Brigadir jenderal Katamso merupakan salah satu pahlawan revolusi yang lahir pada tanggal 5 Februari 1923 di desa Puro, Sragen, Jawa Tengah. Ia memiliki nama lengkap Katamso Dharmokusumo, yang merupakan anak tunggal dari Ki Sastrosudarmo dan ibunya bernama Kasiyem Sastrosudarmo. Ayahnya merupakan seorang mantri polisi, dan terakhir menjabat sebagai komisaris polisi. Katamso kecil adalah seorang anak yang baik serta memiliki budi pekerti yang luhur, ia mengenyam pendidikan sekolah dasar di H.I. S. (Hollandsch Iniandche School) yang merupakan sekolah dasar pada masa Hindia Belanda. Kemudian melanjutkan studi sekolah menengah pertamanya di MULO, namun harus terhenti akibat masuknya penjajahan Jepang. Seiring berjalannya waktu, katamso mulai terjun ke dunia militer dan mengabdikan dirinya sebagai badan keamanan rakyat (B. K. R.). Pada bulan September 1945 Katamso menjabat menjadi komandan kompi B. K. R., setelah selesainya perang kemerdekaan, kapten Katamso masih dengan jabatannya yaitu sebagai komandan kompi bantuan batalyon 417 brigade V resimen infanteri 15. Katamso memiliki banyak pengalaman di medan lapangan dan memimpin sebuah pasukan. Pada 1 Januari 1955, kapten Katamso dianugerahi kenaikan pangkat menjadi mayor. Karirnya di dunia kemiliteran berkembang cukup pesat sampai pada awal November 1956 mayor Katamso diangkat menjadi perwira menengah pada staf teritorium IV/Diponegoro di Semarang, karena dedikasinya yang tinggi terhadap militer Indonesia mayor Katamso mendapatkan kenaikan pangkat menjadi letnan kolonel pada tanggal 1 Agustus 1959. Letkol Katamso mendapatkan perintah yang lebih berat dari pemerintah republik Indonesia, yang mana pada tanggal 1 Desember 1963 ia mendapatkan tugas untuk memimpin resort militer 072/Pamungkas Yogyakarta. Kemudian, letkol Katamso kembali mendapatkan kenaikan pangkat menjadi kolonel pada 1 Juli 1964. Namun, pada akhir masa hidupnya Katamso harus gugur akibat dari peristiwa G/30/S di Yogyakarta. Pada tanggal 1 Oktober 1965 tepatnya pada sore hari, Katamso diculik dan dibawa ke daerah Kentungan, lalu dibunuh dengan cara yang keji oleh PKI. Jenazah Katamso baru ditemukan pada tanggal 21 Oktober 1965 , setelah pencarian yang cukup lama. Akhirnya jenazah brigadir jenderal Katamso Dharmokusumo disemayamkan di taman makam pahlawan semaki Yogyakarta pada tanggal 22 Oktober 1965.
Sumber Materi:
MD, Sagimun. (1982) Katamso. Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah.