Sumber gambar: Dokumentasi pribadi
Pembentukan muka bumi selain dipengaruhi tenaga endogen, juga dipengaruhi tenaga eksogen. Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar permukaan bumi. Tenaga ini cenderung bersifat merusak permukaan bumi yang telah dibentuk oleh tenaga endogen. Tenaga eksogen bersifat degradasi (mengikis/mengurangi lahan) dan agradasi (menumpuk material). dan berasal dari air, angin, gletser, organisme, serta radiasi matahari. Berikut ini proses pembentukan muka bumi oleh tenaga eksogen, antara lain:
A. Pelapukan
Pelapukan batuan merupakan proses perombakan batuan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang dipengaruhi oleh tenaga eksogen, faktor penyebab terjadinya pelapukan berbeda-beda seperti oleh sinar matahari, air, gletser, reaksi kimia, dan kegiatan organisme. Berdasarkan proses terjadinya, pelapukan terdiri dari pelapukan fisik, kimiawi, dan organik.
1. Pelapukan Mekanik (Fisik)
Pelapukan mekanik adalah perombakan batuan menjadi bagian yang lebih kecil, tetapi tidak mengubah unsur-unsur kimia dari batuan tersebut. pelapukan mekanik disebabkan oleh faktor perubahan suhu secara tiba-tiba, pembekuan air menjadi es dan celah batuan, pergerakan air, pergerakan laut, dan gletser.
Perbedaan temperatur yang tinggi, peristiwa ini biasanya terjadi di daerah beriklim gurun/kontinental. Pada daerah gurun temperatur pada siang hari dapat menjadi 50°C, di siang hari suhu cenderung panas dan batuan menjadi mengembang sedangkan pada malam hari saat suhu udara lebih dingin batuan menjadi mengerut sehingga apabila hal itu terjadi secara terus-menerus dapat mengakibatkan batuan pecah atau retak-retak.
Pembekuan air di dalam batuan, peristiwa ini biasanya terjadi pada daerah beriklim sedang. Apabila air membeku maka volumenya akan mengembang. Pengembangan tersebut menyebabkan terjadinya tekanan dan membuat batuan menjadi rusak atau pecah.
Perubahan air garam menjadi kristal, apabila air tanah mengandung garam, maka di siang hari air ketika air menguap dan garam akan mengkristal. Kristal garam-garam tersebut tajam dan dapat merusak batuan pegunungan di sekitarnya terutama batuan karang di daerah pantai.
Contoh pelapukan mekanik seperti batu yang menjadi pasir.
Gambar proses terjadinya pelapukan
2. Pelapukan Kimiawi
Pelapukan kimiawi adalah perombakan batuan yag menyebabkan perubahan susunan kimia pada batuan tersebut. Proses pelapukan kimiawi terdiri dari proses oksidasi dan hidrasi. Pelapukan kimiawi dapat tampak jelas terjadi pada pegunungan kapur (karst). Air memiliki peran besar dalam pelapukan kimiawi. Contoh pelapukan kimiawi adalah pelarutan batuan kapur oleh air sehingga membentuk gejala karst seperti dolina, uvala, stlaktit dan stalagmit, goa-goa kapur, dan sungai bawah tanah.
3. Pelapukan Organik
Pelapukan organik adalah perombakan batuan dengan bantuan organisme dan tumbuhan, proses pelapukan organik ini dipengaruhi oleh penjalaran akar tumbuhan, bintang-bintang kecil, dan perusakan batuan oleh aktivitas manusia. Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuh-tumbuhan ini dapat bersifat mekanik ataupun kimiawi. Pengaruh sifat mekanik seperti berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah di sekitarnya, sedangkan pengaruh zat kimiawi adalah dari zat asam yang dikeluarkan oleh akar-akar serta makanan yang menghisap garam makanan yang dapat merusak batuan. Contohnya tanaman tumbuh di tembok.
B. Erosi
Erosi merupakan proses pemindahan atau pengikisan batuan ataupun tanah dari suatu wilayah ke wilayah lain. Pemindahan tersebut terjadi melalui media alami seperti air dan angin. Di Indonesia, sebagian besar erosi disebabkan oleh air. Hal tersebut karena curah hujan di Indonesia cukup tinggi.
Adapun tahapan-tahapan pemindahan batuan atau tanah tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.
Tahapan-tahapan erosi antara lain:
Detachtment, merupakan pelepasan batuan dari batuan induknya
Transportasi, merupakan pemindahan batuan dari satu tempat ke tempat lain
Sedimentasi, merupakan pengendapan batuan yang terkikis.
Erosi air (ablasi), gerakan air di permukaan maupun di dalam tanah dapat menyebabkan erosi, semakin cepat gerakan air maka proses terkikisnya akan semakin cepat, Erosi oleh air terdiri dari empat tingkatan yaitu erosi percik, erosi lembar, erosi alur, dan erosi parit.
Erosi gelombang laut (abrasi), pengikisan batuan oleh gelombang laut, material-material yang terkikis akan dibawa ke tempat lain di sekitarnya ataupun ke arah laut.
Erosi glasial, pengikisan yang disebabkan oleh lapisan es atau gletser di daerah pegunungan. Pengikisan ini terjadi di daerah yang mempunyai empat musim, pada musim semi terjadi erosi oleh gletser yang meluncur menuruni lembah.
Erosi angin (eksarasi), pengikisan oleh angin banyak terjadi di daerah gurun atau di daerah yang beriklim kering. Jika angin dan pasir mengikis batu-batuan yang dilaluinya dapat membentuk batu jamur/cendawan (Mushroom rock) di gurun pasir.
C. Sedimentasi/Pengendapan
Setelah proses pelapukan dan erosi terjadi proses pengendapan atau disebut sedimentasi. Material yang terbawa erosi akan mengendap setelah menempuh jarak tertentu karena tenaga pengangkutnya (air, gaya gravitasi, gletser, dan angin) semakin berkurang, semua hasil pelapukan batuan yang mengendap di tempat yang lebih rendah dan lama-kelamaan akan menjadi batuan sedimen. Proses pengendapan tersebut mengalami berbagai tahapan sebelum membentuk formasi batuan sedimen, sedimentasi biasanya terjadi di daerah yang cekung, datar atau bagian bawah dari suatu lereng. Sedimentasi dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis, di antaranya:
Sedimentasi fluvial, merupakan pengendapan material-material yang terangkut oleh air di sepanjang aliran sungai. Pengendapan jenis ini biasanya terjadi di badan sungai, pinggir sungai, muara, dan danau. Sedimentasi fluvial dapat membentuk beberapa bentang alam seperti kipas aluvial, delta, dataran banjir, gosong sungai dan meander,
Sedimentasi aeolis, merupakan pengendapan batuan yang dibawa angin dan biasanya terjadi di daerah gurun. Bentang alam yang dibentuk akibat sedimentasi aeolis adalah gumuk pasir atau gundukan pasir yang terdapat di wilayah gurun atau pantai.
Sedimentasi marine, merupakan pengendapan hasil material abrasi di sepanjang pantai, Contoh bentuk bentang alam yang disebabkan sedimentasi marine seperti tombolo dan spit.
D. MASS WASTING
Mass Wasting atau disebut pergerakan masa batuan adalah gerakan serpihan batuan hasil pelapukan, tanah, dan sedimen yang menuruni lereng karena pengaruh gravitasi. Mass wasting dapat mengubah bentang alam, terutama jika terjadi dalam skala besar. Mass wasting dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya:
Kemiringan lereng, semakin besar kemiringan lereng dan semakin rendah gaya gesek lereng maka, kemungkinan terjadi mass wasting semakin besar.
Pengaruh gravitasi, semakin besar kemiringan lereng, semakin besar komponen gravitasi yang bekerja sejajar lereng sehingga benda-benda cenderung semakin menuruni lereng.
Pengaruh Air, keberadaan air di antara butiran batuan atau tanah dapat mengurangi sifat kohesif antarmaterial sehingga mudah terurai. Selain itu, dapat menambah beban pada lereng yang menyebabkan material tanah dan batuan tidak stabil.
Mass wasting dapat dibedakan menjadi beberapa jenis di antaranya:
Rayapan tanah (Soilcreep), proses gerakan tanah yang sangat lambat, proses ini dapat ditandai dengan pembengkokan lapisan batuan, pagar, monumen menjadi miring, dan dinding bangunan retak.
Aliran tanah (Earthflow), fenomena ini umumnya terjadi di wilayah beriklim lembab dengan lereng curam dan dapat terjadii dalam waktu beberapa jam dan menghasilkan material berbentuk seperti undakan.
Aliran lumpur (Mudflow), fenomena ini berupa lumpur yang mengalir menuruni lereng pada daerah perbukitan atau pegunungsan. Aliran lumpur juga dapat terjadi pada daerah gunung api yang baru meletus, prosesnya dipengaruhi hujan.
Tanah longsor (Landslide), tanah longsor terjadi ketika massa batuan meluncur cepat ke bawah dengan sedikit atau tanpa aliran material. Dua bentuk utama tanah longsor yaitu longsoran batu (rockslide) dan runtuhan tanah (slump).
Guguran batu (Rockfall), fenomena ini berupa massa batuan yang jatuh bebas atau menggelinding dari suatu tebing curam, ukuran batu yang gugur dapat bervariasi, mulai dari batu kecil hingga besar. fenomena ini juga merupakan jenis mass wasting yang paling cepat.
Sumber gambar:
Research,gate
Mc Knight, Tom L & Hess, Darrel, 2008
Sumber gambar:
Wikipedia
Mc Knight, Tom L & Hess, Darrel, 2008
Klik logo pemutar video di bawah ini untuk menyimak penjelasan terkait tenaga eksogen!
Sumber: Geography Channel
Ruang Diskusi
Apabila merasa kesulitan atau ingin bertanya, silakan tulis pada kolom komentar di bawah ini. Mari kita berdiskusi!