Mesin CNC Turning adalah jenis mesin CNC yang digunakan untuk mengerjakan benda kerja berbentuk silinder. Prinsip kerja mesin CNC Turning 2A mirip dengan mesin bubut konvensional, dengan gerakan pada arah melintang dan horizontal menggunakan sistem koordinat sumbu X dan Z.
Pada mesin CNC Turning, benda kerja dipasang pada cekam yang berputar, sedangkan alat potong tetap diam.
Ada dua sumbu (axis) pada mesin CNC Turning, yaitu sumbu X (gerakan melintang tegak lurus terhadap sumbu putar) dan sumbu Z (gerakan memanjang sejajar dengan sumbu putar).
Bagian – bagian utama mesin CNC Turning adalah motor utama (main motor), step motor, tool turret, cekam (chuck), meja mesin (sliding bed), kepala lepas, dan control panel.
Mesin CNC menggunakan dua metode pemrograman, absolut dan inkremental. Dalam metode absolut, titik nol koordinat tetap di satu tempat, misalnya di ujung kanan benda kerja, dengan nilai yang semakin kecil saat mendekati benda kerja. Sedangkan dalam metode inkremental, titik nol koordinat berada di ujung alat potong, dengan nilai positif untuk gerakan ke kiri dan ke bawah relatif terhadap posisi alat potong.
Sistem koordinat mesin CNC terdiri dari sistem koordinat mesin (machine coordinate system) dengan titik nol mesin (machine zero point) dan sistem koordinat benda kerja (workpiece coordinate system) dengan titik nol benda kerja (workpiece zero point).
Pengoperasian mesin CNC Turning meliputi langkah – langkah berupa menyalakan mesin, memilih mode operasi, mengatur pergeseran titik nol, setting tool dan benda kerja, input dan edit program.