Dalam pembelajaran ART, siswa diperkenalkan pada seni tari, khususnya Tari Kreasi. Tari Kreasi adalah tarian yang dikembangkan dari gerakan tradisional maupun modern dengan sentuhan kreativitas baru.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar:
Mengenal gerakan dasar tari dengan iringan musik sederhana
Mengembangkan koordinasi tubuh dan keluwesan gerak
Mengekspresikan diri melalui tarian secara kreatif
Memahami pentingnya kerja sama saat menari bersama kelompok
Pembelajaran ini dilakukan secara interaktif dan menyenangkan, melalui demonstrasi, latihan bersama.
Dalam rangka merayakan Hari Raya Saraswati, siswa mengikuti perlombaan yang bertujuan untuk melestarikan tradisi serta nilai-nilai budaya Hindu Bali. Lomba ini terdiri dari tiga kategori utama, yaitu:
Lomba Membuat Canang
Siswa menunjukkan keterampilan mereka dalam merangkai canang sari, salah satu bentuk persembahan suci yang digunakan dalam upacara keagamaan. Kreativitas, kerapian, dan makna simbolik dalam penyusunan canang menjadi aspek utama dalam penilaian.
Lomba Mengenakan Udeng
Siswa mengenakan udeng yang benar dan sesuai dengan tradisi. Penilaian meliputi kerapian, kesesuaian bentuk.
Lomba Busana Adat ke Pura
Siswa dinilai berdasarkan keserasian dan kerapihan dalam mengenakan busana adat Bali yang sopan dan sesuai untuk persembahyangan di pura.
Pembelajaran Bahasa Indonesia ini bertujuan untuk mengenalkan dan membiasakan siswa menggunakan 4 kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari, yaitu tolong, maaf, permisi, dan terima kasih. Melalui metode bermain peran, siswa akan memahami kapan dan bagaimana menggunakan kata-kata tersebut dalam berbagai situasi sosial. Dalam kegiatan ini, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan membuat skenario sederhana.
Proyek ini membantu siswa untuk memahami perbedaan antara siang dan malam hari. Siswa belajar tentang perubahan waktu dalam sehari, mengidentifikasi kegiatan yang biasa dilakukan di siang hari dan malam hari, serta memahami mengapa siang dan malam terjadi. Siswa mencocokkan gambar kegiatan dengan waktu yang tepat, seperti bermain di luar di siang hari dan tidur di malam hari.
Tujuan Project Siang dan Malam hari:
Membantu siswa mengenal konsep siang dan malam.
Melatih kemampuan untuk membedakan kegiatan yang biasa dilakukan di siang dan malam hari.
Meningkatkan kreativitas dan imajinasi siswa melalui gambar.
Porosan adalah salah satu bentuk karya seni tradisional yang berasal dari Bali. Dalam konteks pendidikan, membuat porosan bisa menjadi kegiatan yang menarik dan edukatif bagi siswa. Membuat Porosan adalah kegiatan yang tidak hanya mengasah keterampilan tangan siswa, tetapi juga memperkenalkan mereka pada keindahan dan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Bali. Setelah porosan selesai, siswa bisa memajangnya atau bahkan menggunakannya dalam upacara.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan praktis, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreatif siswa dalam situasi nyata. Selain itu, siswa dapat mempelajari cara beradaptasi dan membuat keputusan berdasarkan tantangan yang mungkin muncul selama perencanaan liburan.
Drill bencana gempa adalah kegiatan simulasi yang dirancang untuk melatih siswa dalam menghadapi situasi darurat akibat gempa bumi. Tujuannya adalah meningkatkan kesiapsiagaan, pemahaman, dan keterampilan siswa dalam melindungi diri serta selama gempa terjadi.
Sorting trash atau memilah sampah adalah proses memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, seperti organik, recycle, dan residual. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengelolaan limbah yang lebih baik, menjaga kebersihan lingkungan, dan mendorong daur ulang.
Fun Camp adalah kegiatan yang sangat bermanfaat bagi siswa. Selain menyenangkan, kegiatan ini juga dapat memberikan banyak manfaat untuk perkembangan diri siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk:
Melatih siswa untuk mandiri, bertanggung jawab, disiplin, dan bekerja sama dalam tim.
Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap alam.
Menghadapi tantangan fisik dan mental dalam suasana yang menyenangkan.
Culmination Day adalah hari puncak yang biasanya menjadi acara penutup dari rangkaian kegiatan belajar atau program pendidikan di sekolah. Acara ini dirancang untuk merayakan pencapaian siswa selama periode tertentu, baik dalam bidang akademik dan keterampilan. Acara ini bertujuan untuk Mengapresiasi usaha dan kerja keras siswa selama proses pembelajaran dan Meningkatkan rasa percaya diri siswa.
Steam Challenge ini diikuti oleh 2 team perkelas, 1 team teridiri dari 5 orang.
Tantangan Uap (STEM/STEAM Challenge) adalah kegiatan kreatif dan kolaboratif yang dirancang untuk mengasah keterampilan siswa dalam bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Seni. Untuk memaksimalkan pengalaman siswa dalam menghadapi lomba ini, diperlukan persiapan yang matang dan terstruktur.
Lomba ini adalah ajang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan masalah menggunakan pendekatan multidisiplin. Tahapan Lomba Steam Challenge yaitu :
Presentasi Proyek.
Praktik Langsung.
Penilaian.
Gelar karya yang dipersembahkan oleh Kelas 1C dengan judul Senam Pagiku Cerah.
Gelar Karya Senam ini adalah sebuah acara apresiasi yang dirancang untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan siswa dalam berbagai bentuk senam. Acara ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan hasil latihan mereka melalui gerakan yang dinamis, kreatif, dan penuh semangat.
Kegiatan ini bertujuan untuk Mengembangkan Potensi Fisik dan Kreativitas, Menumbuhkan Kerja Sama Tim dan Meningkatkan Kepercayaan Diri.
Kegiatan field trip ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan bagi siswa di luar lingkungan kelas. Dengan mengunjungi lokasi-lokasi yang relevan dengan materi pelajaran, siswa akan mendapatkan wawasan praktis, memperkuat pemahaman mereka, serta mengembangkan keterampilan sosial dan keingintahuan.
Lokasi Field Trip:
Museum Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana.
Junglegold Bali.
Dalam rangka mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, sekolah Taman Tirta melaksanakan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperluas pengetahuan siswa, tetapi juga membangun sikap dan keterampilan yang relevan dengan tantangan masa depan. Dengan semangat belajar bersama, mari kita wujudkan profil pelajar Pancasila yang kreatif, mandiri, dan berkontribusi aktif bagi masyarakat.
Semoga proyek ini menjadi pengalaman yang bermakna bagi seluruh siswa dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah dan sekitarnya!