Pengertian
Riya’ secara bahasa berarti menampakkan atau memperlihatkan. Secara istilah, riya’ yaitu melakukan ibadah dengan niat supaya mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain.
Contoh:
Dengan sengaja memasukkan uang infak saat berada di kerumunan dengan niat mendapat pujian
Dalil: Q.S. Al-Baqarah/2: 264
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًا ۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir (264)
Dampak Negatif
Muncul rasa tidak puas atas amal yang telah dikerjakan
Muncul rasa gelisah saat melakukan amal kebaikan
Merusak nilai pahala dari suatu ibadah, bahkan bisa hilang sama sekali
Mengurangi kepercayaan dan simpati dari orang lain
Menyesal apabila amalnya tidak diperhatikan oleh orang lain
Menimbulkan sentimen pribadi dari orang lain karena adanya perasaan iri dan dengki
Manfaat Menghindari
Memberi keberkahan pada apa yang dilakukan
Tidak menghilangkan pahala
Cara Menghindari
Meluruskan niat
Menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah Swt
Memohon pertolongan Allah
Memperbanyak rasa syukur
Memperbanyak ingat kematian
Membiasakan hidup sederhana
Macam-macam riya'
Riya’ dibagi menjadi dua tingkatan:
a) Riya’ khalish: yaitu melakukan ibadah hanya untuk mendapat pujian dari manusia semata.
b) Riya’ syirik: yaitu melakukan suatu perbuatan karena niat menjalankan perintah Allah, dan sekaligus juga karena ingin mendapatkan sanjungan dari orang lain.
Ditinjau dari bentuknya, riya’ dibagi menjadi dua :
a) Riya’ dalam niat: Seseorang berkata bahwa ia ikhlas beribadah karena Allah padahal dalam hatinya tidak demikian, maka hal ini termasuk riya’ dalam niat.
b) Riya’ dalam perbuatan:
Seseorang memperlihatkan badan yang kurus dan wajah pucat agar disangka sedang berpuasa dan menghabiskan waktu malam untuk shalat tahajud.
Seseorang memakai baju muslim lengkap dengan surbannya agar disangka sebagai orang shaleh.
Seseorang memperlihatkan tanda hitam di dahi agar disangka sebagai ahli sujud
Ciri-Ciri Orang Riya':
Selalu menyebut dan mengungkit amal baik yang pernah dilakukan
Beramal hanya sekadar ikut-ikutan bersama orang lain
Malas atau enggan melakukan amal shaleh apabila tidak dilihat oleh orang lain
Melakukan amal kebaikan apabila sedang berada di tengah khalayak ramai
Amalannya selalu ingin dilihat dan didengar agar dipuji oleh orang lain
Ekspresi amal berbeda karena sedang dilihat oleh orang lain atau tidak
Tampak lebih rajin dan bersemangat dalam beramal saat mendapat sanjungan, sebaliknya semangatnya akan turun apabila mendapat cemoohan dari orang lain