Pembagian masyarakat Roma pada zaman dahulu ke dalam lapisan-lapisan (kelas sosial) yang berbeda berdasarkan keturunan, kekayaan, jabatan, dan hak politik.
bangsawan kelas atas yang memiliki kekuasaan dan hak istimewa dalam pemerintahan dan politik Roma, terutama pada masa awal Republik
kelas sosial yang terdiri dari para pria yang memiliki kekayaan cukup untuk memiliki dan memelihara kuda, dan seringkali terlibat dalam pelayanan militer dan pemerintahan. Mereka menempati posisi kedua setelah kelas senator, dan secara harfiah diterjemahkan sebagai "penunggang kuda" atau "kavaleri".
rakyat jelata, atau kelas sosial bawah yang terdiri dari warga negara Romawi bebas tetapi bukan bagian dari kelas bangsawan (patrician) atau elite. Mereka adalah kaum pekerja biasa seperti petani, tukang roti, dan pengrajin yang awalnya memiliki sedikit kekuasaan politik.
individu yang dianggap sebagai milik orang lain dan tidak memiliki hak-hak dasar seperti manusia merdeka. Mereka diperlakukan sebagai barang yang bisa diperjualbelikan dan digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pekerjaan kasar di ladang dan tambang, hingga pekerjaan domestik dan bahkan sebagai gladiator.
Sistem Politik
Dipimpin oleh raja(Rex), dan didirikan oleh Romulus (753 SM), Raja dibantu oleh Senat (Dewan bangsawan, Patricius) Sebagai penasihat, dan ada Komitia (Majelis Rakyat) tapi peranya kecil
Kekuasaan raja (Rex) diganti oleh dua konsul yang saling mengawasi dan diganti setiap satu tahun sekali
dan senat menjadi lembaga terkuat yang mengawasi konsul, dan mengurus kebijakan negeri
Tribinus Plebis sebagai wakil rakyat
Kekuasaan bersifat kolektif
Kaisar mengendalikan militer, hukum, agama dan pemerintahan
Senat dan konsul secara formal masih ada, tapi lebih ke simbolis
Pemerintahan bersifat Monarki Absolut