STRUKTUR
BUMI
STRUKTUR
BUMI
Sumber gambar: Dokumentasi pribadi
Struktur dalam bumi dibagi berdasarkan komposisi kimia dan fisis (rheologi).
A. Komposisi Kimia
Kerak (Crust), terdiri dari Kerak Benua (continental crust) dan Kerak Samudra (oceanic crust). Kerak Samudra dan Kerak Benua mempunyai karakteristik sebagai berikut
Kerak Benua secara umum terdiri atas batuan beku granatis, batuan metamorf, dan didominasi batuan sedimen. Kerak Samudra terbentuk oleh magma yang keluar dari pematang tengah samudra dan pada umumnya berupa batuan beku basaltis. Kerak Samudra memiliki umur lebih muda karena sering mengalami proses daur ulang dengan cara melebur kembali menjadi magma akibat proses subduksi. Lapisan SIMA pada Kerak Samudra memiliki berat jenis yang lebih besar daripada lapisan SIAL.
Mantel (Mantle), yaitu lapisan di antara kerak dan inti. Lapisan mantel bumi terletak di antara lapisan kerak bumi dan inti luar bumi. Mantel bumi terdiri dari lapisan bagian atas dengan suhu sekitar 13000 – 15000C dan lapisan bagian bawah dengan suhu sekitar 15000 – 30000C . Lapisan ini berupa batuan yang mengandung magnesium dan silikon.
Inti (Core), lapisan inti bumi terdiri dari Fe (besi) dan Ni (nikel).
2. Sifat Fisis (Rheologi)
Litosfer (0-100 km), diartikan sebagai lapisan yang terdiri atas kerak dan mantel bagian atas. Karena suhunya yang cenderung dingin dibandingkan astenosfer membuatnya bersifat kaku & mudah retak. Litosfer dan kerak bumi tidak sama, karena litosfer diartikan sebagai sifat fisiknya sedangkan kerak didefinisikan oleh sifat kimia (komposisinya).
Astenosfer (100-400 km), bersifat plastis dan sangat kental dan merupakan lapisan di bawah litosfer yang kaya kan silium, alumunium, dan magnesium.
Mesosfer (400-2885 km), bagian dari mantel bumi bersifat padat dan panas serta lebih kaku daripada astenosfer tetapi lebih kental dari litosfer.
Inti Luar (2885-5150 km), inti luar berupa cairan dan terdiri dari besi (ferum) dan nikel dengan suhu mencapai 3.800°C.
Inti Dalam (5150-6371 km), sumber panas internal bumi karena mengandung bahan radioaktif yang melepaskan panas ke material lain yang stabil.
Sumber gambar https://www.studiobelajar.com/litosfer
Litosfer menjadi tempat untuk makhluk hidup menjalani kehidupannya.
Batuan yang menjadi penyusun litosfer dapat dimanfaatkan dalam bidang industri dan sumber energi untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Mineral penyusun litosfer dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, industri dan pada bidang lainnya.
Ruang Diskusi
Apabila merasa kesulitan atau ingin bertanya, silakan tulis pada kolom komentar di bawah ini. Mari kita berdiskusi!