PERTEMUAN 2
Selamat datang di Ruang Matematika MA ARIFAH
PERTEMUAN 2
KOMPOSISI FUNGSI DAN SIFATNYA
Petunjuk Pembelajaran
Berdoa sebelum memulai pembelajaran
Silahkan perhatikan absensi dari guru.
Bacalah materi pada halaman ini untuk menambah wawasan anda terkait topik pembahasan fungsi.
Materi Ini dapat diakses setiap saat.
Untuk menambah pemahaman anda, telah disediakan video terkait materi yang dapat ditonton.
Buatlah resume terkait materi pada pertemuan ini. Kemudian kirimkan pada tombol yang tersedia di bagian paling bawah.
Setelah memahami materi pada pertemuan ini silahkan menjawab soal evaluasi yang tersedia di bagian paling bawah.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik mampu menentukan komposisi fungsi
Fungsi Komposisi
Fungsi yang melibatkan lebih dari satu fungsi. Ketika ada suatu fungsi, kemudian dilanjutkan dengan fungsi lainnya, maka akan membentuk suatu fungsi baru. Fungsi baru inilah fungsi hasil komposisi dari kedua fungsi sebelumnya.
Misalnya, ada fungsi f(x) dan g(x). Nah, fungsi f komposisi g adalah fungsi yang dipetakan oleh fungsi g(x) kemudian dilanjutkan oleh fungsi f(x). Operasi fungsi komposisi biasa dilambangkan dengan “o” dan dibaca komposisi atau bundaran.
Dari gambar di atas, dapat kita peroleh:
Jika f : A → B ditentukan dengan rumus f(x) dan g : A → B ditentukan dengan rumus g(x),
maka hasil dari f komposisi g adalah
h(x) = (g o f)(x) = g(f(x)).
(f o g)(x) dapat dibaca “fungsi f komposisi g” atau “f bundaran g”, yang artinya fungsi yang dipetakan oleh fungsi g(x) kemudian dilanjutkan oleh fungsi f(x). Jadi, fungsi g nya dikerjakan terlebih dahulu, kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam fungsi f. Sehingga, dapat dinotasikan sebagai berikut:
(f o g)(x) = f(g(x))
(g o f)(x) dapat dibaca “fungsi g komposisi f” atau “g bundaran f”, yang artinya fungsi yang dipetakan oleh fungsi f(x) kemudian dilanjutkan oleh fungsi g(x). Kalau g o f, yang dikerjakan terlebih dahulu adalah fungsi f, kemudian dilanjutkan atau dimasukkan dalam fungsi g. Sehingga, dapat dinotasikan sebagai berikut:
(g o f)(x) = g(f(x))
(p o q o r )(x) dapat dibaca “fungsi p komposisi q kemudian komposisi r” , yang artinya fungsi yang dipetakan oleh fungsi r(x) kemudian dilanjutkan oleh fungsi q(x)kemudian dilanjutkan oleh fungsi p(x). Jadi, fungsi r nya dikerjakan terlebih dahulu, kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam fungsi qkemudian hasilnya dimasukkan ke dalam fungsi p. Sehingga, dapat dinotasikan sebagai berikut:
(p o q o r )(x) = p(q(r(x)))
(p o q o r )(x) dapat dibaca “fungsi p komposisi q kemudian komposisi r” , yang artinya fungsi yang dipetakan oleh fungsi r(x) kemudian dilanjutkan oleh fungsi q(x)kemudian dilanjutkan oleh fungsi p(x). Jadi, fungsi r nya dikerjakan terlebih dahulu, kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam fungsi qkemudian hasilnya dimasukkan ke dalam fungsi p. Sehingga, dapat dinotasikan sebagai berikut:
(p o q o r )(x) = p(q(r(x)))
Berlaku sifat asosiatif, yaitu sebagai berikut.
f o (g o h) = (f o g) o h
Sifat ini akan terpenuhi jika Rh ∩ Dg ≠ { }; Rg ∩ Df ≠ { }
Berlaku sifat identitas, yaitu sebagai berikut.
f o I = I o f
Bersifat tidak komutatif. Hal itu mengacu pada syarat-syarat yang telah dijelaskan sebelumnya, di mana (f o g) ≠ (g o f).