Budidaya intensif adalah sistem budidaya dengan input tinggi dan padat tebar sangat tinggi, ditujukan untuk memaksimalkan produksi dalam lahan atau wadah terbatas. Sistem ini membutuhkan kontrol penuh terhadap pakan, kualitas air, dan lingkungan hidup ikan atau udang.
Ciri-Ciri Umum:
Padat Tebar Tinggi: Bisa mencapai lebih dari 50 bahkan 100 ekor/m² tergantung jenis komoditas. Membutuhkan manajemen yang sangat ketat.
Sumber Pakan: 100% menggunakan pakan buatan berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi spesifik dari komoditas yang dibudidayakan.
Manajemen Air: Sangat ketat dan rutin. Umumnya menggunakan aerator kuat, sistem sirkulasi air, filtrasi biologis/mekanis, bahkan teknologi RAS (Recirculating Aquaculture System) atau Bioflok.
Teknologi: Menggunakan teknologi canggih untuk pemantauan suhu, pH, DO (Dissolved Oxygen), amonia, dan sistem manajemen otomatis.
Biaya Produksi: Tinggi; memerlukan investasi besar untuk infrastruktur, peralatan, pakan, tenaga teknis, dan kontrol harian.
Hasil Panen: Sangat tinggi, bisa mencapai 20–40 ton/ha atau lebih tergantung komoditas dan teknologi yang digunakan.
Risiko: Tinggi; sistem ini sensitif terhadap perubahan kecil dalam kualitas air atau kesalahan manajemen. Penyakit dan mortalitas bisa terjadi secara cepat jika tidak ditangani segera.
Contoh Penerapan:
Budidaya udang vaname dalam tambak plastik dengan bioflok dan kincir air 24 jam.
Budidaya ikan lele dalam kolam beton dengan sistem RAS (air diputar dan difilter terus-menerus).