Read Aloud Shiroh
Oleh : Ernawati
Read Aloud atau yang sering kita sebut membaca nyaring adalah bagian dari membacakan buku kepada anak. Membaca dengan read aloud biasanya akan memantik rasa ingin tahu anak-anak. Sejatinya anak-anak itu suka di bacakan buku, sebagaimana suka diajak cerita. Dari hal tersebutlah saya memulai read aloud shiroh kepada anak-anak.
Apasih read aloud shiroh itu?
Jika mendengar kata shiroh maka yang terbersir dalam benak kita "Ini bacaan buku yang berat" padahal saat ini sudah banyak buku shiroh versi anak-anak yang bisa banget kita gunakan untuk ber read aloud bersama anak.
Terus apakan anak-anak akan paham nantinya?
InsyaAllah mereka akan paham, biasanya buku shiroh versi anak ini isinya singkat namun tidak mengurangi makna, akan menimbulkan pertanyaan bagi anak jika mereka merasa tidak paham, nah ini justru hal yang bagus, anak yang bertanya ketika kita bacakan buku artinya dia hadir menyimak dan sudah mulai tertarik. Sebisa mungkin saat read aloud pancinglah mereka untuk bertanya.
Apasih manfaatnya read aloud itu sendiri?
Read aloud punya banyak manfaat diantaranya menguatkan bonding antara orang tua dengan anak, dapat menjadi terapi untuk anak dengan gangguan speech delay, karena dengan seringnya kita bacakan buku makan kosa kata yang dikuasai anak akan bertambah.
Kembali ke read aloud shiroh, saya memilih ber read aloud karena anak-anak yang usianya masih dibawah 7 tahun konsentrasinya tidak lama. Dalam read alaoud dengan anak-anak saya juga menggunakan beberapa metode yang saya pelajari mulai dari public speaking (cara penyampaian dan intonasi) menggunakan beberapa suara dalam ber read aloud (misal suara ayah, ibu, kakak, adik, kucing dll).
Alhamdulillah hasil yang saya dapat dari ber read aloud kepada anak, anak sulung saya saat ini berusia 7 tahun sangat menyukai buku, satu hari tidak kurang dari 4-5 buku dia baca. di usia 5 tahun sudah bisa membaca dengan lancar tanpa eja. Sedang efek ke anak kembar saya yang awalnya saya pikir terlambat bicara MasyaAllah sekarang cerewetnya luar biasa di usianya yang baru 3 tahun sudah hafal nama-nama nabi dan beberapa kisahnya. Saya sering mengajak anak-anak bermain tebak tebakan shiroh untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka.
Dari pengalaman pribadi inilah saya mencoba mengajak beberapa orang untuk rutin read aloud atau membacakan buku untuk anak minimal 10-15 menit sehari. Dan saya beranikan diri membuka rumah baca yang saya berinama Rumah Peradaban. Di rumah peradaban anak-anak tidak hanya membaca mandiri tapi selalu ada read aloud di awal..