Kekaisaran Romawi lahir setelah runtuhnya Republik Romawi pada abad ke-1 SM.
Titik baliknya adalah ketika Julius Caesar berkuasa sebagai diktator (49–44 SM), meski ia dibunuh karena dianggap mengancam sistem republik.
Setelah perang saudara, cucu angkat Caesar, yaitu Octavianus (Augustus), menang dan pada tahun 27 SM diangkat sebagai Kaisar pertama Romawi. Dari sinilah Republik resmi berakhir, diganti dengan Imperium Romanum (Kekaisaran Romawi).
Masa Augustus hingga Marcus Aurelius (27 SM – 180 M) dikenal sebagai Pax Romana (Perdamaian Romawi).
Pada periode ini:
Wilayah Romawi membentang dari Britania di barat hingga Mesopotamia di timur.
Infrastruktur berkembang: jalan raya, jembatan, aquaduct, dan amfiteater (Colosseum).
Hukum Romawi dibakukan, menjadi dasar hukum Barat modern.
Ekonomi makmur, perdagangan aktif di seluruh Mediterania.
Beberapa faktor melemahkan Romawi:
Politik: perebutan kekuasaan antar kaisar, banyak terjadi kudeta dan perang saudara.
Ekonomi: pajak tinggi, inflasi, dan ketergantungan pada budak.
Militer: tentara semakin bergantung pada tentara bayaran dari luar.
Sosial: jurang antara kaya dan miskin semakin lebar.
Agama: masuknya Kristen yang kemudian menjadi agama resmi sejak Kaisar Konstantinus (abad ke-4 M), mengubah struktur keagamaan tradisional Romawi.
Tahun 285 M, Kaisar Diokletianus membagi Romawi menjadi Romawi Barat (berpusat di Roma) dan Romawi Timur (berpusat di Konstantinopel) untuk memudahkan pemerintahan.
Romawi Barat runtuh pada tahun 476 M akibat serangan bangsa barbar (Visigoth, Vandal, Hun).
Romawi Timur atau Bizantium bertahan hingga tahun 1453 M, ketika Konstantinopel jatuh ke tangan Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman).
Hukum Romawi → dasar sistem hukum modern.
Bahasa Latin → melahirkan bahasa-bahasa Romantis (Italia, Prancis, Spanyol, dsb).
Arsitektur → Colosseum, jalan Romawi, aquaduct.
Konsep pemerintahan & militer → menjadi inspirasi bagi kerajaan Eropa kemudian.
Agama Kristen → berkembang dan menyebar luas berkat dukungan kekaisaran.