Na'im adalah seorang pendidik, pegiat seni, dan penggerak budaya yang berdedikasi tinggi terhadap pelestarian warisan leluhur di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Ia mengabdi sebagai Guru Seni dan Budaya di SMP Negeri 22 Hulu Sungai Tengah, tempat ia secara konsisten menanamkan apresiasi dan membumikan nilai-nilai kesenian tradisional kepada generasi muda.
Kiprahnya dalam menjaga dan merawat ekosistem seni daerah dibuktikan melalui tanggung jawabnya sebagai pengurus Dewan Kesenian Hulu Sungai Tengah. Ia memiliki komitmen nyata untuk memastikan kekayaan budaya Banjar khususnya dari Bumi Murakata terus hidup, beradaptasi, dan relevan melintasi zaman.
Selain aktif melestarikan tradisi lisan melalui karya syair Madihin dan pantun Banjar, Naim merupakan inisiator di balik program edukasi "Sahari Sabudaya" di sosial media pribadi. Menyadari pentingnya adaptasi digital, ia menggagas berdirinya PUSAKA HST (Pusat Akses Kebudayaan HST). Melalui repositori budaya ini, ia mendedikasikan waktunya untuk mendokumentasikan jejak sanggar seni pertunjukan, situs bersejarah, serta warisan budaya tak benda di HST, agar kekayaan tersebut tetap abadi dan menjadi rujukan literasi bagi masyarakat luas.