Sebagai langkah awal dalam mengawali semester genap, sekolah menyelenggarakan dua kegiatan penting yang berfokus pada kesiapsiagaan menghadapi bencana dan pendidikan kesadaran lingkungan, yaitu Drill Bencana Gempa dan Sorting Trash. Drill bencana gempa adalah kegiatan simulasi yang dirancang untuk melatih siswa dalam menghadapi situasi darurat akibat gempa bumi. Tujuannya adalah meningkatkan kesiapsiagaan, pemahaman, dan keterampilan siswa dalam melindungi diri selama gempa terjadi.
Selain simulasi bencana, sekolah juga mengadakan kegiatan Sorting Trash dan edukasi tentang 3R. Dalam kegiatan ini, siswa diajarkan untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya, seperti organik, daur ulang (recycle), dan residu. Selain itu, konsep 3R dijelaskan secara mendalam agar siswa memahami pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Sebagai kegiatan jeda akhir semester ganjil, Culmination Day dirancang untuk merayakan hasil karya dan proyek yang telah dikerjakan selama semester 1. Setiap kelas mempersiapkan diri dengan antusias untuk memamerkan berbagai hasil belajar yang mencerminkan kerja keras, kreativitas, dan pembelajaran bermakna. Selama beberapa minggu menjelang Culmination Day, masing-masing kelas disibukkan dengan persiapan hasil karya siswa seperti proyek seni, eksperimen sains, dan laporan penelitian yang ditata dengan rapi dan estetis untuk dipamerkan.
Pada hari pelaksanaan,setiap kelas bergiliran saling mengunjungi satu sama lain untuk melihat hasil karya teman-teman mereka. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan karya mereka tetapi juga belajar dari keberhasilan dan kreativitas kelas lain. Semua siswa diberi tanggung jawab dalam mempresentasikan karya mereka, menjelaskan proses pembuatannya, hingga berbagi cerita tentang tantangan yang dihadapi selama pengerjaan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengapresiasi hasil kerja siswa, menumbuhkan semangat belajar, mengasah keterampilan komunikasi, dan merayakan proses belajar.
Fase B yang terdiri dari siswa kelas 3 dan 4 kembali menunjukkan kreativitasnya melalui kegiatan STEAM Challenge (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics). Berangkat dari sebuah permasalahan dimana banyak sekali limbah kardus bekas yang tidak terpakai, siswa ditantang dengan tantangan unik, yakni membuat kursi dari bahan kardus bekas yang dapat menahan beban sesuai ketentuan. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, problem-solving, kolaborasi, dan kreativitas siswa dalam menciptakan solusi dari bahan daur ulang.
Pada Selasa, 22 Oktober 2024, siswa kelas 3 dan 4 mengikuti kegiatan field trip yang edukatif ke Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai dan Jenggala Keramik di Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada keanekaragaman hayati hutan mangrove serta proses pembuatan keramik . Tahura Ngurah Rai, yang terletak di Suwung Kauh, Denpasar, merupakan kawasan konservasi hutan mangrove seluas 1.373 hektar. Selama kunjungan, siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis vegetasi bakau seperti Rhizophora, Bruguiera, dan Xylocarpus.
Setelah eksplorasi alam, siswa melanjutkan perjalanan ke Jenggala Keramik di Jimbaran. Di sini, siswa diajak untuk memahami proses pembuatan keramik, mulai dari desain hingga pembakaran. Mereka juga berpartisipasi dalam program "Paint A Pot", di mana anak-anak dapat melukis keramik sesuai kreativitas masing-masing.
Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, sekolah Taman Tirta melaksanakan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperluas pengetahuan siswa, tetapi juga membangun sikap dan keterampilan yang relevan dengan tantangan masa depan. Dengan semangat belajar bersama, mari kita wujudkan profil pelajar Pancasila yang kreatif, mandiri, dan berkontribusi aktif bagi masyarakat.
Semoga proyek ini menjadi pengalaman yang bermakna bagi seluruh siswa dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah dan sekitarnya!