Foto tanggal 21 Juli 2026.
Foto tanggal 20 September 2026.
Foto tanggal 02 November 2026.
Referensi
https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jkli/article/view/9570
https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/38288
https://journal.fk.unpad.ac.id/index.php/mkb/article/viewFile/1398/pdf
https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/11756/3/K011171515_skripsi_11-10-2021%20Dapus-lamp.pdf
https://theconversation.com/mengapa-orang-mau-menjadi-pembunuh-bayaran-188359
https://share.google/aimode/fUvuElhO5ATXiCOMN
obat apa yang menyebabkan anemia
Beberapa jenis obat dapat menyebabkan anemia melalui mekanisme yang berbeda-beda, baik dengan merusak sumsum tulang, memicu penghancuran sel darah merah (hemolisis), atau menyebabkan perdarahan saluran cerna. [1, 2, 3]
Berikut adalah golongan dan contoh obat yang dapat menyebabkan anemia:
1. Obat Pereda Nyeri dan Antiinflamasi (NSAID)
Contoh: Indomethacin, phenylbutazone, propipenazon, aminopirin, serta OAINS umum seperti diklofenak. [1, 2, 3]
Mekanisme:
2. Antibiotik
Contoh: Kloramfenikol, sulfonamid (termasuk sulfasalazine dan trimethoprim-sulfamethoxazole), serta sefalosporin generasi kedua dan ketiga. [1, 2, 3]
Mekanisme: Kloramfenikol dan sulfonamid dapat menekan fungsi sumsum tulang (anemia aplastik), sementara sefalosporin dapat memicu anemia hemolitik imun (sel darah merah dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh). [1, 2]
3. Obat Antikonvulsan (Anti-Kejang)
Contoh: Carbamazepine dan phenytoin.
Mekanisme: Dapat mengganggu fungsi sumsum tulang atau memengaruhi metabolisme asam folat, sehingga menyebabkan anemia aplastik atau anemia megaloblastik. [1, 2]
4. Obat Kanker / Sitotoksik dan Kemoterapi
Contoh: Cyclophosphamide dan chlorambucil.
Mekanisme: Menghambat sel yang membelah dengan cepat di dalam tubuh, termasuk sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang. [1]
5. Obat Tiroid
Contoh: Propylthiouracil dan methimazole.
Mekanisme: Digunakan untuk hipertiroidisme, tetapi pada beberapa kasus dapat memicu efek samping pada sistem darah. [1]
6. Obat Lainnya
Rifampisin, oksaliplatin, dan fludarabin: Dikaitkan dengan risiko anemia hemolitik.
Paracetamol, penisilin, dan obat antimalaria: Dapat memicu anemia hemolitik pada individu tertentu (terutama yang memiliki kekurangan enzim G6PD). [1, 2]
Anda dapat membaca informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini melalui panduan kesehatan di Alodokter atau Halodoc. [1, 2]
Banyaknya kemasan pestisida adalah bukti bahwa pestisida sangat mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau dan dapat disalahgunakan untuk meracuni seseorang.
Pestisida ada 3 macam; insektisida, herbisida, & fungisida.