Puisi adalah ragam sastra yang bahasa terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait
Setiap kali jemariku menyentuh keyboard
Kubiarkan dunia mengetahui namaku
Setiap tetes tinta menyerap kertas, terbukalah pintu hatiku
Mungkin ini yang terakhir
Mungkin pula awalku.
Dicintai seorang penulis berarti diabadikan dalam kata dan pikiran
Menjadi seorang penyair berarti menuangkan isi hati di atas kanvas
Kuharap melihat kata-kata ini di masa depan.
Sebagai pengingat akan karyaku Sebagai penulis dan penyair
Aku hanya pinta dunia untuk mengingat namaku
Karena kata-kataku membuatku tetap hidup selamanya.
Oleh Kayla Inta
Satu detik yang tak berujung
Mengulas kisah nan terkandung
Mengisahkan sebuah cerita bermakna
Tersimpan di memori insan manusia
Memutar kejadian tak terduga
Dalam suasana suka dan duka.
Kita takkan pernah tahu
Hidup dalam dimensi waktu
Hadir menemani alur kehidupan
Mencoba raih alasan utama tak terbantahkan
Yakni mencari sumber kebahagiaan abadi.
Tapi ku tak pernah sadar akan hal ini
Karena waktu,
Mengajarkan betapa pedihnya dunia
Ku lupa bahwa dunia ini sungguh fana
Kita kan kembali pada Sang Maha Kuasa
Kelak hidup di akhirat dalam dimensi berbeda
Oleh Lutfi Rafif Shodiqin
DARI PENA PENYAYIR: PENGHORMATAN GURU DAN KASIH SAYANG MEREKA
Mengisi kekosongan figur orang tua.
seseorang yang mencurahkan waktunya untuk menuntun kita ke jalan ilmu dan kebenaran.
Pembawa kenyamanan, kepercayaan, dan keamanan.
Seorang ayah tidak perlu memberi kita kekuatan untuk menjadi seorang ayah.
Seorang ibu tidak perlu melihat kita tumbuh menjadi seorang ibu
Ratusan dari kita dibimbing oleh mereka.
Terima kasih kepada guru kami yang membantu kami menemukan jalan terang kami.
Oleh Kayla Inta
Guru
Ketika tak ada secerah cahaya,
Ketika aku belum mengenal rangkaian kata,
Ketika aku tak mampu menuliskan satupun angka,
Kau hadir, membawakan aku sebuah pelita penerang
hati, dan penerang jiwa
Guru
Terimakasih.
Melaluimu... Ku mampu menulis sepenggal puisi ini
Dan karnamu... aku mampu membuka cakrawala dunia
cakrawala pengetahuan tak terbatas
Wahai sumber inspirasi jiwa
Jasamu tak kan ku lupa,
Kesabaranmu tiada berhingga akan terus terpatri dalam
lubuk hati ini...
Oleh Lufti Rafif Shodiqin
Darah menggenang di tanah tak bertuan
Ratusan nyawa melayang
Bergelimpangan di medan perang
Mengangkat panji kemenangan
Seorang pejuang berteriak lantang
Gagah berani memegang senjata melawan penjajah.
Dua kata menjadi pilihan
Merdeka atau mati
Tubuh kekar dihujani peluru
Penuh lubang di sekujur tubuh
Darah bercucuran mereka tetap tegak berdiri
Sekali lagi lantangkan merdeka atau mati.
Oleh Lufti Rafif Shodiqin
"ibu"
Akankah aku seperti mu.
aku tak tahu bagaimana susah mu kala itu
Terlatih menahan bara...
Begitu lama....
Aku tak tahu lelah mu mengejar waktu..
Menjaga..
Terjaga...
Lama..,bahkan lebih lama.
Belum lagi saat tubuh ku ini mulai tumbuh...
Kelak memberontak.
Meminta yang tak seharusnya.
Merusak yang tertata.
Mengotori yang bersih.
Bahkan suka merengek saat kau lelah. Dengan sifat ku tak sedikit pun kau lelah, tak pernah sekali pun kau kasar.
"Ibu"
Terbuat dari apa hati mu itu.
Tak pernah terdengar titik peluh mu.
Tak sekali pun kau ungkit materi mu untuk ku.
Bahkan Waktumu semua hanya habis untuk ku..
Hingga kini dan nanti hati ku untuk mu. Sampai kau tiada, aku akan selalu menemani mu
Seperti ibu telah menemani ku di masa kecil...
Maaf ibu aku tak bisa membayar waktumu. Aku tak bisa membayar semua tenagamu Aku tak bisa mebayar jasa jasamu.
Tak bisa ku ganti harimu
Tak bisa ku tebus lelahmu.
Tak bisa ku hapus keringatmu
" Ibu "
ingin sekali aku berbisik halus di telingamu.
Dengan berkata aku takut kehilangan ibu, aku takut jauh dari mu.
Tapi ada yang lebih aku takut kan yaitu tidak dapat membahagiakan mu.
"Ibu"
Mungkin kah aku bisa seperti mu?.
Terbiasa menahan lara.
Tegar saat terjaga.
Tiada keluh.
Penuh perjuangan.
Kau hebat sekali ibu.
Sempurna tanpa cela.
Indah tanpa noda.
Anggun bagai bunga.
Oleh Lutfi Rafif Shodiqin
Saat salju turun dan sepoi angin bertiup.
Meninggalkan diri terjebak di rumah yang sepi
Derak salju bergemuruh menjadi genangan air.
Tanpa disadari dunia akan berubah.
Es sedang menjebakmu sekarang.
Tumbuh lemah karena matahari panas.
Limbah kita menghancurkan langit
Es hancur begitu kita berjalan di atasnya
Banyak orang membutuhkan untuk hidup mereka
Satu-satunya serigala mati tetapi kawanan itu selamat.
Tapi bagaimana jika kita menjadi serigala?.
Di dunia yang panas diberikan kepada kita tetapi kita hancurkan!.
Bagaimana jika yang membunuh serigala itu sendiri?
Oleh Kayla Inta
Tidak masalah ke mana Anda pergi
masalah akan selalu kembali.
selalu berjalan, berlari, berlari secepatnya.
salju turun di bulan desember, bumi berputar, matahari bersinar kamu tidak bisa menghentikannya.
Dari tenggat waktu hingga deadline sampai kehilangan motivasi
mulai dengan mencicilkan pekerjaan agar tugas tidak menumpuk tinggi
Semua orang mempunyai kewajiban masing-masing Untuk kami mahasiswa adalah ini
Janganlah menunda kewajibanmu nanti menyesal kemudian hari.
Oleh Kayla Inta
Perayaan persatuan
mereka berbicara dan mereka makan
dengan anak-anak di tengah jalan
dan daging berlumuran darah
udaranya dingin tapi mataharinya panas
di mana orang berbagi segala macam hal.
keluarga berkumpul dari jauh
sementara yang lain merenungkan dan menunggu kedatangan mereka.
suara tawa, piring-piring di dapur berdentang
pembaruan dari kehidupan sehari-hari mereka yang dibagikan ataupun kehidupan orang lain.
ini terjadi setahun sekali jadi ini adalah waktu untuk dihargai
pada akhirnya semua orang berkumpul untuk sekejap yang menyimpan kenangan mereka akan hari itu selamanya.
Oleh Kayla Inta
Dengarkan, saat jeritanmu yang membara memenuhi ruangan.
Dengarkan, saat gemericik dan cipratan air mencekikmu.
Dengarkan, ketika ocehan kesombongan membuat telingamu berdarah.
Dengarkan, ketika usahamu untuk berteriak diredam oleh orang lain.
Dengarkan, ketika upaya untuk meyakinkan Anda datang.
Dengarkan, ketika orang tuamu meminta bantuanmu.
Dengarkan, ketika tuhan membangunkanmu untuk waktu ibadahmu.
Dengarkan, saat orang lain berbicara Anda akan menyadari nilainya saat pembalikan malang datang.
Oleh Kayla Inta