agama Romawi kuno menganut politeisme, yaitu penyembahan banyak dewa dan dewi. Setiap dewa atau dewi memiliki peran tertentu dalam kehidupan sehari-hari dan alam semesta. Dewa-dewa ini diasosiasikan dengan berbagai aspek kehidupan, seperti rumah tangga, pertanian, peperangan, dan elemen alam.
Kristenisasi Kekaisaran Romawi Salah satu perubahan paling signifikan dalam sejarah agama Romawi terjadi pada abad ke-4 Masehi dengan munculnya agama Kristen. Pada masa pemerintahan Kaisar Konstantinus, agama Kristen mendapatkan dukungan resmi, terutama setelah Edik Milano pada tahun 313 M yang memberikan kebebasan beragama kepada umat Kristen. Pada masa pemerintahan Kaisar Theodosius I pada akhir abad ke-4, agama Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi, dan penyembahan terhadap dewa-dewa Romawi tradisional dilarang.
Sistem keimaman di Roma sangat terstruktur. Ada berbagai ordo dan jabatan keagamaan yang mengatur ritual dan hubungan antara negara serta dewa-dewa. Pontifex Maximus adalah jabatan tertinggi dalam agama Romawi, yang mengawasi semua kegiatan keagamaan negara dan bertanggung jawab atas kalender keagamaan.