Budidaya ikan secara konvensional, juga dikenal sebagai budidaya ekstensif atau tradisional, adalah sistem budidaya ikan yang mengandalkan pakan alami yang terdapat di lingkungan budidaya, seperti kolam. Dalam sistem ini, biasanya tidak ada penambahan pakan buatan atau input produksi lainnya, dan produktivitas sangat bergantung pada kesuburan alami lingkungan budidaya.
Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai budidaya ikan konvensional:
Ketergantungan pada Pakan Alami:
Sistem ini sangat bergantung pada keberadaan pakan alami yang ada di dalam wadah budidaya, seperti plankton, cacing, atau invertebrata kecil lainnya.
Produktivitas Rendah:
Karena ketergantungan pada pakan alami, produktivitas budidaya ikan secara konvensional cenderung lebih rendah dibandingkan dengan sistem budidaya intensif atau semi-intensif.
Biaya Produksi Rendah:
Keuntungan dari sistem ini adalah biaya produksinya yang relatif rendah karena tidak memerlukan banyak input tambahan, seperti pakan buatan dan obat-obatan.
Wadah Budidaya:
Sistem ini biasanya menggunakan kolam tanah sebagai wadah budidaya.
Contoh:
Sistem budidaya ikan pada tambak tradisional yang tidak diberi pupuk dan hanya mengandalkan pakan alami termasuk dalam sistem budidaya konvensional.