Sumber gambar: Dokumentasi pribadi
Contoh peristiwa yang menunjukkan epirogenesa positif yaitu terjadinya penurunan beberapa pulau di Indonesia. Sekitar 115 pulau sedang dan kecil di Indonesia terancam hilang atau tenggelam.
Sumber gambar: Dokumentasi pribadi
Contoh peristiwa yang menunjukkan epirogenesa negatif yaitu naiknya daratan Pulau Buton dan Pulau Timor.
Patahan normal adalah patahan yang arah lempeng batuannya mengalami penurunan yang mengikuti gaya gravitasi.
Patahan naik adalah patahan yang arah lempeng batuannya bergerak naik dan berlawanan arah dengan gaya gravitasi (berlawanan arah dengan patahan normal)
Patahan mendatar adalah patahan yang arahnya relatif mendatar ke kiri atau ke kanan, disebabkan gaya gesek yang membuat lempeng-lempeng saling bergerak berlawanan arah.
Adanya berbagai tipe patahan menyebabkan terbentuknya relief bumi:
Horst, lapisan tanah yang lebih tinggi dari sekelilingnya akibat adanya patahan.
Graben, lapisan tanah yang lebih rendah dari sisi kanan dan sisi kiri akibat terjadinya patahan.
Sumber gambar: www.google.com (modifikasi pribadi)
Lipatan rebah adalah lipatan yang terjadi akibat adanya tekanan horizontal dai satu arah jauh yang lebih kuat daripada tekanan dari sisi lainnya. Tekanan tersebut mendorong bagian dasar lipatan, sehingga antiklinal-nya menjadi rebah.
Sumber gambar: www.google.com (modifikasi pribadi)
Lipatan isoklinal adalah lipatan yang memiliki beberapa antklinal yang relatif sejajar dan terbentuk akibat adanya dua tekanan horizontal hampi sama dan mengenai struktur batuan yang lebih elastis.
Sumber gambar: www.google.com (modifikasi pribadi)
Lipatan menggantung adalah lipatan yang terbentuk karena tekanan horizontal dari salah satu sisi yang lebih besar dari sisi lainnya. Lipatan ini memiliki antiklinal dan sinklinal yang miring dan lebih miring daripada lipatan miring.
Sumber gambar: www.google.com (modifikasi pribadi)
Lipatan miring adalah lipatan yang memiliki antiklinal agak miring dan terjadi karena tekanan horizontal dari salah satu sisi lebih besar dari sisi lainnya.
Sumber gambar: www.google.com (modifikasi pribadi)
Lipatan tegak adalah lipatan yang terjadi akibat adanya dua tenaga yang bertemu dengan kekuatan seimbang, lipatan ini memiliki antiklinal dan sinklinal dengan letak simetris dengan sumbu lipatan yang ada di sampingnya.
Ilustrasi gerak lempeng
Sumber gambar: https://drafter.id/divergen-konvergen-transform
3. Tipe-Tipe Gunung Api
Berdasarkan proses pembentukannya gunung api dapat dibedakan menjadi:
Gunung api strato atau kerucut, proses pembentukan gunung api melalui letusan dan lelehan secara terus-menerus.
Gunung api maar, pembentukan gunung api disebabkan oleh letusan dan bahan material padat (eflata).
Gunung api perisai, pembentukan gunung api perisai disebabkan oleh adanya lelehan dan cairan yang keluar dan membentuk lereng landai dan material pembentuknya berupa lava yang sangat cair.
Berdasarkan tipe letusan-nya gunung api dapat dibedakan menjadi:
Tipe Hawaii, skala letusan relatif kecil, intensitasnya cukup tinggi, lava yang keluar dari kawah bersifat cair dan menghasilkan bentuk gunung api perisai.
Tipe Saint Vincent, skala letusan relatif sedang, intensitas cukup tinggi, lava keluar dari dapur magma yang dangkal dan kental, menghasilkan bentuk gunung api stratovulkan.
Tipe Pelee, terjadi karena penyumbatan di gunung api yang berbentuk seperti jamur pada bagian kawah, menyebabkan tekanan di dalamnya bertambah besar, ketika penyumbatan semakin tebal dan kawah tidak kuat menahan sumbatan sehingga terjadi letusan.
Tipe Vulkano, tipe letusan ini merupakan letusan gunung api pada umumnya. Mengeluarkan material padat dan cair seperti bom, lapili, dan lava serta mempunyai dapur magma yang dangkal hingga dalam dan tekanan sedang hingga tinggi.
Tipe Strombolo, letusan terjadi pada interval waktu yang hampir sama, tekanan gas cukup kecil namun terus-menerus dan mengeluarkan material eflata, padat, gas, dan batu.
Tipe Merapi, tipe ini mengeluarkan lava kental sehingga menyumbat mulut kawah mengakibatkan tekanan di dalamnya semakin kuat memecah sumbatan lava yang akan keluar. Letusan ini menghasilkan awan panas disebut wedhus gembel.
Tipe Perret/Plinian, mengeluarkan material yang dapat menghancurkan puncak gunung sehingga meruntuhkan dinding kawah dan membentuk kaldera.
Sumber gambar: Ruang guru
Berdasarkan aktivitasnya tipe gunung api dapat dibedakan menjadi:
Gunung api tipe A, gunung api yang masih menghasilkan magma bekerja dan pernah mengalami erupsi magmatik sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1.600. Kawah pada gunung api tipe A selalu mengeluarkan asap dan letusan.
Gunung api tipe B, gunung api ini disebut juga gunung api pasif yakni gunung api yang sesudah tahun 1.600 belum pernah lagi meletus. Tetapi masih memperlihatkan gejala gunung berapi aktif seperti mengeluarkan solfatara.
Gunung api tipe C, gunung api yang tidak diketahui sejarah erupsinya dalam catatan manusia tetapi masih menunjukkan adanya aktivitas di masa lampau yang dapat dilihat dari keberadaan fumarola dan solfatara.
Seisme dapat diartikan sebagai peristiwa kegempaan atau gempa bumi. Gempa bumi merupakan getaran pada permukaan bumi yang disebabkan kekuatan dari dalam bumi yang merambat ke permukaan bumi disebabkan oleh tenaga endogen. Lempeng bumi bergerak perlahan dengan saling bergesekan, menekan, dan mendesak batuan sehingga mengakibatkan tekanan bertambah besar. Pelepasan tekanan tersebut merambatkan getaran yang kemudian menyebabkan gempa bumi.
Secara umum pusat-pusat gempa terletak pada punggungan tengah samudra (mid ocean ridge) dan pada zona penunjaman (subduksi). di Indonesia, zona subduksi tersebut di antaranya terletak di dasar Samudra Hindia di sebelah barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, Sumbawa, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi Utara, dan Papua. Penunjaman kerak samudra ke bawah kerak benua pada jalur subduksi dengan gerakan yang lambat namun tetap dan terus-menerus menyebabkan terjadinya tegangan akibat pergesekan sehingga menimbulkan gempa bumi.
Parameter dasar gempa bumi antara lain:
Sumber gambar: Angga J.W ; Hidayati, Purnama, Y.A., Setyawan. N, D. (2020)
Kekuatan gempa mempengaruhi dampak yang ditimbulkan baik dari aspek fisik maupun sosial. Kerusakan berat ditimbulkan dari gempa berkekuatan tinggi dapat mengakibatkan banyak bangunan hancur dan rata dengan tanah, dapat menyebabkan jatuhnya korban jiwa, bila pada skala yang besar gempa dapat menimbulkan tsunami yang besar, melumpuhkan politik, dan sistem ekonomi. Gempa digolongkan menjadi salah satu bencana yang harus diwaspadai karena dapat memicu tsunami.
Tsunami berasal dari bahasa Jepang, "tsu" artinya pelabuhan dan "nami" artInya gelombang laut. Tsunami adalah bencana alam berupa gelombang air laut yang menimpa daerah tempat kapal berlabuh, tsunami merupakan gejala susulan akibat gempa bumi yang berpusat di laut. Hampir 90% peristiwa tsunami di dunia disebabkan oleh gempa bumi yang terjadi di bawah laut akibat pertemuan lempeng tektonik. Akan tetapi, tidak semua gempa bumi bawah laut menimbulkan tsunami. Daerah-daerah rawan tsunami berada pada kawasan pantai yang berhadapan dengan zona penunjamanan, Menurut Saroso (1996) pantai rawan tsunami di Indonesia antara lain:
Sumatera, meliputi Aceh Utara, pantai barat Sumatera Utara, Pulau Nias, pantai barat Sumatera Barat, pantai barat Bengkulu, pantai Lampung Selatan.
Jawa, meliputi pantai selatan Jawa Barat, pantai selatan Cilacap, Yogyakarta, dan pantai selatan Jawa Timur.
Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
Kalimantan, meliputi pantai timur Kalimantan Timur
Sulawesi, meliputi pantai barat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, pantai utara Sulawesi Utaram Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Una-Una.
Kepulauan Maluku, meliputi Ambon, Seram, Halmahera, dan Ternate.
Papua, meliputi pantai utara dan barat Papua (Yapen, Manokwari).
Klik logo pemutar video di bawah ini untuk menyimak penjelasan terkait tenaga endogen dan pengaruhnya terhadap kehidupan!
Sumber: Favorite Song, Adventure & Art Youtube Channel
Ruang Diskusi
Apabila merasa kesulitan atau ingin bertanya, silakan tulis pada kolom komentar di bawah ini. Mari kita berdiskusi!