Pengertian
Hasad adalah sifat seseorang yang merasa tidak senang terhadap kebahagiaan orang lain karena memperoleh suatu nikmat dan berusaha menghilangkan nikmat tersebut.
Contoh:
Merusak barang orang lain karena iri hati
Ingin memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain
Senang melihat orang lain susah
Dalil: Q.S. An-Nisa’/4: 32.
وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗوَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
Artinya: Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (32)
Dampak Negatif
Menghilangkan kebaikan yang dimiliki seseorang,
Menentang takdir Allah Swt.
Menghalangi keinginan berdoa kepada Allah Swt.
Meremehkan nikmat dari Allah Swt.
Merendahkan martabat orang lain
Hidup tidak tenang dan merusak hubungan dengan orang lain
Manfaat Menghindari
Hidup lebih damai, tenang, dan menyenangkan
Menumbuhkan rasa syukur atas apa yang dimiliki
Dapat menjaga hubungan yang harmonis dengan orang lain
Cara Menghindari
Meyakini keadilan Allah Swt.
Memperbanyak rasa syukur
Menjaga sifat rendah hati (tawadhu’)
Senang membantu orang lain
Mempererat tali silaturahmi
Mendahulukan kepentingan umum
Menurut Imam Ghazali, ada tiga jenis hasad yang membahayakan manusia, yaitu:
Mengharapkan hilangnya kenikmatan yang dimiliki orang lain, dan ia mendapatkan nikmat tersebut
Mengharapkan hilangnya kebahagiaan orang lain, sekalipun ia tidak mendapatkan apa yang membuat orang tersebut bahagia. Asalkan orang lain jatuh menderita, maka ia merasa bahagia.
Merasa tidak ridha terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah Swt. kepada orang lain, meskipun ia tidak mengharapkan hilangnya nikmat dari orang tersebut. Ia benci apabila orang lain dapat menyamai atau melebihi apa yang diterimanya dari Allah Swt.