Sunan Ampel memiliki dampak lingkungan sosial yang signifikan. Sebagai seorang ulama dan penyebar agama Islam, Sunan Ampel memainkan peran penting dalam memperkuat komunitas Muslim di daerah tersebut. Dengan membawa ajaran Islam yang toleran dan inklusif, Sunan Ampel mendorong persatuan, saling pengertian, dan kerukunan antara berbagai kelompok sosial dan budaya yang ada.
Dampak sosialnya terlihat dalam pembentukan Kampung Arab Sunan Ampel yang menjadi pusat kegiatan keagamaan, perdagangan, dan kehidupan sosial. Kampung ini menciptakan ruang bagi masyarakat lokal dan keturunan Arab untuk saling berinteraksi, mempertahankan identitas budaya mereka, serta memupuk rasa kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Sunan Ampel juga memberikan inspirasi dan teladan dalam menjalin hubungan harmonis antara umat Muslim dan non-Muslim, menjadikannya sebagai faktor penting dalam membangun kerukunan sosial di sekitarnya.
Dampak lainnya adalah pendirian Pesantren Ampel Denta. tokoh yang dianggap berhasil mendirikan dan mengembangkan pesantren dalam arti yang sesungguhnya adalah Raden Rahmat atau Sunan Ampel. Beliau mendirikan pesantren di Ampel Denta, dekat Surabaya, sehingga Sunan Ampel dikenal sebagai pembina pesantren pertama. Pesantren Ampel merupakan cikal bakal berdirinya pesantren-pesantren di tanah air, sebab para santri setelah menyelesaikan studinya merasa berkewajiban mengamalkan ilmunya di daerahnya masing-masing. Maka didirikanlah pondok-pondok pesantren dengan mengikuti pada apa yang mereka dapatkan di Pesantren Ampel.