Panduan Selamat dari Kezaliman apabila Diduga ada Orang Dendam dan Pelaku Kezaliman lebih dari Seorang serta tidak jelas siapa saja Pelakunya
Tulisan ini berdasarkan pengalaman seseorang yang mengalami dugaan bahwa dia (korban) dizalimi oleh banyak orang namun tidak jelas siapa saja pelakunya karena sangat kurangnya bukti dan tidak adanya saksi yang membela korban.
Tulisan ini berisi beberapa pengalaman, dugaan, hipotesis, dan analisis korban berdasarkan logika, perasaan, wawasan, dan keilmuan korban.
Tulisan ini bertujuan untuk membantu orang-orang yang menjadi korban namun masih bingung apa yang harus dilakukan apabila mengalami kejadian serupa.
I. Air Mineral Dalam Kemasan (AMDK) Galon Bermerk yang Isinya Diganti dengan Air Ledeng yang mana Air Ledeng tersebut adalah Air Kapur (Agustus 2022 - Oktober 2023)
Di daerah yang terdapat beberapa bukit kapur, air tanahnya biasanya air kapur. Korban tinggal di mess yang air ledengnya adalah air kapur.
A. Pengalaman Korban:
1. Dalam waktu 1 tahun pertama di tempat perantauan, setelah pindah tempat kerja dari Provinsi “C” ke Provinsi “D”, korban mengalami sakit typhus 4 kali.
2. Pada bulan ke-15, tepatnya tanggal 24 oktober 2023, korban didiagnosis cystitis/infeksi saluran kemih (ISK) dan batu ginjal (batu ginjal kanan 5,5 mm & batu ginjal kiri 4 mm) di RSUD kabupaten asalnya di Provinsi “A”.
3. Dalam waktu 15 bulan tersebut, korban mengalami beberapa kejadian aneh yang mengarah kepada pembuktian bahwa AMDK galon bermerk miliknya, yang sudah dibuka, diganti dengan air ledeng yang merupakan air kapur pada saat dirinya sedang mudik (dan ada kemungkinan juga pada saat korban sedang bekerja di kantor). Pembuktian tersebut dilakukan pada saat korban sudah berada di mess setelah mudik beberapa hari.
Keterangan terkait waktu berangkat kerja & pulang kerja: berangkat dari mess pukul 07.00 WIB & pulang sampai mess pukul 17.00 WIB (total waktu 10 jam; waktu yang sangat cukup untuk mengganti AMDK galon dengan air kapur mentah).
B. Pembuktian bahwa AMDK galon bermerk milik korban yang sudah dibuka diganti dengan air ledeng yang merupakan air kapur pada saat dirinya sedang mudik/bekerja di kantor (pembuktian pasca-kejadian):
1. Korban membersihkan botol AMDK dari sisa madu menggunakan air dari galon. Pada saat mengocok botol, airnya berubah warna dari bening ke keruh putih. Lalu dia membuang air tersebut dan mengulangi membersihkan botol dengan cara yang sama menggunakan air yang baru dipompa dari galon, hasilnya sama. Kemudian dia buang semua air itu dari galon lalu membeli AMDK galon bermerk yang baru. Setelah itu, dia mencobanya lagi dengan cara yang sama menggunakan air galon yang baru, hasilnya beda, airnya tetap bening.
2. Korban melihat AMDK galon; di dasar air ada endapan lumut. Lalu korban membuang air berlumut tersebut dan membeli amdk galon bermerk yang baru. Kemudian korban ke kamar mandi dan membuka keran air di atas bak mandi; tampak air yang keluar dari keran berlumut. Kemungkinan pengelola air ledeng sedang menguras bak pusat sehingga airnya berlumut.
3. Setelah didiagnosis cystitis dan batu ginjal, korban curiga kemungkinan AMDK galon bermerknya diganti dengan air ledeng pada saat dirinya mudik. Korban lalu melakukan pembuktian dengan cara memenuhi panci dengan air galon tersebut dan merebusnya. Pada saat air mendidih, airnya bergejolak dan menetesi bagian atas kompor. Setelah kering, pada bagian atas kompor yang terkena tetesan air terdapat endapan warna putih. Korban kemudian membeli AMDK galon baru dan membuktikan dengan cara yang sama; memenuhi panci dengan air galon baru tersebut dan merebusnya. Kebetulan tetesan airnya jatuh di samping-samping endapan warna putih. Setelah kering, pada bagian atas kompor yang terkena tetesan air galon baru tidak terdapat endapan.
C. Yang korban lakukan setelah 3 kali pembuktian pasca-kejadian “AMDK galon bermerk yang sudah terbuka diganti dengan air ledeng pada saat korban mudik/bekerja di kantor”:
1. Melaporkan kejadian “AMDK galon bermerk yang sudah terbuka diganti dengan air ledeng pada saat korban mudik” kepada polisi. Karena tidak adanya bukti seperti rekaman CCTV dan saksi yang melihat saat kejadian, maka laporan tersebut tidak ditindaklanjuti. Namun pak polisi yang baik hati tetap memberikan saran terbaik yakni jangan beli AMDK galon lagi, beli AMDK botol saja.
2. Membeli AMDK botol untuk memenuhi kebutuhan minum harian.
3. Melaporkan kejadian tersebut kepada Kabag SDM. Kabag SDM menanyakan mengapa pembuktian pasca-kejadian tidak direkam. Lalu korban menjawab pembuktian pasca-kejadian tidak direkam karena kemungkinan besar ada yang menyalahkan korban bahwa korban sendiri yang mengganti AMDK galon bermerknya dengan air kapur.
4. Melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga supaya keluarga mengetahui apa yang dialami oleh korban dan memberikan saran serta doa terbaiknya untuk korban serta tidak menjadi korban berikutnya.
5. Melaporkan kejadian tersebut kepada teman-teman yang dipercaya seperti teman-teman sekolah dan kuliah supaya dapat saling melindungi dan tidak menjadi korban berikutnya.
D. Korban menanggapi dugaan yang tidak benar terhadapnya terkait diagnosis cystitis dan batu ginjal yang dialaminya:
1. Menanggapi dugaan dari dokter bahwa korban kurang minum air putih: “saya rajin minum air putih, dok, minimal 2 liter sehari. Cuma selama 15 bulan ini saya tidak mengetahui (bahwa) saya (kadang-kadang) minum air kapur.”
2. Menanggapi dugaan dari rekan kantor bahwa korban kurang minum: “Saya rajin minum air putih minimal 8 gelas sehari atau 2 liter. Selama 15 bulan ini saya tidak tahu ternyata saya (kadang-kadang) minum air kapur.” & “Air galon saya bermerk. Air minum galon saya diganti air ledeng saat saya sedang mudik. Air galon saya ditaruh di ruang tengah di depan televisi.”
II. Mengobati Infeksi Saluran Kemih (ISK) Berulang Menggunakan Madu & Habbatussauda dengan Dosis yang dapat Mengobati Infeksi HIV
A. Pengalaman korban:
1. Korban mengalami ISK dan kambuh 2 kali namun semakin lama sembuhnya dengan antibiotik kimiawi. ISK pertama 5 hari sembuh, isk ke-2 7 hari sembuh, dan isk ke-3 9 hari sembuh. Selama masih ada batu ginjal wajar kalau ISK kambuh. Namun yang membuat korban ketakutan adalah waktu penyembuhan yang semakin lama menggunakan antibiotik kimiawi. Akhirnya korban berpikir bahwa antibiotik kimiawi bukan solusi.
2. Korban teringat bahwa pada saat SMA dia pernah berpikir bahwa apabila ada obat herbal yang dapat mengobati AIDS, maka obat herbal tersebut dapat mengobati penyakit selain AIDS dalam waktu yang lebih singkat. Akhirnya korban mulai rajin membaca artikel kesehatan dan jurnal ilmiah. Alhamdulillah, akhirnya ketemu jurnal ilmiah yang menyatakan bahwa madu & habbatussauda dapat mengobati infeksi HIV.
3. Korban mengkonsumsi madu & habbatussauda sesuai dosis yang dapat mengobati infeksi HIV untuk mengobati ISK. Alhamdulillah, dalam waktu 3 bulan korban sembuh tanpa kambuh dari ISK yang pernah dideritanya.
III. Dugaan Keracunan 2 Kali (Desember 2023 – Juni 2024). Gejala: Kepala Pusing, Kaki Dingin, & Urin Berbuih. Dugaan Jenis Racun: Ekstrak Trigliserida.
A. Pengalaman Korban:
1. Hari Jumat pagi tanggal 15 Desember 2023 korban mengikuti Senam Sehat Jumat Pagi yang sudah rutin dilakukannya. Korban biasanya melakukan senam separuhnya instruktur, dalam artian instruktur sudah bergerak 4 kali korban baru bergerak 2 kali.
2. Hari Sabtu paginya 16 Desember 2023 setelah bangun tidur, korban merasakan kepalanya sangat pusing, kakinya sangat dingin, dan urin sering berbuih. Waktu itu dugaan korban bahwa hal tersebut karena ISK-nya kambuh, sebelum keracunan yang ke-2 dengan modus yang sama yaitu ba’da Maghrib korban makan nasi, telur dadar, tempe goreng, tahu goreng, & sambal berminyak (sambal disiram minyak panas) di warung “3” radius 1 km dari mess. Rasa sambal berminyaknya seperti ada tambahan lemak hewan/mentega/margarin (rasanya sangat berlemak). Berarti, keracunan pertama tanggal 15 Desember 2023 ba'da Maghrib.
3. Sabtu & Ahad paginya (16 & 17 Desember 2023) korban video call ibunya mengeluhkan setelah bangun tidur kepalanya sangat pusing & kakinya sangat dingin, padahal hari Jumatnya senamnya santai seperti biasanya yaitu korban baru bergerak 2 kali setelah instruktur bergerak 4 kali.
4. Tanggal 2 Januari 2024 korban kontrol di RS Provinsi “D” setelah 2 kali ESWL (ESWL ke-1 tgl 29 Nov 2023 di RSUD Provinsi “A” & ESWL ke-2 tgl 19 Des 2023 di RS Provinsi “D”). Hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa trigliserida di atas normal (156 mg/dl), normalnya < 150 mg/dl. Catatan: LDL normal (97 mg/dl), normalnya < 150 mg/dl.
5. Tanggal 4 Januari 2024 kontrol lagi di RS Provinsi “D”. Hasil pemeriksaan USG Alhamdulillah bagus; batu ginjal kanan dari 5,5 mm ke 0 mm (sudah tidak ada batu ginjal di ginjal kanan) & batu ginjal kiri dari 4 mm ke 2,2 mm.
6. Keracunan ke-2 hari Rabu tanggal 19 Juni 2024 ba’da Maghrib. Korban makan nasi, tempe goreng, tahu goreng, & sambal berminyak (sambal disiram minyak panas) di warung “3”. Rasa sambal berminyaknya seperti ada tambahan lemak hewan/mentega/margarin (rasanya sangat berlemak). Gejalanya: tangan dingin, kaki dingin, dan pandangan agak kabur (berbayang) untuk membaca tulisan normal (ukuran font 12) pada jarak normal (30 cm).
7. Setelah 1 tahun berlalu, baru diketahui dugaan racun tersebut adalah ekstrak trigliserida. Hal tersebut diketahui dari pencarian di internet dengan kata kunci “konsentrat trigliserida”; ternyata ada perusahaan luar negeri yang menjual ekstrak trigliserida. Kegunaan ekstrak trigliserida adalah untuk keperluan penelitian & kalibrasi alat pemeriksaan kadar trigliserida dalam darah, bukan untuk keperluan yang lain. Diduga ada penyalahgunaan ekstrak trigliserida untuk meracuni korban sehingga hasil pemeriksaan laboratorium trigliserida di atas normal.
B. Yang korban lakukan setelah keracunan ke-1 & ke-2 yang diduga ekstrak trigliserida:
1. Melaporkan kejadian keracunan tersebut kepada polisi. Karena tidak adanya bukti makanan seperti sambal yang dapat dicek di lab, maka laporan tersebut tidak ditindaklanjuti. (ke-2)
2. Melaporkan kejadian tersebut kepada Kabag SDM. (ke-2)
3. Melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga supaya keluarga mengetahui apa yang dialami oleh korban dan memberikan saran serta doa terbaiknya untuk korban serta tidak menjadi korban berikutnya. (ke-2)
4. Melaporkan kejadian tersebut kepada teman-teman yang dipercaya seperti teman-teman sekolah dan kuliah supaya dapat saling melindungi dan tidak menjadi korban berikutnya. (ke-2)
5. Diterapi bekam/hijamah; dapat mengeluarkan kotoran dalam darah yang menyumbat aliran darah dari & ke jantung. Bekam dilakukan 2 pekan sekali s.d. 1 bulan sekali selama 3 s.d. 4 bulan. (ke-1 & ke-2)
6. Mengkonsumsi madu & habbatussauda sesuai dosis yang dapat mengobati infeksi HIV. Madu & habbatussauda selain dapat mengobati infeksi karena sifat antibakteri, antijamur, antivirus, & antiparasit, juga dapat melindungi hati & ginjal karena sifat hepatoprotektif & nefroprotektif. (ke-1 & ke-2)
IV. Dugaan Keracunan 4 Kali* (Oktober 2024 – Januari 2025). Gejala: Usus Panas & Perih, Anus Perih & Gatal, & Feses Keras & Coklat. Dugaan Jenis Racun: Kortikosteroid. *3 kali dalam 3 hari berturut-turut & 1 kali.
A. Pengalaman Korban:
1. Bulan Oktober 2024 korban beberapa kali mau diajak makan oleh rekan kantor. Walaupun korban sedang diet (untuk mencegah supaya racun tidak masuk ke dalam tubuh: pagi nasi pecel tanpa sambal, siang kelapa muda 1 butir, & malam buah), namun dengan beberapa alasan termasuk “Sekali-kali cheating tidak apa-apa.” akhirnya korban mau diajak makan beberapa kali.
Seingat korban, korban diajak makan 3 kali yakni sate kambing, mie ayam, & gado-gado. Setiap pergi 4 orang. Orang yang mengajak selalu menunjukkan isi dompet kepada penjual sebelum makan. Bisa jadi orang itu membayar hutang; karena membayar makanannya selalu setelah makan dan yang membayar ganti-gantian. Aneh, kalau tidak bayar hutang, kira-kira apa ya? Lokasi ketiga warung pun terpisah-pisah cukup jauh sekitar 5 s.d. 10 km.
Yang lebih aneh lagi, mie ayamnya 4 mangkok selalu diberikan kepada korban supaya korban yang menggeser-geser mangkok mie ayam kepada 3 orang lainnya dalam 1 meja, padahal posisi gerobaknya di belakang orang yang ada di depan korban. Dan, yang paling mencurigakan, penjual mie ayam seperti fokus memastikan mangkok mie yang ke-4 diterima korban.
2. Tanggal 1 November 2024 korban muntah 2 kali yakni sebelum & sesudah sarapan. Korban berobat ke klinik namun tidak dicek darah alasannya karena baru 1 bulan MCU, padahal menurut korban sudah 1 bulan lebih 1 pekan.
3. Tanggal 8 November 2024 korban dirawat inap di klinik karena typhus. Hasil pemeriksaan rontgen feses ada yang tertinggal (BAB tidak tuntas), jadi pada hari ke-2 opname harus minum obat pencahar & dimasukkan obat pencahar dari anus. Dalam 1 pekan dari muntah korban sudah perhatikan ada yang tidak beres dengan pencernaannya; usus panas & feses keras & coklat, biasanya lunak & kuning.
4. Hari pertama opname, dokter Sp.PD memberikan obat tambahan berupa kortikosteroid di samping obat standar faskes. Pagi cepat tidur namun cepat bangun juga & tubuh gemetar. Tensi tinggi, sebelumnya normal. Malamnya jam 12 belum bisa tidur, padahal biasanya jam 9 sudah bisa tidur. Obat standar faskes berupa antibiotik dan antinyeri. Pada saat opname, biasanya korban menolak antinyeri karena tidak ada masalah dengan tidur, tidak nyeri, dan menghindari dampak buruk pada ginjal. Kemungkinan campuran obat antinyeri & kortikosteroid yang menyebabkan paginya cepat tidur namun cepat bangun, tubuh gemetar, & belum bisa tidur sampai jam 12 malam.
5. Hari ke-2 & ke-3 korban menolak obat selain antibiotik; malamnya bisa tidur mulai jam 9.
6. Hari ke-4 korban mengeluhkan dada kiri sakit sampai tembus ke belakang. Perawat bilang, “Berarti obatnya harus masuk semua.” Reaksi tubuh sama seperti hari pertama; pagi cepat tidur namun cepat bangun juga & tubuh gemetar. Tensi tinggi, sebelumnya normal.
7. Ba’da Maghrib korban diizinkan rawat jalan & istirahat di mess. Di mess malamnya jam 12 belum bisa tidur.
8. Besoknya (12 Nov 2024), hari pertama rawat jalan, malamnya bisa tidur mulai jam 9.
9. Selama sekitar 1,5 bulan lamanya (1 Nov-15 Des 2024) korban merasakan usus panas & perih, anus gatal & perih, & feses keras & coklat.
10. 16 Des 2024 korban konsultasi ke dokter & mendapatkan surat rujukan untuk riksa feses. Korban tidak melakukan riksa feses karena beberapa hari sibuk & akhirnya memutuskan untuk tidak dilakukan riksa feses.
11. Mulai 16 Des 2024 korban meminta kepada penjual makanan di warung “1” supaya tidak menambahkan bumbu kacang dikarenakan korban belum sembuh dari usus panas & perih, anus gatal & perih, & feses keras & coklat.
12. Tgl 26 Des 2024 fesesnya lunak; ½ coklat & ½ kuning. Setelah itu, selama sekitar 1 pekan fesesnya normal; lunak & kuning.
13. Tgl 3 Jan 2025, setelah lebih dari 1 tahun tidak makan di pinggir jalan belakang gerobak “2” radius 1 km dari mess, lokasinya di seberang apotik, korban makan lagi di situ ba’da Maghrib. Korban pesan lomboknya 1 saja.
14. Selama 1 pekan (tgl 4-10 Jan 2025) feses korban kembali keras & coklat. Usus agak panas & perih serta anus agak gatal & perih.
15. Tgl 11 Jan 2025 feses korban sudah lunak & warnanya sudah coklat muda.
B. Yang korban lakukan setelah keracunan yang diduga kortikosteroid:
1. Apabila makan di luar/warung tidak memakai bumbu kacang apalagi sambal sampai paling tidak selama 3 bulan setelah sembuh dan sehat.
2. Tetap melanjutkan diet sehat (pagi nasi pecel tanpa bumbu kacang & sambal, siang kelapa muda 1 butir, & malam buah 0,5-1,5 kg) sampai paling tidak akhir Juli 2026.
3. Melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga supaya keluarga mengetahui apa yang dialami oleh korban dan memberikan saran serta doa terbaiknya untuk korban serta tidak menjadi korban berikutnya.
4. Melaporkan kejadian tersebut kepada teman-teman yang dipercaya seperti teman-teman sekolah dan kuliah supaya dapat saling melindungi dan tidak menjadi korban berikutnya.
5. Diterapi bekam/hijamah; dapat mengeluarkan kotoran dalam darah yang menyumbat aliran darah dari & ke jantung. Bekam dilakukan 2 pekan sekali s.d. 1 bulan sekali selama 3 s.d. 4 bulan.
6. Mengkonsumsi madu & habbatussauda sesuai dosis yang dapat mengobati infeksi HIV. Madu & habbatussauda selain dapat mengobati infeksi karena sifat antibakteri, antijamur, antivirus, & antiparasit, juga dapat melindungi hati & ginjal karena sifat hepatoprotektif & nefroprotektif.
V. Dugaan Keracunan Ke-7 (Jan 25) Tidak Jelas Sumbernya, Bisa jadi Korban Diracuni pada saat Dihipnotis. Dugaan Keracunan Ke-8 (26 Mei 25). Gejala 1: Tangan Dingin, Kaki Dingin, & Pandangan Mata Kabur saat Membaca Tulisan Normal pada Jarak Normal. Gejala 2: Feses Keras & Coklat. Dugaan Jenis Racun: Ekstrak Trigliserida + Kortikosteroid.
A. Pengalaman Korban:
Hari Senin tanggal 26 Mei 2025 ba'da Maghrib, korban pesan nasi goreng telur ceplok di restoran ayam goreng di samping minimarket radius 1 km dari mess. Rasa nasi gorengnya seperti ada tambahan lemak hewan/mentega/margarin (rasanya sangat berlemak).
Selasa paginya, tangan & kaki terasa dingin. Sampai hari Rabu, tangan & kaki masih terasa dingin. Rabu sorenya di beberapa bagian tubuh ada yang "brebed-brebed", tandanya aliran darah kurang lancar. Rabu malamnya jantung terasa lebih berat memompa.
Waktu korban memesan nasi goreng, ada bapak-bapak (kelihatannya preman) memberikan selembar kertas kecil (kira-kira ukuran 10 x 10 cm2) kepada mbak-mbak kasir, lalu mbak-mbak kasir menyerahkannya kepada mas-mas (tukang masak) yang ada di belakangnya (dapur).
Setelah 3 hari, yakni hari Kamis tanggal 29 Mei 2025 (hari libur nasional), korban memeriksakan diri di laboratorium RS Provinsi "D" dengan biaya sendiri. Hasilnya LDL & trigliserida di atas normal (LDL 168 mg/dl & trigliserida 194 mg/dl), normalnya masing-masing < 150 mg/dl.
Setelah 1 pekan, yakni hari Senin tanggal 2 Juni 2025 ba'da Isya, korban diterapi bekam/hijamah. Lalu, hari Senin tanggal 16 Juni 2025 ba'da Isya juga diterapi bekam/hijamah. Kemudian, hari Ahad tanggal 29 Juni 2025 ba'da Isya juga diterapi bekam/hijamah.
Yang korban rasakan dari hari Selasa (1 hari setelah dugaan keracunan yakni tanggal 27 Mei 2025) sampai bekam ke-3 (tanggal 29 Juni 2025) --selama 1 bulan lebih 2 hari-- adalah feses keras & coklat. Selama 1 pekan setelahnya berangsur-angsur normal, yakni feses mulai lunak & kuning.
VI. Dugaan Keracunan Ke-9, Ke-10, & Ke-11 (Jul 25 – Agu 25). Gejala 1: Tangan Dingin, Kaki Dingin, & Kepala Pusing. Gejala 2: Feses Keras & Coklat. Dugaan Jenis Racun: Ekstrak Trigliserida + Kortikosteroid.
A. Pengalaman Korban:
Keracunan ke-9 & ke-10:
2 hari berturut-turut (lupa harinya, yang jelas pekan pertama Juli 2025) korban beli gado2 & nasi bersambal (sambalnya berminyak, lupa lauknya apa) di k***** dekat r********** l**** k***** sebelum Dhuhur. Sore hari setelah siangnya makan gado2, tangan & kaki terasa dingin & kepala agak pusing. Besok sorenya setelah siangnya makan nasi bersambal, tangan & kaki terasa lebih dingin & kepala lebih pusing daripada kemarin.
Dalam sepekan; kedua tangan, kedua kaki, & tubuh sebelah kiri busik (bersisik karena kering akibat regenerasi sel kulit lebih lambat daripada normalnya). Sehari berikutnya tangan & kaki terasa gatal, kemungkinan karena banyak racun dalam darah.
Akhirnya korban memutuskan untuk bekam sepekan sekali sebanyak 4-6 kali (padahal sebelumnya belum pernah bekam < 10 hari sekali).
Progres kesembuhan setelah bekam:
Bekam ke-1 (12 Juli 2025 di kabupaten perantauan): tangan & kaki sudah tidak gatal lagi.
Bekam ke-2 (18 Juli 2025 di kabupaten asal): kulit bersisiknya sudah mulai berkurang.
Bekam ke-3 (26 Juli 2025 di kabupaten perantauan): suhu badan sudah tidak panas (normal) & sudah bisa berkeringat normal saat aktifitas normal.
Bekam ke-4 (2 Agustus 2025 di kabupaten perantauan): kulit sudah mulai kembali normal (kulit bersisiknya tinggal sedikit).
Bekam ke-5 (9 Agustus 2025 di kabupaten asal): tubuh sudah terasa bugar & tinggal tangan kiri yang sedikit bersisik.
Bekam ke-6 (16 Agustus 2025 di kabupaten perantauan): tubuh sudah sehat wal afiat dan sudah tidak ada kulit yang bersisik.
Keracunan ke-11:
Selasa siang tanggal 19 Agustus 2025 ba'da Dhuhur, korban membeli tahu bakso di tempat yang sama yakni k***** dekat r********** l**** k*****. Dalam waktu sekitar 1-2 jam langsung terasa dampak buruk keracunannya; tangan & kaki lebih dingin daripada sebelumnya, kepala agak pusing, pundak pegal, pinggang kanan agak sakit & pinggang kiri agak sedikit sakit.
Malam harinya belum bisa tidur sampai jam 12 malam. Frekuensi BAK lebih sering & seingat korban paling tidak sudah 2x warna urin lebih kuning daripada biasanya.
Akhirnya korban memutuskan untuk mengkonsumsi obat pencahar 2x yakni jam 8 malam (Rabu malam) & jam 4 pagi (Kamis pagi). Alhasil feses encer & cukup banyak. Pinggang sudah sehat (tidak sakit lagi). Namun, tangan kiri sudah mulai agak bersisik.
Akhirnya korban memutuskan untuk bekam sepekan sekali sebanyak 3 kali.
Hari Ahad pagi tanggal 24 Agustus 2025 korban dibekam di kabupaten perantauan. Alhamdulillah, karena racun sudah cukup banyak dikeluarkan dari tubuh, maka tubuh sudah lebih sehat & tangan kiri sudah mulai terlihat normal (kulit bersisiknya sudah cukup berkurang).
Hari Sabtu malam tanggal 30 Agustus 2025 korban dibekam di kabupaten perantauan. Alhamdulillah, karena racun sudah cukup banyak dikeluarkan dari tubuh, maka tubuh sudah cukup sehat & tangan kiri sudah terlihat normal (kulit bersisiknya sudah sangat berkurang).
Hari Jumat malam tanggal 5 September 2025 korban dibekam di kabupaten asal. Alhamdulillah, karena racun sudah cukup banyak dikeluarkan dari tubuh, maka tubuh sudah cukup sehat & tangan kiri sudah terlihat normal (kulit sudah tidak bersisik).
Keterangan:
Kemungkinan korban dihipnotis saat membeli makanan di k***** dekat r********** l**** k***** karena korban memilih makanannya sendiri.
Referensi
1. SERONEGATIVE CONVERSION OF AN HIV POSITIVE SUBJECT TREATED WITH NIGELLA SATIVA AND HONEY
http://dx.doi.org/10.4314/ajid.v9i2.6 atau https://www.ajol.info/index.php/ajid/article/view/116542
Methods
Herbal preparation
Six kg of dried seed of Nigella sativa purchased from market in Kano (Northern part of Nigeria) was grounded to fine powder with pestle and mortar. 4 litres of newly harvested honey (pure honey) was poured into a clean large open container of about 20 litres for mixing. The 6 kg of grounded fine powder of Nigella sativa was mixed with 4 litres of pure honey with stirrer. The paste formed is stored in another clean container with cover for daily dispensing of 30 millilitres per day in three divided doses (10 mls t. d. s)
Herbal administration
The medication was commenced at third trimester (31-week gestational age) with 10mls of paste formed (from well mixed nigella sativa powder and honey) was taken three times daily. She took the medication for 1 year (third trimester inclusive).
Patient’s monitoring
The patient was monitored weekly until after delivery and monthly until 2 years then every 6 month until 10th year. CD4 count, viral (HIV-RNA) load and Enzyme Immunoassay/Western blot were repeated yearly after sero-reversion
1. KONVERSI SERONEGATIF DARI SUBYEK HIV POSITIF YANG DIPERLAKUKAN DENGAN NIGELLA SATIVA DAN MADU
http://dx.doi.org/10.4314/ajid.v9i2.6 atau https://www.ajol.info/index.php/ajid/article/view/116542
Metode
Persiapan herbal
Enam kg biji Nigella sativa kering yang dibeli dari pasar di Kano (Nigeria bagian Utara) ditumbuk hingga menjadi bubuk halus dengan alu dan lumpang. 4 liter madu yang baru dipanen (madu murni) dituang ke dalam wadah terbuka besar yang bersih dengan kapasitas sekitar 20 liter untuk dicampur. 6 kg bubuk halus Nigella sativa yang ditumbuk dicampur dengan 4 liter madu murni dengan pengaduk. Pasta yang terbentuk disimpan dalam wadah bersih lain dengan penutup untuk pemberian harian sebanyak 30 mililiter per hari dalam tiga dosis terbagi (10 ml t. d. s)
Pemberian herbal
Pengobatan dimulai pada trimester ketiga (usia kehamilan 31 minggu) dengan 10 ml pasta yang terbentuk (dari bubuk nigella sativa dan madu yang tercampur rata) diminum tiga kali sehari. Dia minum obat selama 1 tahun (termasuk trimester ketiga).
Pemantauan pasien
Pasien dipantau setiap minggu hingga setelah melahirkan dan setiap bulan hingga 2 tahun, kemudian setiap 6 bulan hingga tahun ke-10. Jumlah CD4, viral load (HIV-RNA), dan Enzyme Immunoassay/Western blot diulang setiap tahun setelah sero-reversion.
2. Triglyceride extract
Triglyceride extract
Avian source triglyceride concentrate used by our customers around the world. Our clients have selected this material as a cost effective, and high quality, alternative to human triglyceride extracts in the manufacture of diagnostic products and assays. This material is suitable for use in the manufacture of in-vitro diagnostic products: controls, calibrators, EQA specimens and PT samples. This product is also recommended for use in Research and Development applications.
Please note, this product is not suitable for use in the manufacture of injectable or transfusable products.
Product description
Technopath's triglyceride extract is derived from avian source material with a typical minimum triglyceride concentration of 90 mmol/l (~8,000 mg/dl). Preservative addition is optional. This product is provided filtered to 0.22 micron absolute pore size.
The re-certification interval for this product is 2 years from the date of manufacture.
The product is shipped on dry-ice and, to ensure optimum performance, should be stored at -20°C or colder upon delivery.
2. Ekstrak trigliserida
Ekstrak trigliserida
Konsentrat trigliserida dari unggas yang digunakan oleh pelanggan kami di seluruh dunia. Klien kami telah memilih bahan ini sebagai alternatif yang hemat biaya dan berkualitas tinggi untuk ekstrak trigliserida manusia dalam pembuatan produk diagnostik dan pengujian. Bahan ini cocok untuk digunakan dalam pembuatan produk diagnostik in-vitro: kontrol, kalibrator, spesimen EQA, dan sampel PT. Produk ini juga direkomendasikan untuk digunakan dalam aplikasi Penelitian dan Pengembangan.
Harap dicatat, produk ini tidak cocok untuk digunakan dalam pembuatan produk yang dapat disuntikkan atau ditransfusikan.
Deskripsi produk
Ekstrak trigliserida technopath berasal dari bahan sumber unggas dengan konsentrasi trigliserida minimum tipikal 90 mmol/l (~8.000 mg/dl). Penambahan pengawet bersifat opsional. Produk ini disediakan dengan penyaringan hingga ukuran pori absolut 0,22 mikron.
Interval sertifikasi ulang untuk produk ini adalah 2 tahun sejak tanggal pembuatan.
Produk dikirim dengan es kering dan, untuk memastikan kinerja optimal, harus disimpan pada suhu -20°C atau lebih dingin saat pengiriman.
3. Human Low Density Lipoprotein Extract
Human Low Density Lipoprotein Extract
Technopath's Human Low Density Lipoprotein (HLDL) Extract is manufactured from a high quality source of human plasma using techniques that have been developed by our team of experts.
The LDL extract contains elevated levels of human LDL, with low levels of HDL, and is used by our customers in the manufacture of a wide range of products from calibrators to QC materials, EQA specimens and PT samples. The material allows our customers to independently adjust the concentration of LDL without significantly affecting the concentrations of other lipoproteins. Our product has been selected by our customers to replace the use of animal derived cholesterol extracts in the manufacture of their diagnostic products.
This product is suitable for use in the manufacture of In-vitro diagnostic products: controls, calibrators, reagents as well as EQA specimens and PT samples. Also recommended for Research and Development applications.
Please note, this product is not suitable for use in the manufacture of injectable or transfusable products.
Product description
Technopath's Human Low Density Lipoprotein (HLDL) Extract is derived from high quality human plasma that is sourced from fully licensed and accredited blood collection facilities. The finished product has a typical minimum LDL concentration of 20.7 mmol/L (~800 mg/dL), with a ratio of Triglycerides to Total Cholesterol of 40-50%. Preservative addition is optional and the material is 0.22um filtered prior to final bottling.
The re-certification interval for this product is 2 years from the date of manufacture.
The product is shipped on dry-ice and, to ensure optimum performance, should be stored at -20°C or colder upon delivery.
3. Ekstrak Lipoprotein Densitas Rendah Manusia
Ekstrak Lipoprotein Densitas Rendah Manusia
Ekstrak Lipoprotein Densitas Rendah Manusia (HLDL) Technopath diproduksi dari sumber plasma manusia berkualitas tinggi menggunakan teknik yang telah dikembangkan oleh tim ahli kami.
Ekstrak LDL mengandung kadar LDL manusia yang tinggi, dengan kadar HDL yang rendah, dan digunakan oleh pelanggan kami dalam pembuatan berbagai macam produk, mulai dari kalibrator hingga material QC, spesimen EQA, dan sampel PT. Material ini memungkinkan pelanggan kami untuk menyesuaikan konsentrasi LDL secara mandiri tanpa memengaruhi konsentrasi lipoprotein lain secara signifikan. Produk kami telah dipilih oleh pelanggan kami untuk menggantikan penggunaan ekstrak kolesterol yang berasal dari hewan dalam pembuatan produk diagnostik mereka.
Produk ini cocok untuk digunakan dalam pembuatan produk diagnostik In-vitro: kontrol, kalibrator, reagen, serta spesimen EQA dan sampel PT. Juga direkomendasikan untuk aplikasi Penelitian dan Pengembangan.
Harap dicatat, produk ini tidak cocok untuk digunakan dalam pembuatan produk injeksi atau transfusi.
Deskripsi produk
Ekstrak Lipoprotein Densitas Rendah Manusia (HLDL) Technopath berasal dari plasma manusia berkualitas tinggi yang bersumber dari fasilitas pengumpulan darah berlisensi dan terakreditasi penuh. Produk akhir memiliki konsentrasi LDL minimum tipikal 20,7 mmol/L (~800 mg/dL), dengan rasio Trigliserida terhadap Kolesterol Total 40-50%. Penambahan pengawet bersifat opsional dan bahan tersebut disaring dengan 0,22 um sebelum pembotolan akhir.
Interval sertifikasi ulang untuk produk ini adalah 2 tahun sejak tanggal pembuatan.
Produk dikirim dengan es kering dan, untuk memastikan kinerja optimal, harus disimpan pada suhu -20°C atau lebih dingin setelah pengiriman.
4. Kortikosteroid
https://www.halodoc.com/artikel/perlu-tahu-penggunaan-obat-kortikosteroid-berlebihan
Kortikosteroid Sistemik
Kortikosteroid sistemik yaitu obat kortikosteroid yang dikonsumsi secara oral atau disuntikkan ke dalam pembuluh darah.
Jika berlebihan, efek samping yang ditimbulkan meliputi hipertensi, diabetes, tukak lambung, pendarahan pada saluran pencernaan, gangguan emosi, peningkatan nafsu makan, insomnia, kelemahan otot, serta mudah terkena infeksi.
5. Mengapa orang mau menjadi pembunuh bayaran?
https://theconversation.com/mengapa-orang-mau-menjadi-pembunuh-bayaran-188359
Ada berbagai faktor penyebab seseorang melakukan pembunuhan. Motif utama biasanya muncul karena faktor emosional seperti dendam, faktor materi seperti bayaran, serta keuntungan-keuntungan lain yang terlihat menggiurkan. Memang tak bisa terhindarkan sepenuhnya, namun pemerintah diharapkan mampu mencari cara yang lebih efektif untuk menekan kemungkinan terjadinya pembunuhan.
Kerap kali pelaku utama atau otak pembunuhan tidak mau mengeksekusi sendiri. Alasan utamanya, dia tidak mau terlihat ‘jahat’ dan ingin terhindar dari jerat hukum.
Oleh karena itu, dengan kapasitas ekonomi serta kekuasaan yang dimiliki, pelaku tersebut mendelegasikan proses pembunuhan kepada orang lain, atau yang disebut pembunuh bayaran. Pembunuh bayaran itu bisa berupa suatu tim yang terdiri dari adanya pemimpin dan eksekutor.
6. Pesan Bang Napi
"Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!"
Analisis
I. Analisis Penundaan Pemeriksaan Laboratorium (Cek Lab) terhadap Penurunan Kadar Trigliserida & LDL
Kalau dilakukan pemeriksaan laboratorium (cek lab), kadar trigliserida dalam darah di atas normal (semakin lama menunda cek lab, semakin menurun kadar trigliserida dalam darah).
A. Keracunan ke-1: 15 Desember 2023 ba'da Maghrib
Keracunan pertama tanggal 15 Desember 2023 ba'da Maghrib.
2 Januari 2024 korban kontrol di RS Provinsi “D”; trigliserida di atas normal (156 mg/dl), normalnya < 150 mg/dl. LDL normal 97 mg/dl.
Rentang waktu 15 Desember 2023 s.d. 2 Januari 2024: 18 hari.
B. Keracunan ke-8: 26 Mei 2025 ba'da Maghrib
Senin 26 Mei 2025 ba'da Maghrib, korban pesan nasi goreng telur ceplok di restoran ayam goreng di samping minimarket radius 1 km dari mess.
Kamis 29 Mei 2025 (hari libur nasional), korban memeriksakan diri di laboratorium RS Provinsi "D"; LDL & trigliserida di atas normal: LDL 168 mg/dl & trigliserida 194 mg/dl, normalnya masing2 < 150 mg/dl.
Rentang waktu 26 s.d. 29 Mei 2025: 3 hari.
C. Analisis
Penurunan kadar trigliserida seiring penundaan pemeriksaan laboratorium (cek lab):
Selisih rentang waktu = 18 - 3 hari = 15 hari.
Selisih kadar trigliserida = 194 - 156 mg/dl = 38 mg/dl.
Penurunan kadar trigliserida per hari karena penundaan cek lab = 38 mg/dl per 15 hari = 2,533 mg/dl per hari.
Penurunan kadar LDL seiring penundaan pemeriksaan laboratorium (cek lab):
Selisih rentang waktu = 18 - 3 hari = 15 hari.
Selisih kadar LDL = 168 - 97 mg/dl = 71 mg/dl.
Penurunan kadar LDL per hari karena penundaan cek lab = 71 mg/dl per 15 hari = 4,733 mg/dl per hari.
II. Analisis Dugaan Massa & Volume Ekstrak Trigliserida & Ekstrak LDL yang dibutuhkan untuk meracuni Korban
A. Analisis Dugaan Massa & Volume Ekstrak Trigliserida pada Hari Dugaan Keracunan (Valid)
Dugaan Keracunan ke-1: 15 Desember 2023 ba'da Maghrib
2 Januari 2024 korban kontrol di RS Provinsi “D”; trigliserida di atas normal (156 mg/dl), normalnya < 150 mg/dl. LDL normal 97 mg/dl.
Rentang waktu 15 Desember 2023 s.d. 2 Januari 2024: 18 hari.
Penurunan kadar trigliserida per hari karena penundaan cek lab = 38 mg/dl per 15 hari = 2,533 mg/dl per hari.
Dugaan kadar trigliserida pada hari H dugaan keracunan = 156 mg/dl + (18 hari * 2,533 mg/dl / hari) = 156 mg/dl + 45,594 mg/dl = 201,594 mg/dl.
Pada orang dewasa volume darah sekitar 70-75 ml/kg BB, atau sekitar 4-5 liter. (https://tlm.sari-mutiara.ac.id/2023/03/761/)
TB & BB korban = 170 cm & 60 kg. (BB ideal 60 s.d. 72 kg: BB ideal rata-rata = 66 kg)
Volume darah korban 72 ml/kg BB * 60 kg BB = 4.320 ml = 4,32 l = 43,2 dl. (dari 70-75 ml/kg BB ambil yang kelipatan 6)
Hasil MCU tanggal 05 Desember 2022: Trigliserida 127 mg/dl & LDL 103 mg/dl. (ambil yang tertinggi dalam 3 tahun)
Hasil MCU tanggal 08 September 2023: Trigliserida 107 mg/dl & LDL 132 mg/dl. (ambil yang tertinggi dalam 3 tahun)
Hasil MCU tanggal 23 September 2024: Trigliserida 104 mg/dl & LDL 104 mg/dl. (2024 tahun tersehat dalam 3 tahun)
Dugaan massa ekstrak trigliserida = (201,594 mg/dl - 127 mg/dl) * 43,2 dl = 74,594 mg/dl * 43,2 dl = 3.222,461 mg (bulatkan menjadi 3.222,5 mg).
Dugaan volume ekstrak trigliserida = 3.222,5 mg / 8.000 mg/dl = 0,403 dl = 0,0403 l.
Massa & volume ekstrak trigliserida 3,2225 g & 0,0403 l adalah sangat kecil & sangat mudah untuk disalahgunakan sebagai racun dengan cara dicampurkan ke dalam makanan seperti sambal berminyak & tahu bakso.
Dugaan Keracunan ke-8: 26 Mei 2025 ba'da Maghrib
Kamis 29 Mei 2025 (hari libur nasional), korban memeriksakan diri di laboratorium RS Provinsi "D"; LDL & trigliserida di atas normal: LDL 168 mg/dl & trigliserida 194 mg/dl, normalnya masing2 < 150 mg/dl.
Rentang waktu 26 s.d. 29 Mei 2025: 3 hari.
Penurunan kadar trigliserida per hari karena penundaan cek lab = 38 mg/dl per 15 hari = 2,533 mg/dl per hari.
Dugaan kadar trigliserida pada hari H dugaan keracunan = 194 mg/dl + (3 hari * 2,533 mg/dl / hari) = 194 mg/dl + 7,599 mg/dl = 201,599 mg/dl. (mendekati 201,594 mg/dl pada keracunan ke-1, berarti analisisnya tepat)
Pada orang dewasa volume darah sekitar 70-75 ml/kg BB, atau sekitar 4-5 liter. (https://tlm.sari-mutiara.ac.id/2023/03/761/)
TB & BB korban = 170 cm & 60 kg. (BB ideal 60 s.d. 72 kg: BB ideal rata-rata = 66 kg)
Volume darah korban 72 ml/kg BB * 60 kg BB = 4.320 ml = 4,32 l = 43,2 dl. (dari 70-75 ml/kg BB ambil yang kelipatan 6)
Hasil MCU tanggal 05 Desember 2022: Trigliserida 127 mg/dl & LDL 103 mg/dl. (ambil yang tertinggi dalam 3 tahun)
Hasil MCU tanggal 08 September 2023: Trigliserida 107 mg/dl & LDL 132 mg/dl. (ambil yang tertinggi dalam 3 tahun)
Hasil MCU tanggal 23 September 2024: Trigliserida 104 mg/dl & LDL 104 mg/dl. (2024 tahun tersehat dalam 3 tahun)
Dugaan massa ekstrak trigliserida = (201,599 mg/dl - 127 mg/dl) * 43,2 dl = 74,599 mg/dl * 43,2 dl = 3.222,677 mg (bulatkan menjadi 3.222,7 mg). (mendekati 3.222,5 mg pada keracunan ke-1, berarti analisisnya tepat)
Dugaan volume ekstrak trigliserida = 3.222,7 mg / 8.000 mg/dl = 0,403 dl = 0,0403 l. (mendekati 0,403 dl pada keracunan ke-1, berarti analisisnya tepat)
Massa & volume ekstrak trigliserida 3,2227 g & 0,0403 l adalah sangat kecil & sangat mudah untuk disalahgunakan sebagai racun dengan cara dicampurkan ke dalam makanan seperti sambal berminyak & tahu bakso.
B. Analisis Dugaan Massa & Volume Ekstrak LDL pada Hari Dugaan Keracunan (Not Valid)
Dugaan Keracunan ke-1: 15 Desember 2023 ba'da Maghrib
2 Januari 2024 korban kontrol di RS Provinsi “D”; trigliserida di atas normal (156 mg/dl), normalnya < 150 mg/dl. LDL normal 97 mg/dl.
Rentang waktu 15 Desember 2023 s.d. 2 Januari 2024: 18 hari.
Penurunan kadar LDL per hari karena penundaan cek lab = 71 mg/dl per 15 hari = 4,733 mg/dl per hari.
Dugaan kadar LDL pada hari H dugaan keracunan = 97 mg/dl + (18 hari * 4,733 mg/dl / hari) = 97 mg/dl + 85,194 mg/dl = 182,194 mg/dl.
Pada orang dewasa volume darah sekitar 70-75 ml/kg BB, atau sekitar 4-5 liter. (https://tlm.sari-mutiara.ac.id/2023/03/761/)
TB & BB korban = 170 cm & 60 kg. (BB ideal 60 s.d. 72 kg: BB ideal rata-rata = 66 kg)
Volume darah korban 72 ml/kg BB * 60 kg BB = 4.320 ml = 4,32 l = 43,2 dl. (dari 70-75 ml/kg BB ambil yang kelipatan 6)
Hasil MCU tanggal 05 Desember 2022: Trigliserida 127 mg/dl & LDL 103 mg/dl. (ambil yang tertinggi dalam 3 tahun)
Hasil MCU tanggal 08 September 2023: Trigliserida 107 mg/dl & LDL 132 mg/dl. (ambil yang tertinggi dalam 3 tahun)
Hasil MCU tanggal 23 September 2024: Trigliserida 104 mg/dl & LDL 104 mg/dl. (2024 tahun tersehat dalam 3 tahun)
Dugaan massa ekstrak LDL = (182,194 mg/dl - 132 mg/dl) * 43,2 dl = 50,194 mg/dl * 43,2 dl = 2.168,381 mg (bulatkan menjadi 2.168,4 mg).
Dugaan volume ekstrak LDL = 2.168,4 mg / 800 mg/dl = 2,710 dl = 0,271 l.
Massa & volume ekstrak LDL 2,1684 g & 0,271 l adalah sangat besar & sangat susah untuk disalahgunakan sebagai racun.
Dugaan Keracunan ke-8: 26 Mei 2025 ba'da Maghrib
Kamis 29 Mei 2025 (hari libur nasional), korban memeriksakan diri di laboratorium RS Provinsi "D"; LDL & trigliserida di atas normal: LDL 168 mg/dl & trigliserida 194 mg/dl, normalnya masing2 < 150 mg/dl.
Rentang waktu 26 s.d. 29 Mei 2025: 3 hari.
Penurunan kadar LDL per hari karena penundaan cek lab = 71 mg/dl per 15 hari = 4,733 mg/dl per hari.
Dugaan kadar LDL pada hari H dugaan keracunan = 168 mg/dl + (3 hari * 4,733 mg/dl / hari) = 168 mg/dl + 14,199 mg/dl = 182,199 mg/dl. (mendekati 182,194 mg/dl pada keracunan ke-1, berarti analisisnya tepat)
Pada orang dewasa volume darah sekitar 70-75 ml/kg BB, atau sekitar 4-5 liter. (https://tlm.sari-mutiara.ac.id/2023/03/761/)
TB & BB korban = 170 cm & 60 kg. (BB ideal 60 s.d. 72 kg: BB ideal rata-rata = 66 kg)
Volume darah korban 72 ml/kg BB * 60 kg BB = 4.320 ml = 4,32 l = 43,2 dl. (dari 70-75 ml/kg BB ambil yang kelipatan 6)
Hasil MCU tanggal 05 Desember 2022: Trigliserida 127 mg/dl & LDL 103 mg/dl. (ambil yang tertinggi dalam 3 tahun)
Hasil MCU tanggal 08 September 2023: Trigliserida 107 mg/dl & LDL 132 mg/dl. (ambil yang tertinggi dalam 3 tahun)
Hasil MCU tanggal 23 September 2024: Trigliserida 104 mg/dl & LDL 104 mg/dl. (2024 tahun tersehat dalam 3 tahun)
Dugaan massa ekstrak LDL = (182,199 mg/dl - 132 mg/dl) * 43,2 dl = 50,199 mg/dl * 43,2 dl = 2.168,597 mg (bulatkan menjadi 2.168,6 mg). (mendekati 2.168,4 mg pada keracunan ke-1, berarti analisisnya tepat)
Dugaan volume ekstrak LDL = 2.168,6 mg / 800 mg/dl = 2,711 dl = 0,271 l. (mendekati 2,710 dl pada keracunan ke-1, berarti analisisnya tepat)
Massa & volume ekstrak LDL 2,1686 g & 0,271 l adalah sangat besar & sangat susah untuk disalahgunakan sebagai racun.
III. Analisis Lebih Lanjut Dugaan Massa & Volume Ekstrak Trigliserida & Ekstrak LDL yang dibutuhkan untuk meracuni Korban
A. Analisis Lebih Lanjut Dugaan Massa & Volume Ekstrak Trigliserida pada Hari Dugaan Keracunan (Valid)
Dugaan Keracunan ke-1: 15 Desember 2023 ba'da Maghrib
Dugaan massa ekstrak trigliserida = (201,594 mg/dl - 127 mg/dl) * 43,2 dl = 74,594 mg/dl * 43,2 dl = 3.222,461 mg (bulatkan menjadi 3.222,5 mg).
Dugaan volume ekstrak trigliserida = 3.222,5 mg / 8.000 mg/dl = 0,403 dl = 0,0403 l.
Massa & volume ekstrak trigliserida 3,2225 g & 0,0403 l adalah sangat kecil & sangat mudah untuk disalahgunakan sebagai racun dengan cara dicampurkan ke dalam makanan seperti sambal berminyak & tahu bakso.
Ekstrak trigliserida technopath berasal dari bahan sumber unggas dengan konsentrasi trigliserida minimum tipikal 90 mmol/l (~8.000 mg/dl). Penambahan pengawet bersifat opsional. Produk ini disediakan dengan penyaringan hingga ukuran pori absolut 0,22 mikron.
Dengan cara dikeringkan, konsentrasi trigliserida bisa 4 kali lipat konsentrasi trigliserida minimum.
4 x 8.000 mg/dl = 32.000 mg/dl
Dugaan volume ekstrak trigliserida = 3.222,5 mg / 32.000 mg/dl = 0,101 dl = 0,0101 l.
Massa & volume ekstrak trigliserida 3,2225 g & 0,0101 l adalah sangat kecil & sangat mudah untuk disalahgunakan sebagai racun dengan cara dicampurkan ke dalam makanan seperti sambal berminyak & tahu bakso.
Dugaan Keracunan ke-8: 26 Mei 2025 ba'da Maghrib
Dugaan massa ekstrak trigliserida = (201,599 mg/dl - 127 mg/dl) * 43,2 dl = 74,599 mg/dl * 43,2 dl = 3.222,677 mg (bulatkan menjadi 3.222,7 mg). (mendekati 3.222,5 mg pada keracunan ke-1, berarti analisisnya tepat)
Dugaan volume ekstrak trigliserida = 3.222,7 mg / 8.000 mg/dl = 0,403 dl = 0,0403 l. (mendekati 0,403 dl pada keracunan ke-1, berarti analisisnya tepat)
Massa & volume ekstrak trigliserida 3,2227 g & 0,0403 l adalah sangat kecil & sangat mudah untuk disalahgunakan sebagai racun dengan cara dicampurkan ke dalam makanan seperti sambal berminyak & tahu bakso.
Ekstrak trigliserida technopath berasal dari bahan sumber unggas dengan konsentrasi trigliserida minimum tipikal 90 mmol/l (~8.000 mg/dl). Penambahan pengawet bersifat opsional. Produk ini disediakan dengan penyaringan hingga ukuran pori absolut 0,22 mikron.
Dengan cara dikeringkan, konsentrasi trigliserida bisa 4 kali lipat konsentrasi trigliserida minimum.
4 x 8.000 mg/dl = 32.000 mg/dl
Dugaan volume ekstrak trigliserida = 3.222,7 mg / 32.000 mg/dl = 0,101 dl = 0,0101 l.
Massa & volume ekstrak trigliserida 3,2227 g & 0,0101 l adalah sangat kecil & sangat mudah untuk disalahgunakan sebagai racun dengan cara dicampurkan ke dalam makanan seperti sambal berminyak & tahu bakso.
B. Analisis Lebih Lanjut Dugaan Massa & Volume Ekstrak LDL pada Hari Dugaan Keracunan (Valid)
Dugaan Keracunan ke-1: 15 Desember 2023 ba'da Maghrib
Dugaan massa ekstrak LDL = (182,194 mg/dl - 132 mg/dl) * 43,2 dl = 50,194 mg/dl * 43,2 dl = 2.168,381 mg (bulatkan menjadi 2.168,4 mg).
Dugaan volume ekstrak LDL = 2.168,4 mg / 800 mg/dl = 2,710 dl = 0,271 l.
Massa & volume ekstrak LDL 2,1684 g & 0,271 l adalah sangat besar & sangat susah untuk disalahgunakan sebagai racun.
Ekstrak Lipoprotein Densitas Rendah Manusia (HLDL) Technopath berasal dari plasma manusia berkualitas tinggi yang bersumber dari fasilitas pengumpulan darah berlisensi dan terakreditasi penuh. Produk akhir memiliki konsentrasi LDL minimum tipikal 20,7 mmol/L (~800 mg/dL), dengan rasio Trigliserida terhadap Kolesterol Total 40-50%.
Dengan cara dikeringkan, konsentrasi LDL bisa 10 kali lipat konsentrasi LDL minimum.
10 x 800 mg/dl = 8.000 mg/dl
Dugaan volume ekstrak LDL = 2.168,4 mg / 8.000 mg/dl = 0,271 dl = 0,0271 l.
Massa & volume ekstrak LDL 2,1684 g & 0,0271 l adalah sangat kecil & sangat mudah untuk disalahgunakan sebagai racun dengan cara dicampurkan ke dalam makanan seperti sambal berminyak & tahu bakso.
Dugaan Keracunan ke-8: 26 Mei 2025 ba'da Maghrib
Dugaan massa ekstrak LDL = (182,199 mg/dl - 132 mg/dl) * 43,2 dl = 50,199 mg/dl * 43,2 dl = 2.168,597 mg (bulatkan menjadi 2.168,6 mg). (mendekati 2.168,4 mg pada keracunan ke-1, berarti analisisnya tepat)
Dugaan volume ekstrak LDL = 2.168,6 mg / 800 mg/dl = 2,711 dl = 0,271 l. (mendekati 2,710 dl pada keracunan ke-1, berarti analisisnya tepat)
Massa & volume ekstrak LDL 2,1686 g & 0,271 l adalah sangat besar & sangat susah untuk disalahgunakan sebagai racun.
Ekstrak Lipoprotein Densitas Rendah Manusia (HLDL) Technopath berasal dari plasma manusia berkualitas tinggi yang bersumber dari fasilitas pengumpulan darah berlisensi dan terakreditasi penuh. Produk akhir memiliki konsentrasi LDL minimum tipikal 20,7 mmol/L (~800 mg/dL), dengan rasio Trigliserida terhadap Kolesterol Total 40-50%.
Dengan cara dikeringkan, konsentrasi LDL bisa 10 kali lipat konsentrasi LDL minimum.
10 x 800 mg/dl = 8.000 mg/dl
Dugaan volume ekstrak LDL = 2.168,6 mg / 8.000 mg/dl = 0,271 dl = 0,0271 l.
Massa & volume ekstrak LDL 2,1686 g & 0,0271 l adalah sangat kecil & sangat mudah untuk disalahgunakan sebagai racun dengan cara dicampurkan ke dalam makanan seperti sambal berminyak & tahu bakso.
IV. Analisis Visual Darah Bekam Dugaan Keracunan Ekstrak Trigliserida
Kalau dilakukan analisis visual:
Darah bekam dugaan keracunan ekstrak trigliserida adalah darahnya sangat kental & berwarna merah kehitaman (darah bekam dengan kadar trigliserida normal darahnya normal kental & berwarna merah cerah).
Darah bekam dugaan keracunan ekstrak trigliserida adalah volumenya relatif banyak, sekitar 50 s.d. 80 % volume kop (darah bekam dengan kadar trigliserida normal volumenya relatif sedikit, sekitar 10 s.d. 40 % volume kop).
Bekam tanggal 24 Agustus 2025
Bekam tanggal 30 Agustus 2025
Bekam tanggal 30 Agustus 2025
Bekam tanggal 05 September 2025
V. Referensi Dalil & Buku Ilmiah Bekam
Referensi dalil: Hadits shohih. Referensi bacaan: https://almanhaj.or.id/2452-pengobatan-habbatus-sawda-madu-bekam-dan-air-zamzam.html
Buku 1: Panduan Terapi Bekam dari Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI)
Buku 2: Bekam Tinjauan Hadits dan Ilmiah dari Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI)
Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI)
Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI)