Priyono, dkk. 2015. Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS 2015: Peran Geograf dan Peneliti dalam Menghasilkan Penelitian dan Pengabdian yang Berdaya Guna Bagi Masyarakat (Bagian I). Surakarta: Fakultas Geografi UMS.
SURAKARTA (2021). Geografi merupakan sebuah cabang ilmu pengetahuan didalamnya memuat kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan objek kajian berupa bumi dan langit. Geografi, geograf dan peneliti memiliki peran nyata dalam membangun peradaban bangsa. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diantaranya memperkuat perannya sebagai unsur pembentuk Negara, mendukung ketahanan nasional, mengkaji keberadaan sumber daya alam, manusia dan buatan mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan nasional dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.Berbagai isu strategis mengenai peran geograf dan peneliti harus segera diselesaikan.UMS mengadakan Seminar Nasional pada tahun 2015 dengan tema Peran Geograf dan Peneliti dalam Menghasilkan Penelitian dan Pengabdian yang Berdaya Guna Bagi Masyarakat.Prosiding ini merupakan hasil dokumentasi kegiatan seminar nasional tersebut.Seminar ini terselenggara atas kerjasama UMS, Badan Informasi Geospasial dan Ikatan Geograf Indonesia.Prosiding ini memuat makalah-makalah yang disampaikan saat kegiatan seminar berlangsung, baik makalah pembicara utama maupun makalah peserta.Makalah peserta pada presiding ini terbagi dalam 3 komisi.Komisi 1 merupakan komisi pertama membahas tentang peran peneliti bidang geografi manusia.Komisi 2 dan 3 memuat tentang peran peneliti dalam bidang geografi fisik. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS.
Priyono, dkk. Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS 2016: Upaya Pengurangan Risiko Bencana Terkait Perubahan Iklim.Solo: Muhammadiyah University Press.
SURAKARTA (2021). Perubahan iklim menyebabkan bahaya langsung berupa perubahan pola curah hujan, kenaikan temperature, kenaikan temperature, kenaikan muka air laut dan kejadian iklim ekstrim.Bahaya-bahaya tersebut mengancam dan mempengaruhi keberlanjutan masyarakat dalam sistem alamnya (Lemhanas, 2014).Berbagai macam isu strategis harus diselesaikan pada sektor perubahan iklim guna mengurangi resiko bencana.UMS mengadakan Seminar Nasional pada tahun 2016 dengan tema Upaya Pengurangan Risiko Bencana Terkait Perubahan Iklim.Prosiding ini merupakan hasil dokumentasi kegiatan seminar nasional tersebut.Prosiding merupakan hasil kegiatan seminar yang dilaksanakan di Hotel Syariah Solo pada tanggal 4 Juni 2016.Seminar ini terselenggara atas kerjasama UMS, Badan Informasi geospasial, Ikatan Geograf Indonesia, Ikatan Ahli kebencanaan Indonesia dan MDMC.Prosiding ini memuat makalah-makalah yang disampaikan saat kegiatan seminar berlangsung, baik makalah pembicara utama maupun makalah peserta.Makalah peserta pada presiding ini terbagi dalam 5 komisi. Komisi A dan B merupakan komisi pertama dan kedua membahas tentang mitigasi bencana terkait perubahan iklim. Komisi C memuat tentang adaptasi terhadap perubahan iklim.Komisi D membicaratakan perihal pendidikan dan pendampingan masyarakat tanggung bencana terkait perubahan iklim. Selanjutnya komisi E mendiskusikan tentang aplikasi PJ dan SIG untuk data base bencana terkait peruabhan iklim. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS.
Septian, Bambang. 2011. Hubungan Antara Karakteristik Hujan dengan debit Suspensi Rata-Rata Harian dan debit Suspensi Puncak Harian Sub DAS Watujali dan Sub DAS Silengkong. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
SURAKARTA (2021). Hutan memiliki fungsi perlindungan terhadap erosi dan sedimentasi.Adanya perubahan fungsi hutan pinus di sub DAS Watujali dan sub DASSilengkong diduga mempengaruhi debit suspensi yang keluar dari sistem DAS tersebut. Penefitian ini bertujuan untuk mengetahuà hubungan antara debitSuspensi dengan debit aliran di SPAS Watujali dan Silengkong, serta mengetahui hubangan antara karakteristik hujan dengan debit suspensi rata-rata harian dandebit suspensi puncak harian di kawasan hutan pinus sub DAS Watujali dan sub DAS Silengkong. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran pada tinggi muka air (m)menggunakan alat automatic water level recorder, debit aliran (liter/dtk)menggunakan alat current meter, debit suspensi (gram/dtk) menggunakan alatsuspended sampler, tebal hujan harian (mm), lama hujan harian (jam), danintensitas hujan maksimum 30 menit (mm/jam) menggunakan automatic rain recorder. Metode analisis yang digunakan yaitu metode analisis regresi gandamenggunakan bantuan software SPSS 15.0 for Windows dengan menempatkandebit suspensi rata-rata harian (Y1) dan debit suspensi puncak harian (Y2) sebagai variabel bergantung dan tebal hujan (X1), lama hujan (X2) dan I maks 30 (X3) sebagai variabel bebas.Dari Penelitian ini diperoleh persamaan kurva hubungan antara debit Supensi (Qs) dengan debit aliran (Q) di SPAS Watujali yaitu: Qs = 0,00076 Q 1,822, dan di sub DAS Watujali, ditarik kesimpulan bahwa ketigakarakteristik hujan berpengaruh nyata terhadap debit suspensi rata-rata harian dandebit suspensi puncak. harian. Model yang diperoleh untuk penaksiran debit suspensi rata rata harian : Y1 = -0,120-0,6 (X1) + 1,806 (X2) + 0,774 (X3) dandebit suspensi puncak harian : Y2= -1,078 + 3,889 (X1) - 7,198 (X2)-0,747 (X). Sedangkan di SPAS Silengkong, diperoleh persamaan kurva yaitu :Qs = 0,0011 Q 1,771, dan di sub DAS Silengkong hanya tebal hujan dan intensitas Foufam maksimas 30 menit yang berpengaruh nyata terhadap debit suspensi rata-rata harian dan debit suspenIsi puncak harian. Model yang diperoleh untukpenaksiran debit suspensi rata-rata harian : Y1= 4,271 - 0,335 (X1) + 0,445 (X3)dan debit suspensi puncak harian: Y2 33,485-3,296 (X1) + 4,262 (X3). ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS.
Ghozali, Awaludin Wendy. 2011. Hubungan Antara Karakteristik Hujan dengan ebit Aliran Puncak Harian dan Debit Aliran Rata-Rata Harian di Sub DAS Silengkong dan Sub DAS Watujali.Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
SURAKARTA (2021). Hujan yang jatuh pada suatu DAS akan meningkatkan debit aliran sungai. Adanya perubahan karakteristik hujan diduga mempengaruhi debit aliran yangkelar dari Sub DAS Silengkong dan Sub DAS Watujali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik hujan dengan debit aliran puncakharian dan debit aliran rata-rata harian di sub DAS Silengkong dan sub DASWatujali. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran tebal hujan (mm), durasi hujan Qam intensitas hujan maksimum 30 menit (mm/jam) menggunakan alatautomatic rain recorder, tinggi muka air (m) menggunakan alat auromatic waterlevel recorder, dan kecepatan aliran (m3/sec) menggunakan alat current meter.Kemadian data di analisis dengan menggunakan analisis regresi gandamenggunakan bantuan software SPSS 15.0 for Windows dengan menempatkandebit aliran puncak harian (Y1) dan debit aliran rata-rata harian (Y2) sebagaivaniabel bergantung dan tebal hujan (X1), durasi hujan (X2) dan I maks 30 (X3)sebagai variabel bebas.Model yang diperoleh untuk menaksir debit aliran sub DAS SilengkongY1 = 0173 + 0,007(X3) dan Y2 = 0,158-0,003(X1) + 0,004 (X3) sedangkan subDAS Watujali: Y1 = 0,158 + 0,019(X1) + 0.037(X2) +0,005(X3) dan Y2 = 0,173 +0,003(X3). Karakteristik hujan yang berpengaruh nyata terhadap debit aliranadalah intensitas maksimom 30 menit dan tebal hujan. Sedangkan durasi hujantidak berpengaruh nyata terhadap debit aliran. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS.
Supartini. 2004. Analisis Hubungan Nilai Tetapan Aliran © dengan Karakteristik Penutupan Lahan dan Karakteristik Hujan: Studi Kasus DAS Watujali dan DAS Silengkong.Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
SURAKARTA (2021). Koleksi ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Supartini dalam rangka menyelesaikan tugas skripsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik penutupan lahan dan karakteristik hujan terhadap nilai tetapan aliran dan menentukan bentuk hubungan antara nilai terapan aliran permukaan (C) pada metode rasional dan karakteristik penutupan ;ahan (Stemflow, throughfall dan intersepsi), dan karakteristik hujan (tebal dan lama hujan).Penelitian ini dilaksanakan di DAS Watujali dan DAS Silengkong, dimana sebagian besar wilayah didominasi oleh tanaman pinus (Pinus merkusii).DAS tersebut berlokasi di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah.Data harian terpilih terdiri atas data curah hujan dan data tinggi muka air.Karakteristik penutupan lahan dikategorikan sebagai stemflow, throughfall, dan intersepsi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan model hubungan antara tetapan aliran (C) dan stemflow, throughfall, intersepsi, tebal hujan dan lama hujan.Untuk menentukan keeratan hubungan antar variabel, digunakan analisis korelasi.Sedangkan untuk membuat model hubungan, digunakan analisis regresi linier dengan metode Backward untuk menentukan variabel yang paling signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, model hubungan antara tetapan aliran (C) dan variabel yang paling signifikan dapat dinyatakan dengan persamaan Di DAS Silengkong, C = 0.0015 P-0.09 dan di DAS Watujali, C= 0.0733 I 1.1.578. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS.
Savitri, Ismajati. 2006. Pemetaan Satuan Lahan untuk Analisis Kemampuan Lahan, Potensi Air dan Arahan Penggunaan Lahan Sub DAS Padas DAS Bengawan Solo.Yogjakarta: Universitas Gadjah Mada.
SURAKARTA (2021). Koleksi ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan Ismajati Savitri dalam rangka menyelesaikan skripsi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kemampuan lahan serta potensi tata air untuk merumuskan alternative penggunaan lahan yang mampu menghasilkan tata air yang baik di Sub DAS Padas, DAS Bengawan Solo. Penelitian ini menghasilkan kelas kemampuan lahan dan potensi air yang dapat digunakan sebagai saran, masukan dan bahan pertimbangan dalam pengelolaan dan pengembangan Sub DAS Padas, DAS Bengawan Solo. Analisis kemampuan lahan dan potensi air dilakukan pada satua lahan dan pemetaan satuan lahan dilakukan dengan dengan overlay peta kelerengan, peta jenis tanah dan peta penggunaan lahan. Kemampuan lahan ditentukan dengan analisis klasifikasi kemampuan lahan. Potensi air ditentukan dengan analisis neraca air Thornthwaite dan Mather. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Sub DAS Padas terdapat kemampuan lahan kelas I, II, III, V dan VIII.Luasan kemampuan lahan kelas I sebesar 504,422 ha; kemampuan lahan kelas II sebesar 138,041 ha; kemampuan lahan kelas III sebesar 800,184 ha; kemampuan lahan kelas V sebesar 562,587 ha; kemampuan lahan kelas VIII sebesar 920,189 ha. Hasil analisis neraca air menunjukkan bahwa potensi air Sub DAS Padas adalah 21.117.600,77 m'/tahun dengan indeks kekeringan termasuk kriteria kekurangan air sedang. Untuk menghasilkan tata air yang baik disarankan mengubah penggunaan lahan sesuai dengan kemampuan lahannya, yaitu hutan, hutan rakyat, sawah tadah hujan dan sawah irigasi pada kemampuan lahan kelas VIIIl menjadi kawasan lindung; sawah tadah hujan, sawah irigasi, semak dan tegalan pada kemampuan lahan kelas V menjadi hutan produksi, hutan pada kemampuan lahan kelas III menjadi hutan produksi; tegalan, hutan rakyat dan semak pada kemampuan lahan kelas III menjadi agroforestry; tegalan pada kemampuan lahan kelas II menjadi agroforestry. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS.
Kuswanda, Wanda, dkk. 2018. Konservasi dan Ekowisata Gajah: Sebuah Model dari KHDTK Aek Nauli. Bogor: IPB Press.
SURAKARTA (2021) Salah satu lokasi tujuan wisata yang menjadi prioritas untuk dikembangkan di Indonesia adalah Kawasan Danau Toba yang terletak di Propinsi Sumatera Utara.Salah satu usaha yang dilakukan untuk menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Danau Toba adalah pembangunan Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC). Fasilitas ANECC dibangun atas kerja sama beberapa pihak, ayitu Balai Besar KOnservasi Sumber Daya Alam (Balai Besar KSDA) Sumatera Utara, Balai Penelitian dan Pengembangan LIngkungan Hidup dan kehutanan (Balai Litbnag LHK) Aek Nauli, dan Veterinary Society for Sumatran Wildlife Conservation (Vesswic). Buku ini ditulis dengan tujuan menjadi sarana diseminasi informasi kepada masyarakat umum mengenai program konservasi satwa liar melalui pengembangan ekowisata yang dapat berperan dalam menjaga kelestarian gajah beserta habitatnya.Ekowisata tersebut juga dapat menjadi bagian yang membuka kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar KHDTK Aek Nauli dan Danau Toba, ataupun pendapatan Negara dan Provinsi Sumatera Utara.Buku ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Litbnag LHK Aek Nauli dan analisis terhadap berbagai lietaratur terkait.Buku terdiri dari 10 bab. Hal yang dimuat dalam buku ini diantaranya yaitu tentang pengenalan bioekologi gajah Sumatra, gambaran KHDTK Aek Nauli sebagai lokasi ekoeisata, tantangan dalam program konservasi gajah Sumatra, ekowisata sebagai model konservasi satwa liar di masa depan, pemanfaatan gajah jinak atau captive di KHDTK Aek Nauli, dan lain-lain. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS.
SURAKARTA (2018) Vanili, membayangkannya saja langsung terbayang mencium aroma wangi khasnya. Kebutuhan pasar dunia meningkat tajam. Salah satu penyebabnya karena sentra besar Madagaskar rusak terkena topan. Hal tersebut menjadi peluang besar bagi pekebun di Indonesia untuk merebut pasar dunia. Harga vanili kualitas prima menggiurkan hingga Rp 4 juta per kg. Para pekebun dan pedagang yang berhasil menjual produk hasil mereka menceritakan kisah pengalaman terbaik mereka dalam berkecimbung di dunia vanili. Mereka juga membagi pengalaman bagaimana cara memilih bibit yang unggul, menanam, merawat, memanen dan mengeringkan vanili agar bisa menjadi produk dengan kualitas prima. Kita bisa menyimak artikel-artikel lengkapnya di majalah Trubus No. 587 edisi Oktober 2018 halaman 8-26. Artikel lain yang tak kalah menarik untuk dibaca adalah mengenai bambu. Trubus edisi ini mengulas bambu untuk berbagai komoditas. Edisi ini menceritakan bagaimana bambu bisa membuat masyarakat Mentawai mendiri listrik. Artikel selanjutnya menjelaskan komoditas bambu sebagai papan kuat arang aur. Arang bambu ini mampu menjadi bahan papan partikel berkualitas tinggi. Hal lain yang menggugah selera untuk membaca adalah bagaimana bambu bisa menjadi baju. Baju dari serat bambu diklain lebih nyaman, sehat dan ramah lingkungan. Bahkan bambu dinyatakan sebagai serat yang bisa bernafas dan bisa menyesuaikan diri dengan panas atau cuaca pada umumnya. Artikel lain yang sayang untuk tidak dibaca adalah mengenai niaga kelapa, menanam terumbu, dan bagaimana memburu durian kebas dan lain sebagainya. Artikel tersebut dikemas dengan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti dan dilengkapi dengan gambar penuh warna sehingga makin menambah ketertarikan untuk membaca. Artikel tersebut merupakan best practice dari para pekebun, peternak dan petani yang bisa kita contoh. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Penelitian akar di lapangan masih berupa langkah-langkah sains, terutama metodologisnya. Dahulu banyak pekerja riset yang putus asa dengan melakukan studi akar semacam ini. Kebutuhan informasi masyarakat meningkat tentang pengembangan dan distribusi akar tanaman di berbagai lapisan tanah pada berbagai kondisi ekologi, khususnya dalam penerapan botani seperti pertanian, hortikultura, dan kehutanan. Mereka tertarik untuk memperoleh lebih banyak data tentang akar tanaman di tanah. Buku ini akan memberikan survei tentang metode yang ada dalam penelitian akar dari sisi ekologi. Metode lapangan utama disajikan; teknik untuk eksperimen pot hanya dijelaskan sejauh penting untuk memecahkan masalah ekologis. Metode laboratorium untuk mempelajari fisiologi akar tidak dibahas dalam buku ini. Buku ini mencitasi dari berbagai sumber internasional khususnya bagian methodologi. Buku ini merupakan buku lama karena merupakan buku keluaran tahun 1979. Tetapi buku ini masih sangat berguna untuk dibaca dan dijadikan referensi bagi kita yang ingin mengetahui informasi tentang ekologi akar dan fisiologi akar, survei tentang metode penelitian akar karena buku ini menyediakan informasi yang lengkap mengenai metode penelitian akar. Mulai dari excavationmethod sampai container methods dikupas tuntas di sini. Pada bagian akhir kita disuguhi informasi tentang teknik mencuci akar, parameter akar dan pengukurannya.***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Moringa atau yang sering kita sebut dengan daun kelor dipasarkan di Uni Eropa sebagai bahan pangan super dengan kandungan nutrisi yang tinggi. Produk ini meningkatkan kekebalan tubuh, kesehatan umum, level energi dan mendukung manajemen bobot tubuh. Trubus No. 581, April 2018 membahas perihal moringa tersebut. Tulisan ini menjelaskan tingginya permintaan tepung daun moringa di pasaran, bagamana cara atau kiat membuka pasar mancanegara. Selanjutnya juga dibahas tentang bukti-bukti ilmiah yang menguatkan ajaibnya pohon moringa; berbagai produk olahan moringa; serta bagaimana cara menjaga nutrisi daun ini. Selain itu, edisi ini juga mengulas perhitungan laba berbisnis moringa. Dengan membaca majalah ini kita juga bisa mengetahui bahwa selain daunnya yang banyak faedahnya bagi kesehatan tubuh ternyata kita juga bisa memanfaatkan biji moringa. Caranya adalah dengan mengolahnya menjadi minyak yang bermanfaat bagi kesehatan. Masih seputar tanaman berkhasiat, edisi ini juga menampilkan jamur berkhasiat maitake. Berbeda dari edisi bulan sebelumnya, edisi ini membahas perihal maitake yang manjur mengatasi alergi. Brotowali juga menambah khasanah tulisan trubus no. 581 ini. Dijelaskan di sini jika fraksi ait batang tanaman ini memiliki kandungan senyawa kumarin dan flavonoid yang memiliki antioksidan tertinggi. Tanaman ini ampuh menumpas sel kanker. Berbagai artikel lain yang tak kalah menarik juga dipaparkan edisi ini, diantaranya yaitu: Bagaimana cara lezat atasi tifus; bagaimana membudidayakan hyacint; bagaimana cara diet keto dan pandangan paha ahli mengenai diet keto. Artikel dimuat berdasarkan pengalaman terbaik dari para praktisi langsung dilapangan dengan dilengkapi gambar penuh warna yang menambah pemahaman kita tentang topik yang dibahas. Simak uraian lengkapnya pada Trubus No. 581, April 2018.***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Perubahan global tidak membutuhkan waktu yang lama untuk masuk ke Indonesia. Siapkah kita menghadapinya?. Intisari No. 667, April 2018 membahas tentang kesiapan kita menghadapi perubahan global. Edisi ini menyebutkan jika kita siap, ada harapan besar talenta-talenta Indonesia semakin bersinar setidaknya 10 tahun mendatang. Dan jika tidak siap, kita hanya jalan di tempat saja. Majalah ini juga memaparkan tentang proyeksi Indonesia tahun 2025, profesi apa saja yang paling seksi di tahun 2015 dan 2025. Hal itu memberi pembaca inspiprasi dan pemahaman tentang pentingnya kesiapan kita dalam menyambut perubahan global. Artikel lain menghadirkan informasi tentang warna yang hilang di masa lalu. Di sini ahli warna memberikan pengetahuannya tentang bagaimana teknik coloring digunakan untuk memulas foto-foto lawas hitam putih sehingga menambah khasanah ekspresi dan cerita ke dalam foto tersebut. Mereka mengandalkan imajinasi mereka untuk mewarnai foto hitam putih dan mengandalkan piranti lunak komputer. Berkaitan dengan teknologi, edisi ini juga memberikan informasi tentang kafe tanpa pelayan. Tulian ini menceritakan bagaimana robot android menjadi pengganti pelayan kafe di China. Hal tersebut mengingatkan kita jika kedepannya bisa saja robot menggantikan pekerjaan kita. Cerita lain mengulas tentang legenda jamu cekok Van Kulon Kerkoff di Yogyakarta. Intisari ini juga memberikan pengetahuan kepada pembacanya tentang bagaimana cara menyimpan cokelat di lemari es. Artikel yang tak kalah menarik di sini adalah bagaimana para penyandang tunanetra berjuang menuju setaraf dan setarif dengan orang normal lainnya sehingga mereka mempunyai peluang kerja yang sama dengan orang normal lainnya. Majalah edisi ini dilengkapi dengan gambar penuh warna yang ekspresif yang menambah minat untuk membaca. Bahasa dikemas secara ringkas, padat dan apik sehingga memudahkan pembaca dalam memahami isinya. Infomasi yang diberikan sangat bervariasi dan menarik.***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Apakah sebenarnya ras itu? Ilmu pengetahuan mengungkap bahwa ras tidak memiliki dasar genetika maupun ilmiah. Pada dasarnya, hal itu hanya label buatan manusia yang digunakan untuk mengelompokan dan membeda-bedakan. National Geographic Indonesia April 2018 menjelaskan ras bukan sebagai konsepsi biologis tetapi sebagai ide sosial yang bisa merusak. Edisi ini menjelaskan bahwa saat inipun Neandertal masih hidup di tengah kita. Selanjutnya mereka mengajak kita agar melupakan soal ras karena nenek moyang kita adalah kisah nyata dan jauh lebih menarik. Artikel selanjutnya mengungkapkan perbedaan ras yang masih mewarnai politik, lingkungan dan pandangan kita tentang diri sendiri. Sejak lahir kita membedakan: kita dan mereka, serta memilih kelompok kita sendiri. Hal tersebut yang memecah kita sehingga konflik diberbagai wilayah dan budaya berkecambuk. Tidak bisakah sains menawarkan solusi dan tak bisakah kita hidup saling berdampingan dalam damai. National geogrphic tidak mengajarkan hal baru, tetapi memperkuat pola pikir yang sudah ada. Rubrik jelajah mengungkapkan tentang sebaran seluruh spesies baru burung di Indonesia. Hal tersebut terjadi karena perbedaan samar antarspesies yang memaksa para taksonom untuk lebih jeli mempelajari dan mengelompokannya. Terdapat 112 spesies baru burung hasil pemisahan atau revisi taksonomi yang dipaparkan di sini. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Penakar di perkotaan memanfaatkan kamar kosong di rumahnya untuk menangkar lovebird. Bisnis rumahan ini mendatangkan laba besar hingga puluhan juta sebulan. Burung ini diprediksi tren hingga 2023. Selain menguntungkan, banyaknya varian warna lovebird menjadi pendorong peternak mengembangkan burung kerabat nuri ini. Bahkan saat ini para penakar lovebird dapat memprediksi mutasi warna hasil tangkaran. Trubus No. 580, Maret 2018 membahas tentang lovebird. Mulai dari laba besar yang menguntungkan dan menjanjikan, mutasi warna dan aral pemeliharaannya dibahas secara detail pada edisi ini. Artikel tersebut menginspirasi kita jika tertarik untuk mengembangkan bisnis rumahan burung. Simak uraian lengkapnya pada edisi ini. Masih berkisar tentang burung, artikel selanjutnya membahas tentang burung walet. Di sini diungkapkan bagaimana mengendalikan hama dan penyakit walet. Terbitan ini menjelaskan cara aman bagi walet dan sarangnya tanpa pestisida kimia. Trubus ini juga memaparkan empat cara sederhana meningkatkan kualitas susu sehingga peternak menerima harga lebih tinggi. Selain itu, kita diajak keliling ke kebun salak pondoh Jani Ginting Tigajuhar di Kecamatan Sinembah Deliserdang, Sumatera Utara lewat cerita profil dengan judul "Tebang sawit Pilih salak." Selanjutnya kita bisa membaca artikel tentang cabai, bagaimana agar produksinya naik 400% dan agar cabai aman di bawah naungan ? Kisah-kisah tersebut merupakan best practice dari para peternak, ahli yang berhasil dalam pekerjaannya. Cerita yang diberikan begitu menginspirasi pembaca sehingga tertarik untuk membaca dan menerpkannya di kehidupan nyata. Bahasa dikemas dengan sagat apik sehingga memudahkan pembaca dalam memahami isi. Majalah dilengkapi dengan gambar penuh warna dan bervariasi sehingga menambah daya tarik tersendiri bagi pembacanya. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Burung bermigrasi menggunakan berbagai metode navigasi. Metode tersebut berdasarkan pada matahari, tengara, bintang bahkan medan magnet bumi untuk menentukan arah. Meskipun burung hanya bermigrasi dalam jarak dekat, migrasi ekstrem menyebrangi samudra dan benua untuk mencapai lokasi bersarang dan sumber makanan musiman. Hewan ini mengalami rintangan besar saat melakukan perpindahan, seperti: pembangunan manusia. Turbin angin menewaskan burung dan lampu kota membingungkan penerbang malam. Selain itu, perubahan iklim juga ikut mempengaruhi waktu dan keberhasilan perjalanan burung. Sebelumnya majalah ini mengungkapkan cerita tentang hikayat Ruaya Kukila. Tulisan ini membahas tentang perjalanan luar biasa yang ditempuh burung ruaya dan bagaimana kesulitan yang dihadapinya akibat perbuatan manusia. Informasi yang diberikan begitu menakjubkan dan menambah pengetahuan pembaca tentang burung, migrasi burung dan sistem navigasinya. Di sisi lain para astronout dunia mendeskripsikan kemegahan bumi dari luar angkasa. Kisah mereka menginspirasi kita untuk lebih menghargai, mensyukuri dan melestarikan planet ini agar kehidupan terus berjalan. Selanjutnya kita diajak untuk memahami bumi dengan menampilkan 13 hal yang memungkinkan kehidupan di bumi begitu ideal dan sempurna. Karena jika tidak kita jaga perubahan iklim, pemanasana global , kemarau panjang dan pemanfaatn terhadap sumber daya yang berlebihan bisa menyebabkan kerusakan. Rubrik selanjutnya mengungkap tentang kerusakan beberapa danau terbesar di dunia. Kerusakan tersebut meneyababkan danau mengering, mengancam keberadaan habitat dan budaya. Isu lain yang dipaparkan yaitu bagaimana kehidupan di bumi meledak dan mikroba sederhana menjadi makhluk kompleks dan besar. Melalui isinya majalah edisi ini benar-benar menginspirasi pembaca untuk lebih peduli kepada alam, bumi beserta isinya. Informasi dipaparkan dengan bahasa yang singkat, lugas namun padat sehingga mudah dipahami. Majalah dilengkapi dengan gambar yang spektakuler dengan resolusi tinggi yang menggugah minat pembaca untuk melihat dan membaca isinya. dengan membaca terbitan ini kita bisa memperoleh informasi yang bersifat ilmiah yang sebelumya tidak kita ketahui.***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Sejak dahulu kala, tak sedikit orang menggunakan berbagai cara untuk awet muda. Ramuan, kosmetik, olah tubuh, hal mistik dilakukan untuk mewujudkan hal tesebut. Banyak orang berkata bahwa masa muda adalah masa yang paling indah. Tetapi alam memperingatkan kita bahwa bisa menjadi tua. Intisari No. 666, Maret 2018 mengupas tuntas tentang tema "Saatnya Anda menolak Tua." Berbagai alasan yang menyebabkan penuaan dan tis untuk mencegah penuaan bisa kita simak di sini. Apa benar penuaan pada seseoarang bisa dihentikan? Simak artikel lengkapnya di Intisari ini pada halaman 162. Tulisan lain membahas tentang dinamika bisnis PRT (pekerja rumah tangga). Bisnis ini mengalami lika liku dalam mencari pekerja di sektor yang tidak pernah sepi permintaan ini. Majalah ini memaparkan jika selain asal usul pegawai yang harus jelas, sertifikat profesi ini juga sangatlah penting. Tak jarang syarat yang diajukan juga terbilang unik. Cerita lain mengungkap tentang pengalaman para perempuan dari seluruh penjuru dunia saat tamu bulanan datang berkunjung. Di beberapa negara tersebut masih banyak tradisi, mitos, peraturan, dan budaya ketidaksetaraan gender yang memebratkan bahkan membahayakan perempuan, khususnya ketika mereka sedang menstruasi. Di sini kita juga diberikan informasi tentang tips ampuh pecinta pedas yang tidak athan pedas. hal yang paling menarik adalah artikel tentang bagaimana Gajah Sumatera sekolah di asrama. Mereka bersekolah di Taman nasional di Way Kambas Lampung. Hewan ini bersekolah dan melakukan persiapan bekerja. Artikel lain yang tak kalah menarik juga memuat tentang hak pejalan kaki yang dikebiri; cerita foto tentang kirab jelang mesin bergerak; bagaimana memungut kembali barang bekas; bagaiamana komunikasi tanpa batas dari HT ke ponsel. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Kuning, warna cerah yang menonjol dan membangkitkan energi, sedangkan lampu kuning adalah isyarat kita untuk berhati-hati. Swara Samboja Vol. VI, No.2, 2017 ini mengambil tema "Lampu Kuning untuk Si Kuning." Tema tersebut tidak mengajak kita untuk berhati-hati terhadap Si Kuning tetapi mengajak kita untuk mengenal lebih jauh si kuning. Si kuning yang dimaksud di sini adalah akar kuning yang berkhasiat obat. Tiga macam akar kuning dibahas edisi ini, yakni: Coscinium fenestratum (Gaertn.) Colebr; Fibraurea tinctoria Lour; dan Arcangelisia flava (l.) Merr. "Ketiga jenis tumbuhan tersebut tidak hanya terbukti secara empiris, namun juga telah terbukti secara ilmiah melalui berbagai penelitian yang dialkukan," ungkap Noorcahyati. Masih berkutat dengan si kuning, Noorcahyati juga mengulas habitat akar kuning dengan judul "Menanti Upaya Konservasi Anggur Kuning." Dijelaskan di sini tentang multifungsi akar kuning ini dan bagaimana tanaman kuning ini menjadi terancam punah di negara-negara lain di Asia karena kemampuan regenerasinya lambat. Untuk itu, majalah ini mengajak kita mengenal lebih lanjut tentang tanaman C. fenestratum yang bermanfaat ini. Artikel lain memberikan informasi tumbuhan obat lain yang berkhasiat yaitu Kotep (Melicope glaba). Tanaman ini biasa digunakan pada masyarakat Dayaq benuaq, dayak Meratus sebagai obat. Swara Samboja kali ini mengenalkan kita untuk mengenal lebih jauh tanaman kotep sebagai anti bakteri, menghambat pertumbuhan virus dan jamur serta mempercepat luka. Tulisan lain menganalkan kita tentang Biochar dan potensinya untuk rehabilitasi lahan bekas tambang batubara. Risalah penutup menceritakan tentang Rimbo Larangan Nagari Paru. Artikel tersebut menceritakan bagaimana potret perjuangan masyarakat Sijunjung, Sumatera Barat dalam melestarikan hutan. Best practice edisi ini mengetengahkan profil ahli Herpetofauna di Indonesia, Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini. Ibarat makanan semua artikel tersebut ditulis di sini seperti keripik dengan bahasa yang apik dan sistematis sehingga enak dan terkesan ringan untuk dibaca.***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Buku ini memberikan pemaparan yang luas tentang limnologi, ilmu perairan daratan, dari sudut pandang tropis dan Brasil. Buku ini memberikan banyak literatur internasional, dan kaya akan ilustrasi dengan contoh impor, namun memberikan penekanan khusus pada kondisi tropis dan pengalaman dari Brasil. Isu limnologi yang diterapkan terutama dengan waduk diperlakukan secara ekstensif. Ada juga pendapat tentang tren masa lalu dan prospek masa depan dalam sains. Buku ini memiliki komponen geografis yang jelas, Brazil, dan dengan demikian menyoroti limnologi tropis, dan subtropis. Struktur buku mengikuti pendekatan modern, dengan 10 bab pertama yang ditujukan untuk proses yang bisa kita sebut limnologi fisik, kimiawi dan biologis. Bagian kedua, bab 11 sampai 17, sesuai dengan limnologi sistem. Tiga bab terakhir fokus pada limnologi yang diterapkan. Buku ini tidak membatasi diri pada fokus akademis, karena setiap bab menyeimbangkan campuran aspek ilmiah dan teknis dengan aspek praktis untuk membantu menjelaskan, menganalisis dan memanfaatkan air dengan lebih baik dalam segala hal. Beberapa bab terakhir membahas bagaimana cara melestarikan dan memulihkan ekosistem perairan dengan fokus pada drainase basin. Campuran ini membuat buku ini menjadi literatur yang sangat baik untuk mahasiswa sarjana dan mahasiswa pascasarjana, dan juga bagi para profesional dari disiplin lain yang peduli dengan pengelolaan dan penggunaan sumber air yang masuk akal. Secara khusus, dengan menyoroti pentingnya menggabungkan pembangunan berkelanjutan dengan pembangunan ekonomi, buku ini memberikan perspektif yang sangat dibutuhkan bagi pembaca di negara-negara berkembang. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Koleksi ini merupakan disertasi hasil laporan penelitian yang dilakukan penulis guna memenuhi persyaratan S3, Program studi Ilmu Kehutanan, UGM. Disertasi ini memuat delapan bab, yaitu: pendahuluan; tinjauan pustaka dan landasan teori; metode penelitian; keadaan umum lokasi penelitian; pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan DAS mikro; modal sosial dalam pengelolaan DAS Mikro; Strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan DAS mikro; kesimpulan dan saran. Laporan ini memuat 3 tujuan penelitian. Lokasi penelitian dijelaskan berada di tiga sub DAS mikro yang berada di wilayah Sub DAS Keduang yangs sebagian besar berada di Kabupaten Wonogiri, jawa Tengah. Di sini dijelaskan bahwa penelitian menggunakan metode survey dengan teknik observasi, kuesioner, wawancara, Focus Group Discussion (FGD) dan penelusuran dokumen. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa implementasi pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan DAS belum sesuai dengan konsep pemberdayaan masyarakat dan belum berhasil, tingkat keberdayaan masyarakat pada ketiga DAS mikro rendah, dan DAS mikro dalam kondisi tidak sehat. Namun kesejahteraan masyarakat sudah relatif bagus, karena dukungan dari sektor di luar pertanian. Hasil identifikasi modal sosial menunjukkan bahwa modal sosial masyarakat pada ketiga DAS mikro tidak terlalu kuat. Lima strategi diambil untuk pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan DAS mikro. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Buku Managing Forest Ecosystems: Tantangan Perubahan Iklim adalah buku edisi kedua, yang merupakan bagian dari rangkaian buku Managing the Ecosystems Springer, menyajikan pembaruan tentang hasil penelitian, visi, dan teori mutakhir, serta spesifikasinya, dan juga metode pengelolaan hutan lestari dalam kondisi iklim yang berubah. Buku ini berisi banyak informasi yang mungkin berguna bagi para rimbawan dan pengelola hutan, politisi, dan lingkungan hukum dan kebijakan dan administrator kehutanan. Studi kasus dari rentang geografis yang luas dipaparkan mengenai dampak perubahan iklim terhadap lingkungan hutan dan kegiatan ekonomi dan juga mekanisme yang memungkinkan untuk memperbaiki perubahan iklim melalui kegiatan pengelolaan hutan. Seperti pada edisi pertama, volume dibagi menjadi lima bagian. Bagian pertama menyajikan sebuah pengantar yang mengklarifikasi konteks dan menentukan lokasi, khususnya memusatkan perhatian pada perubahan iklim dan dampaknya terhadap pengelolaan hutan, potensi mitigasi kehutanan yang lestari, dan peran manajemen dan penelitian adaptif. Bagian kedua yang berjudul "Gambaran Umum Perubahan Iklim dan Repons Hutan" memberikan gambaran umum, termasuk informasi tentang emisi gas rumah kaca dari hutan pegunungan, kapasitas hutan untuk mengatasi perubahan iklim, dan peran pohon mati dalam penyerapan karbon. Bagian ketiga menyajikan pendekatan pemantauan dan pemodelan. Ini termasuk metode untuk memperkirakan stok karbon dan perubahan stok di hutan pada skala resolusi yang berbeda, metode untuk memperkirakan dampak perubahan iklim terhadap kesehatan hutan, gambaran umum model ekofisiologis hutan, dan kemajuan terbaru dalam teknik untuk menilai dan memantau stok karbon. Pada bagian keempat, beberapa pendekatan untuk analisis ekonomi dari berbagai skenario pengelolaan disajikan, termasuk mengoptimalkan penyerapan karbon dalam rotasi coppice, memperkirakan karbon hutan dan produk kayu, memeriksa dampak iklim pada ekonomi hutan, termasuk perubahan siklus panen dan penggunaan kayu. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Intisari No. 665, Februari 2018 membahas tentang cinta. Sorotan ini membahas bagaimana gairah cinta membara, memuncak memberi kegembiraan dan kadang membuat perilaku seperti orang sakit jiwa. Tulisan ini menjelaskan bagaimana gambaran cinta masuk dalam kehidupan seseorang dan mulai mempengaruhinya. Bahkan disebutkan di sini jika cinta diserupakan dengan penyakit. Mengapa cinta begitu nyata namun juga penuh misteri. Majalah ini mengungkapkan terkadang saat cinta datang membuat orang tersebut menjadi tidak tahu malu dan menjadi bodoh. Reaksi otak saat seseorang jatuh cinta dapat dilihat melalui MRI. Tetapi cinta yang bergelora dan berapi-api tidak berlangsung selamanya. Cinta bisa memudar. Disebutkan di sini bahwa waktu bisa memudarkan ikatan tersebut. Bahkan majalah ini menulis bahwa seseorang mungkin saja jatuh cinta berkali-kali pada orang yang berbeda dan kita juga dapat cinta lagi berkali-kali dengan orang yang sama. Artikel yang sangat menarik untuk dibaca dan sayang untuk dilewatkan. Selain itu, teritan ini juga membahas tentang bagaimana meriahnya perayaan imlek dan Cap Go Meh ala Kalimantan. Tulisan lain menjelaskan tentang skizofrenia. Edisi ini menjelaskan saat kambuh penderita penyakit mental in bisa melakukan tindakan apapun. Mereka berbuat di luar kewajaran karena ketidakmampuan dalam membedakan mana kenyataan dan pikiran. Peran keluarga dan penerimaan lingkungan sekitar sangat diperlukan bagi penderita skizofrenia dan akan berdampak positif terhadap kondisi kejiwaannya. Berbagai informasi lain yang tak kalah menarik juga dimuat dalam majalah ini, seperti: bagaimana masyarakat Amerika Serikat memperjuangkan kebebasan berinternat di era Trump; bagaimana membiasakan kebiasaan. Di sini juga dijelaskan bagaimana kita sebaiknya tidak lekas-lekas minum obat saat sakit; dan bagaimana cara yang pas untuk menyapih. Intisari kali ini juga membawa pembaca berjalan-jalan ke Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur. Di sini diinformasikan bagaimana perjalanan menuju ke sana, bagaimana keadaan dan keindahan panorama serta pesona masyarakat pulau ini. Semua cerita yang ada dibahas dengan bahasa yang apik, singkat, padat sehingga memudahkan pembaca dalam memahami isi cerita. Simak cerita lengkapnya pada Intisari No. 665, Februari 2018. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) Buku Silvikuktur Rehabilitasi Pantai Berpasir Kebumen ini memberikan informasi dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi pembaca. Karena buku ini bisa menjadi salah satu sumber referensi dan sebagai panduan praktis dalam merehabilitasi lahan pantai berpasir dengan menggunakan sistem silvikultur. Buku ini merupakan hasil pengalaman dan penelitian penulis dalam merehabilitasi lahan pantai berpasir di Kebumen sejak tahun 2007 - 2015. Selain itu, buku ini membahas juga tentang hasil-hasil penelitian terkait dan hasil pembelajaran dari masyarakat sekitar pantai. Disebutkan di sini bahwa lahan pantai berpasir Kebumen merupakan sumber daya potensial yang mendukung kehidupan masyarakat sekitar, seperti: wisata alam, tambang, perikanan dan pertanian. tetapi potensi tersebut belum dimanfaatkan seluruhnya secara optimal. Buku terdiri dari enam bab dan tersusun secara sistematis. Pembahasan dimulai dari arti pentingnya kawasan pantai, kondisi tapak pantai berpasir. Selanjutnya buku ini memaparkan tentang teknik silvikultur yang diterapkan, dampak rehabilitasi yang dilakukan serta tantangan yang dihadapi pasca rehabilitasi.Buku yang menarik untuk dibaca karena dengan membacanya kita bisa menjadi salah satu motivator untuk memperbaiki lingkungan yang ada di sekitar kita. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS.
SURAKARTA (2018) Tajuk utama Trubus No. 78, Januari 2018 adalah mangga top zaman sekarang. Tajuk ini membahas mangga garifta yang menjadi primadona. Sosok buah relatif besar dengan warna merah menyolok, citarasanya manis dengan sedikit asam. Trubus edisi ini memberikan informasi tentang peluang bisnis, ragam jenis, cara budidaya dan tantangan pengembangan mangga berwarna. Selain itu, majalah ini juga membahas tentang melon jenis baru yaitu melon gadjah mada. Melon itu berasal dari kampus Universitas Gadjah Mada. Buah ini manis rasanya, tahan penyakit dan tahan disimpan. Disini kita belajar bagaimana proses pemupukan dan perawatan secara intensif bisa menghasilkan avokad berkualitas dan berbuah terus-menerus. Pada rubrik obat tradisional dibahas tentang binahong yang bisa mengatasi hipertiroid. Tanaman kale mengontrol kondisi tubuh penderita lupus. Tanaman ini kaya antioksidan untuk menjaga kesehatan organ tubuh. Tanaman lain yaitu maitake yang bermanfaat sebagai pereda kolesterol. Pada rubrik sayuran dibahas tentang padi kering dalam tenda. Selanjutnya kita disuguhi informasi tentang segarnya es krim sayuran dan bawang putih sebagai mulsa peningkat produksi. Artikel yang dimuat merupakan best practice dari orang-orang yang berhasil dibidangnya. Edisi ini memberikan informasi lain yang menarik untuk dibaca dan menambah pengetahuan kita tentang bertani, berkebun dan beternak.***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) National Geographic Indonesia Januari 2018 membahas tentang perubahan iklim dan akibatnya yang terjadi di seluruh dunia. Perubahan iklim tersebut membuat ekosistem bumi berubah secara drastis. Perubahan iklim juga membuat populasi burung berubah secara signifikan. Beberapa burung punah dan terancam punah. Bukan hanya perubahan iklim yang mengancam pelestarian burung, tangan manusia juga menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan punahnya burung. Berbagai jenis burung dan manfaatnya diulas dalam edisi ini. Artikel yang membahas burung terancam punah dilengkapi dengan ulasan tentang sebab terancam, jumlah populasi yang ada, tempat habitat dan ilustrasi gambarnya. Ulasan lain membahas kategori burung yang telah punah lengkap dengan uraian tentang sebab kepunahan, tahun kepunahan, tempat habitat dan ilustrasi gambar. Di sini kita juga diberikan pengetahuan tentang bagaimana pelestarian burung di DI Yogjakarta. Selain membahas perihal pelestarian burung, majalah ini juga membahas tentang ekspedisi rempah-rempah nusantara ke penjuru dunia. Artikel lain membahas tentang erupsi Gunung Agung di Bali. Di sini kita mendapatkan pengetahuan akibat tragis dari bencana tersebut. Reporter menceritakan tentang bagaimana suasana saat tahun 1963. Ulasan cerita dan ilustrasi yang penuh warna dan ditata dengan apik membuat kita semakin itertarik untuk membaca. Selanjutnya Majalah edisi ini memberikan pengetahuan tentang es terakhir di bumi. Ulasan yang diberikan menceritakan tentang akibat perubahan iklim yang membuat es di kutub utara mencair. Sehingga hal tersebut berdampak pada ekosistem dan satwa yang hidup dari habitat tersebut. Miris dan tragis bagi satwa tersebut karena mereka harus berjuang keras untuk hidup di lingkungan ekstrem karena perubahan iklim. Majalah National Geographic Indonesia Januari 2018 ini memberikan informasi dan pengetahuan yang berharga bagi kehidupan di sekitar kita.***Amma Perpustakaan BPPTPDAS
SURAKARTA (2018) - Apakah suasana saat ini semakin membuat orang stres? Sulit mengukurnya. Tapi yang jelas, bisnis travel dan paket perjalanan wisata terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena saat orang masih butuh piknik dan hiburan, selama itu pula bisnis tersebut akan terus berkembang. Hal tersebut dibahas dalam Intisari edisi Januari 2018. Edisi ini memaparkan tentang bagaimana perkembangan perusahaan travel saat ini. Selain itu, majalah ini juga memberikan informasi tentang pelecehan seksual. Di sini disebutkan perilaku yang seperti apa yang dikategorikan sebagai pelecehan seksual. Artikel lain membahas tentang situasi dan kondisi di panti wreda atau panti jompo. Terbitan ini mengisahkan keseruan dan kebahagiaan lansia yang berada di Panti Santa Anna dan menampik anggapan bahwa tempat tersebut sebagai tempat penelantaran para lansia. Selanjutnya, di sini diceritakan tentang bagaimana kisah pecinan semarang. Hal yang menarik pada edisi ini kita bisa belajar tentang kata serapan dari bahasa inggris, berupa: isasi dan itas. Terakhir kita akan disuguhi informasi tentang kesabaran shio anjing atanh di tengah kegagalan. Artikel yang dimuat pada edisi ini sangat menarik untuk dibaca. Bahasa dikemas secara singkat, padat sehingga mudah dan cepat dipahami. Majalah semakin menarik untuk dilihat karena dilengkapi gambar penuh warna. ***Amma Perpustakaan BPPTPDAS