INDAHNYA ASMAUL HUSNA
INDAHNYA ASMAUL HUSNA
PENGERTIAN ASMAUL HUSNA
Dalam Islam, mengetahui, memahami, dan meyakini nama-nama dan sifat-sifat Allah menempati kedudukan yang sangat tinggi. Seseorang tidak mungkin menyembah Allah dengan cara yang sempurna sampai ia benar-benar mengetahui dan meyakini nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Dengan dilandasi pengetahuan dan keyakinan terhadap nama dan sifat-Nya itulah, seseorang dapat menyertakan mata hatinya (bashirah) saat menyembah kepada Allah Swt.
Al-Asma’ al-Husna berasal dari bahasa Arab الحسيىَ لسماءۡا) al-Asma’ al-Husna) artinya nama-nama Allah yang indah dan baik. Asma berarti nama (penyebutan) dan husna berarti yang baik atau yang indah, jadi al-Asma’ al-Husna adalah nama-nama milik Allah yang baik dan yang indah. Al-Asma’ al-Husna secara harfiah adalah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah. Nama-nama Allah itu adalah nama yang baik dan sempurna, sedikitpun tidak ada kekurangannya dan tidak boleh diserupakan dengan yang yang lainnya. َ
Al-Asma’ al-Husna adalah nama-nama Allah yang indah. Jumlahnya ada 99 nama.
2. MENGKAJI 16 ASMAUL HUSNA
a. Al Karim
Al-kariim artinya Yang Maha Mulia. Allah adalah Dzat Yang Maha sempurna dengan kemuliaan-Nya, tidak dilebihi oleh siapapun selain-Nya. Karena kemuliaan-Nya, Allah memiliki kebaikan yang tidak terbatas. Dia akan memberi jika diminta, dan tetap memberi meski tidak diminta.
b. Al- Mukmin (Yang Maha Keamanan)
Al-Mukmin artinya Yang Maha Memberi Keamanan. Allah adalah satu-satunya dzat yang memberi rasa aman, ketenangan dalam hati manusia
c. Al- Wakil (Yang Maha Mewakili)
Al-Wakil artinya Yang Maha Mewakili. Allah adalah al-Wakil. Dia yang paling tepat untuk mewakili dan menangani segenap urusan makhluk. Allah adalah Dzat yang bertanggungjawab atas semua makhluk. Dia menciptakannya dari ketiadaan, lalu mengawasi dan menjaga mereka. Selayaknyalah Allah menjadi tempat bergantung bagi para makhluk-Nya
d. Al- Matin (Yang Maha Kukuh)
Al-Matiin artinya Yang Maha Kukuh. Tiada sesuatupun yang dapat mengalahkan dan mempengaruhi-Nya. Imam alKhattabi memaknai al-Matiin sebagai Dzat Yang Maha Kuat yang kekuatan-Nya tidak dapat terbendung, tindakantindakan-Nya tidak terhalangi dan tidak pernah merasa lelah.
e. Al- Jami’ (Yang Maha Mengumpulkan)
Al-Jami’ artinya Yang Maha Mengumpulkan. Allah adalah Dzat yang mengumpulkan semua makhluk pada hari kiamat. Menurut Imam Khattabi, tujuan Allah mengumpulkan makhluk pada hari itu adalah untuk membalas kebaikan dan keburukan yang dilakukan para makhluk. Pada saat Allah mengumpulkan para makhluk, tidak ada satupun yang luput. Baik makhluk yang meninggal terbakar, yang dilumat binatang buas atau yang tenggelam di lautan.
f. Al- Hafidz (Yang Maha Pemelihara)
Al-Hafidz artinya Yang Maha Pemelihara. Allah Maha Hafiidz berarti Allah sebagai Dzat Yang Maha memelihara. Allah lah yang memelihara seluruh makhluk-Nya, termasuk langit dan bumi yang kita huni ini.
g. Al- Rafi’ (Yang Maha Meninggikan)
Al-Rafi’ artinya Yang Maha Meninggikan. Allah alRafi’ artinya Dzat Yang Maha mengangkat atau meninggikan derajat hamba-hamba-Nya. Allah meninggikan status para kekasih-Nya serta memberi mereka kemenangan atas musuh-musuh-Nya
h. Al- Wahhab (Yang Maha Pemberi)
Al- Wahhab artinya Yang Maha Pemberi. Allah alWahhab adalah Dzat yang maha memberi tanpa batas, Dia memberi tanpa diminta, dan tanpa meminta balasannya. Dia Allah, memberikan rahmat kepada makhluk-Nya tanpa pamrih, karena Dia tak membutuhkan apapun kepada makhluk-Nya.
i. Al- Raqib (Yang Maha Mengawasi)
Al-Raqib artinya Yang Maha Mengawasi. Al-Raqib, Maha Mengawasi, Allah yang menjadikan hamba-Nya selalu berada dalam pengawasan-Nya.
j. Al- Mubdi’u (Yang Maha Memulai)
Al-Mubdi’u artinya Yang Maha Memulai. Allah, Dia lah yang memulai semuanya. Memulai keberadaan alam beserta isinya melalui kemampuan-Nya mencipta. Dia menciptakan sesuatu dari tiada, maka wujudlah segala yang dikehendaki-Nya. Sebagaimana diciptakan Nabi Adam sebagai manusia yang paling awal diciptakan oleh Allah Swt.
k. Al- Muhyi (Yang Maha Menghidupkan)
Al-Muhyi artinya Yang Maha Menghidupkan. Allah menciptakan manusia, menghidupkan, mematikan, kemudian menghidupkan kembali pada hari kiamat. Tidak ada yang menciptakan kehidupan dan kematian kecuali hanya Allah Swt.
l. Al- Hayyu (Yang Maha Hidup)
Al-hayyu artinya Yang Maha Hidup. Allah adalah Dzat yang tak mungkin mengalami kematian. Sifat hidup-Nya merupakan sifat yang niscaya, mutlak dan tidak mengalami penyusutan, kerusakan atau peniadaan.
m. Al- Qayyum (Yang Maha Berdiri Sendiri)
Al-Qayyum artinya Yang Maha Berdiri Sendiri. Allah al-Qoyyum adalah Dzat yang maha mengelola dan tidak pernah alpa. Al-Qoyyum bersifat hiperbolis, memiliki makna ”memelihara”, mengaktualisasikan”, ”mengatur”, ”mendidik”, ”mengawasi”, dan ”menguasai sesuatu”. Pengelolaan terhadap semesta ini dilakukan Allah secara sendirian, tanpa bantuan atau pertolongan siapapun, baik pertolongan para malaikat, para penyangga ’Arsy dan seluruh penghuni langit dan bumi
n. Al- Akhir (Yang Maha Akhir)
Al-Akhir artinya Yang Maha Akhir, yang tidak ada sesuatu pun setelah Allah Swt. Allah al-Akhir menunjukkan bahwa Allah adalah Dzat yang ”mengakhiri” segalanya. Allah lah Tuhan, tiada Tuhan setelah-Nya. Allah lah sang Pencipta, tiada Sang Pencipta setelah-Nya. Allah lah penentu kehidupan manusia, tiada Penentu selain-Nya.
o. Al- Mujib (Yang Maha Mengabulkan Doa)
Al-Mujib artinya Yang Maha Mengabulkan Doa. AlMujib adalah nama Allah yang dengan sifat ini Dia mengabulkan atau memperkenankan semua permintaan atau permohonan hamba-Nya
p. Al- Awwal (Yang Pertama)
Al-Awwal artinya Yang Pertama. Allah al-Awwal adalah Dia lah Yang Pertama. Namun Dia juga Yang Terakhir