A. Bahasa Indonesia
Iklan: informasi yang isinya untuk membujuk khalayak agar tertarik pada barang/jasa yang
ditawarkan.
Kalimat Iklan: menggunakan kalimat efektif berpola SPOK yang berpedoman pada kaidah
Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) yang baik dan benar.
Jenis Iklan Berdasarkan Media:
Iklan cetak: koran, baliho, poster, pamflet
Iklan elektronik: iklan TV, iklan radio, iklan internet
Jenis Iklan Cetak Berdasarkan Ukuran:
Iklan baris (kiri), iklan kolom (tengah), iklan display (kanan). (Sumber: Materikelas, Salamadian, Lestarikaryagemilang)
Iklan baris: 3-4 baris dan 1 kolom
Iklan kolom: 1 kolom, lebih tinggi daripada iklan baris
Iklan display: ukurannya lebih luas daripada iklan kolom
Unsur-unsur Iklan yang Baik:
Perhatian (attention): mampu menarik perhatian
Minat (interest): menarik minat calon konsumen agar mau membaca, mendengar, atau melihat pesan yang disampaikan
Keinginan (desire): mampu menggerakkan keinginan calon konsumen untuk memiliki, menikmati, atau memanfaatkan barang/jasa yang diiklankan
Rasa percaya (conviction): menciptakan kebutuhan calon konsumen
Tindakan (action): membujuk calon konsumen untuk membeli sesegera mungkin
B. IPS
Keragaman Sosial Budaya: perbedaan dalam masyarakat yang berpengaruh terhadap cara
hidup sehari-hari
Semboyan ”Bhinneka Tunggal Ika”: berbeda-beda tetapi tetap satu
Jenis-jenis Keragaman Sosial Budaya:
Keragaman suku bangsa: Suku Batak, Suku Minangkabau, Suku Dayak
Keragaman bahasa: bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Minang
Keragaman budaya: pakaian, rumah adat, tari, alat musik, makanan
Keragaman agama: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu
Faktor Penyebab Keragaman Suku Bangsa di Indonesia:
Perbedaan ras asal
Perbedaan geografis
Perbedaan latar belakang sejarah
Perkembangan daerah
Perbedaan agama
Kemampuan adaptasi
Kondisi Geografis yang Memengaruhi Keragaman Suku Bangsa:
Letak strategis di antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, di antara Benua Asia dan Australia
Indonesia sebagai negara kepulauan, masyarakatnya mengembangkan budaya daerah masing-masing
Perbedaan kondisi alam, termasuk perbedaan mata pencaharian dan bentuk rumah
Keadaan transportasi dan komunikasi yang masih terbatas
Penerimaan masyarakat terhadap perubahan
C. SBdP
Tangga Nada: urutan nada yang disusun berjenjang, mulai dari do-re-mi-fa-sol-la-si-do
Tangga Nada Minor: tersusun atas delapan not dengan interval 1 – ½– 1 – 1 – ½ – 1 – 1
Ciri Tangga Nada Minor:
Bersifat sedih
Kurang bersemangat
Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada la (A)
Contoh Lagu dengan Tangga Nada Minor: “Syukur”, “Gugur Bunga”
D. IPA
Hewan Ruminansia: hewan memamah biak pemakan tumbuhan (herbivor). Contoh: sapi,
kambing, kerbau
Memamah biak: mengunyah makanan sebanyak dua kali
D.1. Sistem Pencernaan pada Hewan Ruminansia
Mulut
Esofagus (kerongkongan)
Lambung
Usus
Anus
Bagian-bagian Lambung Sapi:
Sistem Pencernaan Sapi. (Sumber:Fredikurniawan.com)
Rumen (perut besar): tempat penyimpanan makanan sementara sebelum masuk ke retikulum
Retikulum (perut jala): tempat pencampuran makanan dengan enzim dan pembentukan gumpalan makanan
Omasum (perut kitab): tempat penggilingan makanan setelah gumpalan makanan dikunyah untuk kedua kalinya
Abomasum (perut masam): tempat pencernaan makanan secara kimiawi oleh enzim
D.2. Sistem Pencernaan pada Burung
Sistem Pencernaan Burung. (Sumber: Sumberilmuonline)
Paruh: mengambil makanan
Kerongkongan: tempat jalan makanan setelah ditelan
Tembolok: menyimpan makanan sementara
Lambung Kelenjar: mencerna makanan secara kimiawi
Lambung Pengunyah: mencerna makanan hingga hancur secara mekanik
Usus Halus & Besar: menyerap sari makanan dan air
Kloaka: tempat pembuangan sisa makanan
Tema 3 Subtema 2
A. Bahasa Indonesia
Contoh Iklan Media Elektronik:
Televisi
Radio
Internet
Ponsel (handphone)
Unsur-unsur dalam Kalimat Iklan:
Kalimat Deskriptif: menguraikan dan menjelaskan produk atau layanan yang ditawarkan
Kalimat Persuasif: mengajak dan membujuk orang untuk membeli dan memakai produk atau layanan yang ditawarkan
Imbuhan ber-: membuat kalimat aktif; tidak bisa dijadikan bentuk pasif
Makna Penggunaan Imbuhan ber-:
Melakukan pekerjaan: Bapak bertani di sawah.
Mempunyai: Gajah adalah hewan bertelinga lebar.
Memakai: Carilah dia yang berjaket biru.
Mengeluarkan/menghasilkan: Bebek milik Ayah bertelur tiga butir.
Menyatakan jumlah: Meskipun mereka hanya berdua, tetapi rumah itu terasa ramai.
Menyatakan panggilan: Via berpaman kepada adik ibu.
Menyatakan keadaan: Wilayah Puncak pagi itu berkabut.
B. IPS
Jenis-jenis Keragaman Sosial Budaya di Indonesia:
Keragaman Suku Bangsa: Suku Batak, Suku Minangkabau, Suku Dayak
Keragaman Bahasa: bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Minang
Keragaman Rumah Adat: Rumah Gadang, Rumah Lamin, Rumah Tongkonan
Keragaman Pakaian Tradisional: ulos, baju bodo, baju surjan
Keragaman Agama: Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu
C. SBdP
Pola Lantai: susunan pergerakan, perpindahan, dan pergeseran posisi dalam ruang tari
Jenis Pola Lantai:
Pola Garis Lurus: kesan sederhana tetapi kuat. Bisa dikembangkan menjadi pola horizontal, diagonal, zig zag, dan lain-lain.
Pola Garis Lengkung: kesan lembut tetapi lemah. Bisa dikembangkan menjadi pola melingkar, angka delapan, lengkung ke depan, dan lain-lain.
Contoh Pola Lantai pada Tari Kreasi Daerah:
Pola Garis Lurus: Tari Saman (Nanggroe Aceh Darussalam)
Pola Melingkar: Tari Kecak (Bali)
D. PKn
Sikap Positif dalam Menanggapi Keragaman Sosial Budaya:
Sikap Toleransi: rela menerima dan menghargai perbedaan dengan orang atau kelompok lain.
Sikap Empati: secara ikhlas mencoba merasakan pikiran dan perasaan orang lain.
Kedua sikap tersebut sangat penting agar keragaman sosial budaya yang ada tidak mengarah kepada perpecahan yang mengancam keutuhan bangsa dan negara.
E. IPA
E.1. Sistem Pencernaan pada Manusia
Urutan Proses Pencernaan pada Manusia:
1. Rongga Mulut: terjadi pencernaan secara mekanik (lidah dan gigi) dan pencernaan secara kimiawi (enzim amilase pada air ludah).
a. Lidah: membolak-balikkan makanan, mengecap berbagai rasa makanan.
Manis: ujung lidah
Asin: tepi depan lidah
Asam: tepi samping kiri dan kanan lidah
Pahit: pangkal lidah
b. Gigi: mengubah bentuk makanan agar mudah ditelan.
Gigi seri: memotong-motong makanan
Gigi taring: mengoyak makanan
Gigi geraham: mengunyah dan melumatkan makanan
2. Kerongkongan (Esofagus): mendorong makanan dari rongga mulut menuju lambung dengan gerak peristaltik, yaitu gerak mengembang, menyempit, meremas, dan mendorong makanan.
3. Lambung (Ventrikulus): tempat terjadinya pencernaan kimiawi terhadap protein.
Enzim Pepsin: mengubah protein menjadi pepton.
Enzim Renin: mengendapkan protein susu menjadi kasein.
Asam Klorida (HCl): membunuh kuman penyakit pada makanan.
4. Usus Halus: terjadi pencernaan kimiawi dan penyerapan sari-sari makanan yang dibantu cairan empedu dan enzim dari pankreas serta usus halus.
Usus dua belas jari (duodenum)
Usus kosong (jejunum)
Usus penyerapan (ileum)
5. Usus Besar (Kolon): terjadi pengendapan, penyerapan air, dan pembusukan oleh bakteri Escherichia coli. Hasil penyerapan air berupa ampas setengah padat yang disebut tinja (feses).
6. Anus: Feses berada di rektum (bagian akhir usus besar) untuk dikeluarkan melalui anus.
E.2. Zat Makanan yang Bermanfaat bagi Tubuh Manusia
1. Karbohidrat: sumber energi, terkandung pada padi, jagung, mie, roti, dan lain-lain.
2. Protein: pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, membentuk antibodi.
Protein Nabati: berasal dari tumbuhan; kacang kedelai, sayuran
Protein Hewani: berasal dari hewan; susu, daging, ikan
3. Lemak: tidak larut dalam air, berfungsi sebagai cadangan makanan.
Lemak Nabati: berasal dari tumbuhan; minyak kelapa, kacang tanah, alpukat
Lemak Hewani: berasal dari hewan; daging, susu, mentega, telur
4. Vitamin: senyawa organik kompleks yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil.
Larut dalam lemak: vitamin A, D, E, K
Larut dalam air: vitamin B dan C
5. Mineral: senyawa anorganik yang didapatkan dari makanan.
Mineral makro: dibutuhkan tubuh lebih dari 100 mg per hari.
Mineral mikro: dibutuhkan tubuh kurang dari 100 mg per hari.
6. Zat Aditif: zat tambahan pada makanan dan minuman yang bertujuan menyedapkan, mengawetkan, memberi rasa manis, maupun memberi warna. Dikelompokkan menjadi zat aditif alami dan zat aditif buatan.
Rangkuman ini mengacu kepada Modul Tematik SD terbitan CV Bina Pustaka, Depok.
Tema 3 Subtema 3
A. Bahasa Indonesia
Ciri-ciri Bahasa Iklan :
Menarik, tepat, logis, dan sopan
Memiliki sugesti bagi khalayak
Menonjolkan informasi penting
Menunjukkan sasaran
Syarat-syarat Penyusunan Iklan :
Objektif dan jujur
Jelas dan mudah diterapkan
Tidak menyinggung pihak lain
Menarik perhatian orang banyak
Karakter Iklan Media Cetak :
Praktis, cepat, dan harga terjangkau
Dapat menjangkau hingga pelosok daerah
Jenis huruf, ukuran, dan tata letak mendukung iklan
Dapat bertahan cukup lama
Tujuan Pembuatan Iklan :
Menciptakan pengenalan merek dan perusahaan
Mendorong konsumen untuk mencoba barang atau jasa
Iklan display : ukurannya lebih luas dari iklan kolom
B. IPS
Adat Istiadat : tata kelakuan yang turun-temurun sebagai warisan budaya
Upacara Adat : upacara yang berhubungan dengan adat istiadat atau tradisi di masyarakat
Contoh Upacara Adat di Indonesia:
Ritual Tiwah Suku Dayak (Kalteng): prosesi pengantaran arwah keluarga ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari kubur ke Sandung.
Ngaben (Bali): upacara pembakaran jenazah umat Hindu Bali.
Rambu Solok (Suku Toraja, Sulsel): upacara adat untuk mengantar kerabat yang meninggal, dirayakan sebagai pesta besar.
Hombo Batu (Suku Nias, Sumut): olahraga melompati tumpukan batu bara 2 meter dengan ketebalan 40 cm.
Seren Taun (Suku Sunda, Jabar): upacara adat panen padi yang dilakukan setiap tahun.
C. SBdP
Karya Seni Rupa : bentuk karya seni yang dapat dinikmati oleh indra penglihatan dan penglihatan.
Unsur-unsur Pembentuk Karya Seni Rupa :
Titik : unsur dasar yang menghasilkan segala bentuk wujud.
Garis : batas dari suatu benda, bidang, ruang, tekstur, warna, dan sebagainya. Memiliki dimensi yang memanjang dengan arah tertentu dan memiliki sifat seperti panjang, pendek, tebal, tipis, dan lain-lain.
Bidang : perpaduan antara garis-garis dalam kondisi tertentu yang memiliki luas permukaan.
Bentuk : wujud yang terdapat di alam dan terlihat nyata.
Tekstur : sifat permukaan benda yang bisa dilihat dan diraba.
Tekstur asli: perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba.
Tekstur buatan: kesan permukaan permukaan yang dihasilkan oleh pengolahan garis, warna, ruang, dan terang-gelap.
6. Warna : warna yang paling menarik perhatian dan memberikan kesan tertentu.
Warna primer: merah, kuning, biru
Warna sekunder: campuran warna-warna primer, yaitu jingga, ungu, hijau.
Warna tersier: campuran warna-warna sekunder.
7. Gelap-terang : permainan garis dan warna untuk memberikan kesan ruang dan
memberikan kontras sehingga terlihat seperti objek tiga dimensi.
Karya Seni Daerah : gagasan manusia yang berisis nilai budaya daerah yang diekspresikan melalui pola kelakuan tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan mengungkapkan.
Contoh Karya Seni Daerah :
Seni lukis Sokaraja (Banyumas, Jawa Tengah)
Seni Patung Suku Asmat (Papua)
D. PKn
Dampak Positif Keragaman Sosial Budaya :
Memberikan manfaat bagi perkembangan dan kemajuan bangsa
Memiliki kekayaan sosial budaya yang tidak ternilai
Dampak Negatif Keragaman Sosial Budaya :
Mengakibatkan ketidakharmonisan serta kehancuran bangsa dan negara
Menimbulkan konflik bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan)
Cara Mewujudkan Sikap Menghormati Keragaman :
Bangga terhadap kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional
Melestarikan nilai budaya
Menghormati kebudayaan daerah lain
Tidak menghina kebudayaan suku bangsa atau daerah lain
Lebih senang dengan kebudayaan nasional kebudayaan asing
Menunjukkan nilai kebersamaan dan toleransi dalam berkehidupan
E. IPA
Penyebab Gangguan Pencernaan pada Manusia:
Pola makan tidak teratur
Sering terlambat makan
Kurang mengonsumsi buah dan sayur
Terlalu cepat lari makanan
Stres
Penyakit pada Sistem Organ Pencernaan Manusia :
Sakit gigi : gejala nyeri gigi dan rahang, pembengkakan, sakit kepala, demam.
Sariawan : luka pada mulut berbentuk bercak putih kekuningan dengan permukaan cekung.
Diare : Encernya Tinja DENGAN Frekuensi Yang LEBIH Sering Dari biasanya. Disebabkan oleh mikroorganisme, penyerapan udara yang terlalu sedikit, atau kelebihan vitamin C.
Disentri : infeksi usus yang menyebabkan diare yang darah.
Maag : peradangan lambung yang menyebabkan perih pada perut. Disebabkan oleh produksi asam lambung berlebih, makan tidak teratur, maupun stres.
Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan Manusia :
Makan secara teratur
Minum 8 gelas udara sehari
Kunyah makanan dengan baik
Konsumsi makanan berserat
Batasi asupan daging
Kemampuan makanan dan minuman yang dingin
Olahraga teratur
Menjaga berat badan
Menjaga kebersihan lingkungan sekitar
Rangkuman ini mengacu pada Modul Tematik SD terbitan CV Bina Pustaka, Depok.