Allah itu siapa?


Penulis : Puspa Larasati


Semakin bertambahnya usia ananda, tentu akan banyak pertanyaan yang mereka tanyakan. Sebagai orangtua harus mempersiapkan diri dalam menjawab pertanyaan tersebut dengan baik dan benar. Namun bila belum mampu menjawabnya tidak menjadi masalah jangan sungkan untuk meminta waktu. Mintalah ananda memahaminya dengan berkata, "tunggu ya nak bunda ayah cari tahu dulu, nanti jika sudah tahu kita diskusi kembali". 


Dengan berbicara demikian ananda memahami bahwa ibu dan ayahnya juga manusia biasa yang perlu banyak belajar dan mencari ilmunya. Ananda juga jadi memahami bila ia tidak mengetahui suatu hal ia perlu juga belajar mencari tahu. Ananda juga memahami bahwa ibu dan ayahnya adalah makhluk Allah yang banyak kekurangan dan tak mengetahui semuanya terlebih yang tersembunyi. Ananda memahami bahwa ada Yang Mengetahui segala sesuatu yaitu Allah SAW. Allah satu-satunya tempat mencari perlindungan dan bergantung. 


Baik, kita mulai diskusi lagi yuk nak, Allah itu siapa? Allah itu satu-satunya Tuhan. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan seperti tercantum dalam QS. Al-Ikhlas. Allahlah tempat kita bergantung dan meminta segala sesuatu. Kalau ditanya bagaimana bentuknya Allah, maka Allah telah menyampaikan kepada kita melalui Rasulullah SAW yang tercantum dalam QS. As-Syura: 11 bahwa tidak ada satupun makhluk yang ada dimuka bumi ini menyerupaiNYA. 


Mengapa Allah tak terlihat?

Segala bentuk imajinasi kita akan dipatahkan karena memang imajinasi manusia itu terbatas, ukuran penglihatannya pun sangat terbatas sehingga manusia tak akan sanggup membayangkannya. Kita saja tak mampu melihat ujungnya lautan atau tanpa teropong kita tak akan mampu melihat bulan dan bintang. Karena mata kita terbatas.  Manusia hanya patut meyakini bahwa Allah itu ada,  Allah Maha Besar dan Allah itu Mukhalafatu lil hawaditsi yang artinya berbeda dengan semua Ciptaan-Nya. Seperti layaknya pesawat yang bergerak di angkasa.

Kita yang sedang melihat ke langit sebuah pesawat bergerak meyakini bahwa ada pilot yang menggerakannya dan menyakini bahwa ada yang menciptakan sebuah pesawat. 


Allah yang menciptakan langit dan bumi tempat manusia hidup dan berkembang biak dengan segala keteraturannya. Tidak perlu jauh-jauh berfikir. Lihatlah ke tubuh sendiri. Bagaimana Allah atur sedemikian rupa sistem peredaran darah tak tercampur antara darah yang kaya O2 dan CO2 menuju jantung. Atau bagaimana kulit bisa merasakan hembusan angin yang tak terlihat mata. Ya itulah, panca indera kita terbatas dan penuh kekurangan untuk memvalidasi bahwa ada Allah yang Maha Segalanya. Bahwa Allah yang Maha Sempurna tanpa Cela. 


Allah itu selalu bersama hambanya dimanapun berada, melihat segala apa yang dilakukan, mendengar apa saja baik yang dikeluhkan maupun yang tersimpan dalam lubuk hati terdalam.


"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hadid: 4)