasi budaya sekolah.
Di sekolah sangat mungkin ditemukan siswa yang yang bermasalah, dengan menunjukkan berbagai gejala penyimpangan perilaku. yang merentang dari kategori ringan sampai dengan berat. Upaya untuk menangani siswa yang bermasalah,
Di sekolah sangat mungkin ditemukan siswa yang yang bermasalah, dengan menunjukkan berbagai gejala penyimpangan perilaku. yang merentang dari kategori ringan sampai dengan berat. Upaya untuk menangani siswa yang bermasalah,
Di sekolah sangat mungkin ditemukan siswa yang yang bermasalah, dengan menunjukkan berbagai gejala penyimpangan perilaku. yang merentang dari kategori ringan sampai dengan berat. Upaya untuk menangani siswa yang bermasalah,