PROGRAM SUPERVISI AKADEMIK
SD MUHAMMADIYAH 48
TAHUN PELAJARAN 2023-2024
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DKI JAKARTA
JAKARTA BARAT
KATA PENGANTAR
Bismilahirrohmannirohhim, segala puji serta syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan segala kenikmatan dan kesempatan yang sangat luar biasa kepada kita sehingga rencana program supervisi akademik ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Supervisi merupakan pembinaan yang diberikan kepada seluruh guru agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan proses pembelajaran yang lebih baik. Diharapkan ini dapat memberikan penjelasan kepada kita semua tentang supervisi
Dalam penulisan laporan ini, kami menyadari bahwa rencana program ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
Tak lupa kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan program supervisi ini. Semoga Allah SWT memberikan balasan
Akhirnya, kami berharap semoga penyusunan rencana program ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan kwalitas pembelajaran
Wassalamualaikum Wr. Wb
.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dalam perkembangannya, kepala sekolah satuan pendidikan lebih diarahkan untuk memiliki serta memahami bahkan dituntut untuk dapat mengamalkan apa yang tertuangdalam peraturan menteri tentang kepengawasan. Tuntutan tersebut salah satunya tentang kompetensi dalam memahami metode dan teknik dalam supervisi. Seorang supervisor adalah orang yang profesional ketika menjalankan tugasnya, ia bertindak atas dasar kaidah-kaidah ilmiah untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Guru adalah salah satu komponen sumber daya pendidikan memerlukan pelayanan supervisi. Pentingnya bantuan supervisi pendidikan terhadap guru berakar mendalam dalam kehidupan masyarakat. Untuk menjalankan supervisi diperlukan kelebihan yang dapat melihat dengan tajam terhadap permasalahan dalam peningkatan mutu pendidikan, menggunakan kepekaan untuk memahaminya dan tidak hanya sekedar menggunakan penglihatan mata biasa, sebab yang diamatinya bukan masalah kongkrit yang tampak, melainkan memerlukan kepekaan mata batin.
Seorang supervisor membina peningkatan mutu akademik yang berhubungandengan usaha-usaha menciptakan kondisi belajar yang lebih baik berupa aspek akademis, bukan masalah fisik material semata. Ketika supervisi dihadapkan pada kinerja dan pengawasan mutu pendidikan oleh pengawas satuan pendidikan, tentu memiliki misi yang berbeda dengan supervisi oleh kepala sekolah. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada kepala sekolah dalam mengembangkan mutu kelembagaan pendidikandan memfasilitasi kepala sekolah agar dapat melakukan pengelolaan kelembagaan secara efektif dan efisien.
Dalam penyusunan laporan supervisi akademik ini akan dibahas mengenai pengertian supervisi akademik, tujuan supervisi akademik, fungsi supervisi akademik, prinsip dasar supervisi akademik dan tipe-tipe supervisi akademik
B. Dasar Hukum
1. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang lima kompetensi kepala sekolah. Kompetensi kepala sekolah yang keempat ialah kompetensi Supervisi Akademik.
2. Permendiknas No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses
3. Permendikbud No. 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah
4. Permendikbud No. 15 Tahun 2018 tentang Pememnuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah
C. Tujuan
Tujuan supervisi akademik adalah:
1. Membantu Guru agar dapat lebih mengerti/menyadari tujuan-tujuan pendidikan di sekolah, dan fungsi sekolah dalam usaha mencapai tujuan pendidikan itu.
2. Membantu Guru agar mereka lebih menyadari dan mengerti kebutuhan dan masalah-masalah yang dihadapi siswannya, supaya dapat membantu siswanya itu lebih baik lagi.
3. Untuk melaksanakan kepemimpinan efektif dengan cara yang demokratis dalam rangka meningkatkan kegiatan-kegiatan profesional di sekolah, dan hubungan antara staf yang kooperatif untuk bersama-sama meningkatkan kemampuan masing-masing.
4. Menemukan kemampuan dan kelebihan tiap guru dan memanfaatkan serta mengembangkan kemampuan itu dengan memberikan tugas dan tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuannya.
5. Membantu guru meningkatkan kemampuan penampilannya didepan kelas.
6. Membantu guru baru dalam masa orientasinya supaya cepat dapat menyesuaikan diri dengan tugasnya dan dapat mendayagunakan kemampuannya secara maksimal.
7. Membantu guru menemukan kesulitan belajar murid-muridnya dan merencanakan tindakan-tindakan perbaikannya.
8. Menghindari tuntutan-tuntutan terhadap guru yang diluar batas atau tidak wajar, baik tuntutan itu datangnya dari dalam (sekolah) maupun dari luar (masyarakat)
BAB II
A. Rencana Supervisi Akademik
Kompetensi kepala sekolah yang keempat ialah kompetensi Supervisi Akademik. kegiatannya meliputi: a) membuat jadwal pelaksananaan; b) menentukan teknik; c) memilih instrumen; d) menentukan metode; e) menentukan subjek dan objek; dan f) menentukan kriteria keberhasilan supervisi akademik. Perencanaan supervisi akademik sebagai pedoman dalam membuat laporan, setelah rencana dilanjutkan dengan pelaksanaan supervisi akademik. sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan supervisi akademik adalah pengalaman yang baik tentang bagaiamana melaksanakan supervisi akademik, selain itu sebagai bahan bacaan agar Saudara melaksanakan supervisi akademik tidak menyimpang dari kompetensi kepala sekolah, maka diharapkan membaca kembali Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang kompetensi supervisi akademik.
Kegiatan supervisi selanjutnya adalah menganalisis hasil supervisi akademik. Hasil analisis yang nantinya akan digunakan sebagai bahan pemberian umpan balik/feedback dan membuat rencana tindak lanjut. Untuk itu, lakukan analisis secara teliti dan tepat.
Rencana aksi tindak lanjut merupakan kegiatan di akhir program supervisi akademik. Pada kegiatan tindak lanjut kita menyusun kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan Supervisi Akademik yang belum dapat dicapai pada kegiatan supervisi akademik selanjutnya. Rencana aksi ini dapat dibuat bersama guru yang telah disupervisi dan mentor. Gunakan hasil evaluasi program supervisi akademik sebagai dasar penyusunan rencana tindak lanjut. Selain itu, agar rencana aksi tindak lanjut ini lebih sempurna, maka Saudara dapat menuangkan pegalaman guru yang baru disupervisi dengan dibantu oleh mentor.
B. Teknik-Teknik yang Digunakan dalam Pelaksanaan Supervisi
Teknik supervisi akademik adalah alat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhir dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Dalam pelaksanaan supervisi akademik, sebagai supervisor harus mengetahui dan memahami serta melaksanakan teknik – teknik dalam supervisi. Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok maupun secara perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi . Adapun teknik – teknik Supervisi adalah sebagai berikut :
1. Teknik Supervisi yang bersifat kelompok
Teknik Supervisi yang bersifat kelompok ialah teknik supervisi yang dilaksanakan dalam pembinaan guru secara bersama – sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam satu kelompok
Teknik Supervisi yang bersifat kelompok antara lain :
a. Pertemuan Orientasi bagi guru baru.
Pertmuan orientasi adalah pertemuan anatar supervisor dengan supervisee (Terutama guru baru) yang bertujuan menghantar supervisee memasuki suasana kerja yang baru dikutip menurut pendapat Sagala (2010 : 210) dan Sahertian (2008 : 86). Pada pertemuan Orientasi supervisor diharapkan dapat menyampaikan atau menguraikan kepada supervisee hal – hal sebagai berikut (Sahertian 2008 : 86) :
Sistem kerja yang berlaku di sekolah itu.
Proses dan mekanisme administrasi dan organisasi sekolah.
Biasanya diiringi dengan tanya jawab dan penyajian seluruh kegiatan dan situasi sekolah.
Sering juga pertemuan orientasi ini juga diikuti dengan tindak lanjut dalam bentuk diskusi kelompok dan lokakarya.
Ada juga melalui perkunjungan ke tempat – tempat tertentu yang berkaitan atau berhubungan dengan sumber belajar.
Salah satu ciri yang sangat berkesan bagi pembinaan segi sosial dalam orientasi ini adalah makan bersama.
Aspek lain yang membantu terciptanya suasana kerja ialah bahwa guru baru tidak merasa asing tetapi guru baru merasa diterima dalam kelompok guru lain.
b. Rapat guru
Rapat Guru adalah teknik supervisi kelompok melalui rapat guru yang dilakukan untuk membicarakan proses pembelajaan, dan upaya atau cara meningkatkan profesi guru. Tujuan teknik supervisi rapat guru adalah sebagai berikut :
Menyatukan pandangan – pandangan guru tentang masalah – masalah dalam mencapai makna dan tujuan pendidikan.
Memberikan motivasi kepada guru untuk menerima dan melaksanakan tugas – tugasnya dengan baik serta dapat mengembangkan diri dan jabatan mereka secara maksimal.
Menyatukan pendapat tentang metode kerja yang baik guna pencapaian pengajaran yang maksimal.
Membicarakan sesuatu melalui rapat guru yang bertalian dengan proses pembelajaran.
Menyampaikan informasi baru seputar belajar dan pembelajaran, kesulitan – kesulitan mengajar, dan cara mengatasi kesulitan mengajar secara bersama dengan semua guru disekolah.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam suatu rapat guru antara lain :
Tujuan – tujuan yang hendak dicapai harus jelas dan konkrit.
Masalah – masalah yang akan menjadi bahan rapat harus merupakan masalah yang timbul dari guru – guru yang dianggap penting dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Masalah pribadi yang menyangkut guru di lembaga pendidikan tersebut perlu mendapat perhatian.
Pengalaman – pengalaman baru yang diperoleh dalam rapat tersebut harus membawa mereka pada peningkatan pembelajaran terhadap siswa.
Partisipasi guru pada pelaksanaan rapat hendaknya dipikirkan dengan sebaik – baiknya.
Persoalan kondisi setempa, waktu, dan tempat rapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan rapat guru.
c. Studi kelompok antar guru
Studi kelompok antara guru adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah guru yang memiliki keahlian dibidang studi tertentu, seperti MIPA, Bahasa, IPS dan sebagainya, dan dikontrol oleh supervisor agar kegiatan dimaksud tidak berubah menjadi ngobrol hal – hal yang tidak ada kaitannya dengan materi. Topik yang akan dibahas dalam kegiatan ini telah dirumuskan dan disepakati terlebih dahulu. Tujuan pelaksanaan teknik supervisi ini adalah sebagai berikut :
Meningkatkan kualitas penguasaan materi dan kualitas dalam memberi layanan belajar.
Memberi kemudahan bagi guru – guru untuk mendapatkan bantuan pemechan masalah pada materi pengajaran.
Bertukar pikiran dan berbicara dengan sesama guru pada satu bidang studi atau bidang – bidang studi yang serumpun.
d. Diskusi
Diskusi adalah pertukaran pikiran atau pendapat melalui suatu percakapan tentang suatu masalah untuk mencari alternatif pemecahannya. Diskusi merupakan salah satu teknik supervisi kelompok yang digunakan supervisor untuk mengembangkan berbagai ketrampilan pada diri para guru dalam mengatasi berbagai masalah atau kesulitan dengan cara melakukan tukar pikiran antara satu dengan yang lain. Melalui teknik ini supervisor dapat membantu para guru untuk saling mengetahui, memahami, atau mendalami suatu permasalahan, sehingga secara bersama – sama akan berusaha mencari alternatif pemecahan masalah tersebut. Tujuan pelaksanaan supervisi diskusi adalah untuk memecahkan masalah – masalah yang dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari – hari dan upaya meningkatkan profesi melaluii diskusi.
Hal – hal yang harus diperhatikan supervisor sebagai pemimpin diskusi sehingga setiap anggota mau berpartisipasi selama diskusi berlangsung supervisor harus mampu :
Menentukan tema perbincangan yang lebih spesifik ;
Melihat bahwa setiap anggota diskusi senang dengan keadaan dan topik yang dibahas dalam diskusi.
Melihat bahwa masalah yang dibahas dapat dimengerti oleh semua anggota dan dapat memecahkan masalah dalam pengajaran.
Melihat bahwa kelompok merasa diperlukan dan diikutsertakan untuk mencapai hasil bersama.
Mengakui pentingnya peranan setiap anggota yang dipimpinnya.
e. Workshop
Workshop adalah suatu kegiatan belajar kelompok yang terjadi dari sejumlah pendidik yang sedang memecahkan masalah melalui percakapan dan bekerja secara kelompok. Hal – hal yang perlu diperhatikan pada waktu pelaksanaan workshop antara lain :
Masalah yang dibahas bersifat “Life cntred” dan muncul dari guru tersebut,
Selalu menggunakan secara maksimal aktivitas mental dan fisik dalam kegiatan sehingga tercapai perubahan profesi yang lebih tinggi dan lebih baik.
f. “Sharing of Experince” Tukar menukar pengalaman Tukar menukar pengalaman adalah suatu teknik perjumpaan dimana guru menyampaikan pengalaman masing-masing dalam mengajar terhadap topik-topik yang sudah diajarkan, saling memberi dan menerima tanggapan dan saling belajar satu dengan yang lain. Langkah – langkah melakukan sharing antara lain :
Menentukan tujuan yang akan dicapai.
Menentukan pokok masalah yang akan dibahas.
Memberikan kesempatan pada setiap peserta untuk menyumbangkan pendapat pendapat mereka
Merumuskan kesimpulan.
2. Teknik Individual dalam Supervisi
Teknik Individual Menurut Sahertian yang dikutip oleh Sagala (2010 : 216) adalah teknik pelaksanaan supervisi yang digunakan supervisor kepada pribadi – pribadi guru guna peningkatan kualitas pengajaran disekolah. Teknik – teknik individual dalam pelaksanaan supervisi antara lain :
a. Teknik Kunjungan kelas.
Teknik kunjungan kelas adalah suatu teknik kunjungan yang dilakukan supervisor ke dalam satu kelas pada saat guru sedang mengajar dengan tujuan untuk membantu guru menghadapi masalah/kesulitan mengajar selama melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kunjungan kelas dilakukan dalam upaya supervisor memperoleh data tentang keadaan sebenarnya mengenai kemampuan dan ketrampilan guru mengajar. Kemudian dengan yang ada kemudian melakukan perbincangan untuk mencari pemecahan atas kesulitan – kesulitan yang dihadapi oleh guru. Sehingga kegiatan pembelajaran dapat ditingkatkan. Kunjungan kelas dapat dilakukan dengan cara, yaitu :
Kunjungan kelas tanpa diberitahu,
Kunjungan kelas dengan pemberitahuan,
Kunjungan kelas atas undangan guru,
Saling mengunjungi kelas.
b. Teknik Observasi Kelas
Teknik observasi kelas dilakukan pada saat guru mengajar. Supervisor mengobservasi kelas dengan tujuan untuk memperoleh data tentang segala sesuatu yang terjadi proses belajar mengajar. Data ini sebagai dasar bagi supervisor melakukan pembinaan terhadap guru yang diobservasi. Tentang waktu supervisor mengobservasi kelas ada yang diberitahu dan ada juga tidak diberi tahu sebelumnya, tetapi setelah melalui izin supaya tidak mengganggu proses belajar mengajar. Selama berada dikelas supervisor melakukan pengamatan dengan teliti, dan menggunakan instrumen yang ada terhada lingkungan kelas yang diciptakan oleh guru selama jam pelajaran.
c. Percakapan Pribadi
Percakapan pribadi merupakan Dialog yang dilakukan oleh guru dan supervisornya, yang membahas tentang keluhan – keluhan atau kekurangan yang dikeluarkan oleh guru dalam bidang mengajar, di mana di sini supervisor dapat memberikan jalan keluarnya. Dalam percakapan ini supervisor berusaha menyadarkan guru akan kelebihan dan kekurangannya. mendorong agar yang sudah baik lebih di tingkatkan dan yang masih kurang atau keliru agar diupayakan untuk memperbaikinya.
d. Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)
Teknik ini dilakukan oleh sekolah-sekolah yang masih kurang maju dengan menyuruh beberapa orang guru untuk mengunjungi sekolah – sekolah yang ternama dan maju dalam pengelolaannya untuk mengetahui kiat – kiat yang telah diambil sampai seekolah tersebut maju. Manfaat yang dapat diperoleh dari teknik supervisi ini adalah dapat saling membandingkan dan belajar atas kelebihan dan kekurangan berdasarkan pengalaman masing – masing. Sehingga masing – masing guru dapat memperbaiki kualitasnya dalam memberi layanan belajar kepada peserta didiknya.
e. Penyeleksi berbagai sumber materi untuk mengajar.
Teknik pelaksanaan supervisi ini berkaitan dengan aspek – aspek belajar mengajar. Dalam usaha memberikan pelayanan profesional kepada guru, supervisor pendidikan akan menaruh perhatian terhadap aspek – aspek proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang efektif. supervisor harus mempunyai kemampuan menyeleksi berbagai sumber materi yang digunakan guru untuk mengajar. Adapun cara untuk mengikuti perkembangan keguruan kita, ialah dengan berusaha mengikuti perkembangan itu melalui kepustakaan profesional, dengan mengadakan "profesional reading ". Ini digunakan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Hal ini menyatakan bahwa teknik penyeleksian berbagai suber materi untuk mengajar memiliki arti bahwa Teknik ini yang menitik beratkan kepada kemampuan Supervisor dalam menyeleksi buku – buku yang dimiliki oleh guru pada saat mengajar yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan belajar mengajar.
f. Menilai diri sendiri
Guru dan supervisor melihat kekurangan masing-masing yang mana ini dapat memberikan nilai tambah pada hubungan guru dan supervisor tersebut,yang akhirnya akan memberikan nilai positif bagi kegiatan belajar mengajar yang baik. Menilai diri sendiri merupakan tugas yang tidak mudah bagi guru, karena suatu pengukuran terbalik karena selama ini guru hanya menilai murid-muridnya. Ada beberapa cara atau alat yang dapat digunakan untuk menilai diri sendiri, antara lain membuat daftar pandangan atau pendapat yang disampaikan kepada murid-murid untuk menilai pekerjaan atau suatu aktivitas guru di muka kelas. Yaitu dengan menyususun pertanyaan yang tertutup maupun terbuka, tanpa
perlu menyebutkan nama siswa.
B. Prosedur Kegiatan Supervisi Pengajaran / Pelayanan Profesional Guru
Secara keseluruhan prosedur supervise pendidikan dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Pengumpulan data
Dalam pengumpulan data, supervisor harus mendapatkan dara tentang keseluruhan situasi belajar mengajar dari murid, guru, program pengajaran, alat atau fasilitas dan situasi. Cara atau teknik pengumpulan data – data tersebut dapat dilakukan dengan observasi atau kunjungan kelas, pertemuan pribadi , studi laporan dan dokumen serta menyebarkan kuisioner atau angket.
b. Penyimpulan atau penilaian
Dalam prosedur penyimpulan atau penilaian harus memuat tentang keberhasilan murid, keberhasilan guru dan faktor – faktor penunjang dan penghambat dalam proses belajar mengajar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menentukan criteria penilaian bersama, pertemuan pribadi dan diskusi antar guru.
c. Diskusi kelemahan
Dalam prosedur supervisi ini, kekurangan atau kelemahan mengenai pribadi guru di depan kelas, penguasaan materi, penguasaan metode , hubungan antara personel dan administrasi kelas dapat dianalisis dengan cara melakukan pertemuan pribadi, rapat staf dan konsultasi dengan nara sumber / ahli.
d. Memperhatikan kelemahan dan meningkatkan kemampuan guru
Setelah kekurangan atau kelemahan guru didiskusikan dan telah dikemukakan bersama, maka seorang supervisor harus segera menindaklanjutinya dengan memperhatikan guru yang bersangkutan dengan maksud menungkatkan kemampuan guru tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memperoleh informasi secara langsung dari sumber terdekat dan penataran. Guru tersebut juga bisa diikutsertakan dalam program kunjungan antar kelas atau interschool visit demi memperlihatkan cara ajar guru di kelas atau di sekolah lain.
e. Bimbingan dan pengembangan
Tahap ini merupakan pengembangan dari prosedur sebelumnya, dimana dalam tahap ini guru akan menerapkan hasil usaha dan penataran yang telah dilakukan.
f. Penilaian kemajuan
Penilaian dilakukan dalam hal perubahan yang telah dicapai guru sebagai hasil peningkatan dan bimbingan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara kunjungan kelas langsung, pertemuan pribadi, observasi dan diskusi.
Melihat rangkaian prosedur kegiatan supervisi tersebut, pada dasarnya supervisor memiliki kewajiban untuk melakukanusaga memberikan pelayanan profesional kepada guru – guru.namun dalam melakukan hal tersebut, seorang supervisor hanya akan efektif apabila ia memahami persoalan mengajar belajar yang dihadapi oleh guru –guru. Untuk itu, seorang supervisor pendidikan dituntut untuk selalu ‘dekat’ dengan guru – guru dan menempatkan diri sebagai bagian dari sistem pengajaran.
C. Perangkat Supervisi
Salah satu perangkat yang digunakan dalam melaksankan supervisi ialah instrument observasi pembelajaran/check list terutama untuk supervisi kelas, supervisi klinis, dengan demikian diharapkan indikator yang diamati untuk setiap unsur yang diamati, antara lain
Persiapan dan apersepsi
Relevansi materi dengan tujuan instruksional
Penguasaan materi
Strategi
Metode
Manajemen kelas
Pemberian metivasi kepada siswa
Nada dan suara
Penggunaan bahasa
Gaya dan sikap perilaku.
D. Sasaran Supervisi
Adapun sasaran utama dari pelaksanaan kegiatan supervisi tersebut adalah peningkatan kemampuan profesional guru (Depdiknas, 1986; 1994 & 1995).
BAB III
PELAKSANAAN SUPERVISI
A. Melaksanakan Supervisi Akademik
Menyusun perencanaan supervisi akademik, maka sosialisasikan perencanaan supervisi akademik tersebut kepada guru yang akan disupervisi akademik. Membuat kesepakatan waktu bersama guru yang akan disupervisi akademik. Bila telah sepakat maka praktikkan kegiatan supervisi akademik mulai dari: (a) pemeriksaan kelengkapan perangkat pembelajaran, (b) mengamati pelaksanaan pembelajaran, dan (c) penilaian pembelajaran, dengan menggunakan instrumen yang telah disiapkan. Selanjutnya, identifikasikan masalah-masalah yang terjadi selama Saudara mempraktikkan supervisi akademik sesuai dengan pedoman supervisi akademik yang telah tersedia.
B. Menganalisis Hasil Pelaksanaan Supervisi Akademik
Menganalisis hasil pelaksanaan supervisi akademik untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan guru yang telah disupervisi akademik sebagai acuan dalam memberikan umpan balik, penyempurnaan instrumen, dan program tindak lanjut. Identifikasikanlah beberapa kekuatan dan kelemahan guru yang telah disupervisi akademik. Adapun, hal-hal yang perlu dianalisis, yaitu:
· Perencanaan pembelajaran, yang meliputi kelengkapan dokumen perangkat pembelajaran.
· Pelaksanaan pembelajaran.
· Penilaian pembelajaran.
C. Memberikan Umpan Balik/feedback dan Rencana Tindak Lanjut
Setelah melakukan evaluasi supervisi akademik, menentukan rencana tindak lanjut dengan langkah-langkah sebagai berikut.
· Mengkaji rangkuman hasil penilaian.
· Membuat rencana umpan balik/feedback, dan rencana tindak lanjut.
· Mengimplementasikan rencana aksi tersebut.
Lampiran-Lampiran
1. Perencanaan Supervisi Akademik
2. Jadwal Supervisi Akademik
3. Rekap Hasil Supervisi Akademik
4. Analisis Hasil Supervisi Akademik
5. Menindaklanjuti Hasil Supervisi Akademik
6. Rencana pemberian Umpan Balik
7. Rencana Tindak Lanjut Hasil Supervisi Akademik
8. Instrumen Supervisi Akademik
After we have supervised the teachers and colaborated in teaching, we suggested to have educational seminar to improve the methods of teaching.
(Setelah kita supervisi guru-guru dan kolaborasi dalam mengajar, kami menyarankan untuk mengikuti seminar pendidikan guna meningkatkan metode pengajaran)