Capaian Pembelajaran
Algoritma Pemrograman
Peserta didik mampu memahami objek-objek dan instruksi dalam sebuah lingkungan pemrograman blok (visual) untuk mengembangkan program visual sederhana berdasarkan contoh-contoh yang diberikan, mengembangkan karya digital kreatif (game, animasi, atau presentasi), menerapkan aturan translasi konsep dari satu bahasa visual ke bahasa visual lainnya, dan mengenal pemrograman tekstual sederhana.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini siswa diharapkan mampu:
1. memahami perbedaan antara scratch dan blockly;
2. membuat program sederhana dengan prinsip modularisasi;
3. mampu menggunakan konverter sistem bilangan; serta
4. memahami konsep modularisasi tanpa menggunakan teknologi.
Apersepsi
Apakah kalian pernah bermain dengan Scratch atau Blockly? Bagaimana pengalaman kalian dalam menciptakan sesuatu menggunakan blok-blok kode tersebut? Mari kita memahami pentingnya algoritma dan pemrograman dalam dunia teknologi dengan merinci literatur terkait. Literasi numerik memainkan peran kunci dalam memecahkan masalah matematika melalui kode, sementara literasi sains membantu kita mengaplikasikan konsep ilmiah ke dalam pemrograman, memungkinkan kita memodelkan fenomena alam secara efektif. Pemahaman modularisasi program, konverter sistem bilangan, dan aplikasi praktis seperti pemrograman dengan Ozobot memberikan dasar yang kokoh dalam pengembangan keterampilan pemrograman. Simak pembahasan berikut ini dengan saksama.